Asumsi sy akarnya adalah lemahnya penegakan hukum di Indonesia:
-Karyawan maling & mau dijualin lalu perusahaan kehilangan pemasukan
-Pemilik murka + merasa memecat saja tidak menutupi kerugian
-Merasa lapor polisi malah tambah cost lagi
-Hal di luar nalar ini lah terjadi
MIRIS ‼️
Karyawan disekap 21 hari, dirantai, diborgol & tidak dikasih makan 3 hari. Orang tuanya diperas Rp50jt/orang
Tiga karyawan toko percetakan di Kalibaru disekap 21 hari oleh majikannya. Awalnya 1 orang ketahuan nyuri, lalu nyuruh 2 temannya jual barang itu tanpa mereka tahu.
Pemilik toko tidak lapor polisi. Mereka malah diborgol, dirantai, dikurung di gudang, dan tidak dikasih makan 3 hari. Setelah itu, orang tua korban diperas 50 juta per orang.
Mencuri itu salah. Tapi menyiksa, memeras, dan merampas kebebasan juga pidana. Sekarang kasus ini ditangani LBH Forum Pemuda Kalbar.
Gong transformasi Jakarta dimulai dari sini. Gw inget banget, orang-orang marah karena jalan menyempit. Pengguna kendaraan pribadi merasa keistimewaannya direnggut.
Siapa yang dulu ikut misuh-misuh jalanan dibelah buat Trans Jakarta?😅
LUHUT SOAL MBG: INI SEMUA TIDAK PERLU TERJADI
***
Kita terpaksa memperbaiki yang sebenarnya nggak perlu diperbaiki
Kalau kita mulai dari nol, di daerah 3T misalnya.
Jadi kita habis waktu bertengkar sesama kita yang sebenarnya nggak perlu terjadi.
Kalau dari awal perencannanya studinya dilakukan dengan proper.
Jadi masalah kita adalah ide-ide besar Presiden tidak kita siapkan perencanaan yang matang.
Itu salah kita semua.
Bukannya udah ada komcad? Kalau mau bikin angkatan ke lima jangan nanggung-nanggung, supaya makin seneng tuh rocky gerung dan para penyembah tan malaka
gatel juga lama-lama liat gaya militeristik administrasi pemerintahan sekarang, entah bawahannya yang ngolah atau dari presidennya. Ga cuma kopdes tapi himbara pun MTnya pake segala botak-botakan trus main militeran, buat apa?
@tangIedribs Latar belakang investor-pengusaha di perusahaan *ternama* disamain dengan anak pejabat daerah yang latar belakangnya usaha-usaha bodong. Ini mah murni iri hati. Ga kebayang kalo orang-orang ini bikin revolusi, bakal ada 1001 Pol Pot
Ga ada yang salah sama argumennya Indahg. Rosan terkenal karena latar belakangnya di investasi, bisnis dan keuangan. Ga bisa disamain dengan anak kepala daerah yang emang latar belakangnya aktivis-aktivisan dan pengusaha perusahaan ‘ajaib’
Jika ini casenya, jujur aja implementasi kebijakan MBG yang tidak terukur dan sekolah2 model pengkaderan ini lebih terlihat kosmetik dibanding buah dari pemikiran yang matang.
Gua punya ekspektasi Presiden bisa address problem2 sistemik dengan skala prioritas yang gak keblinger