Ini bukan soal ikhlas atau cinta.
Ketika seluruh perhatian kita diberikan kepada manusia, sementara Allah tidak lagi menjadi yang utama, di situlah masalahnya. Allah bisa mengambil hal-hal yang paling kita sayangi agar kita kembali mengingat-Nya.
Karena itu, jangan menaruh semuanya pada manusia. Letakkan Allah di atas segalanya terlebih dahulu. Hati manusia itu berada dalam genggaman Allah. Hari ini bisa dekat, besok bisa berubah.
Kalau berharap kepada manusia secara berlebihan, yang sering didapat justru rasa sakit. Tapi kalau berharap kepada Allah, sekalipun kecewa pada manusia, kita masih punya tempat untuk kembali.
Mau dengar satu kenyataan yang menyakitkan?
Tapi jangan sampai nangis setelah membacanya.
“Manusia tidak hancur karena cinta, dia hancur karena ketulusannya.”
Karena saat mencintai, seseorang masih bisa menahan diri. Tapi saat sudah tulus, dia memberi tanpa menghitung, tanpa menyisakan sedikit pun untuk dirinya sendiri.
Dia percaya sepenuh hati. Dia menaruh harapan setinggi langit. Dan ketika semuanya runtuh, yang jatuh bukan hanya sebuah hubungan, melainkan juga sebagian dari dirinya. Atau mungkin seluruhnya.
🫂
“Innama amruhu idza araada syai’an ayaquula lahu kunfayakun”
Ya Allah jadikanlah segala sesuatu yang sulit menjadi mudah, yang belum tentu menjadi pasti, yang tidak mungkin menjadi kenyataan.
JALAN KELUAR DARI SEGALA KESULITAN
1. laa haula wa laa quwwata illa billah
2. laa ilaaha illaa anta subhanaka inni kuntu minad dzalimin
3. subhanallahh wa bihamdihi
subhanallahil adziim
4. allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad 100x
5. astaghfirullah 100x
Begitu juga kalau ada yg bakar polsek dan koramil, itu pasti sekedar kenakalan remaja yg ingin menjadi individu yg unik, gak ada niat meruntuhkan negara dan kapitalisma
Dewasa gini, ternyata lebih seru ngobrol sama stranger, pedagang keliling, tukang parkir, atau orang orang tua yang kebetulan lagi di tempat yang sama.
energi mereka terasa lebih tulus untuk menyadarkan bahwa banyak hal di dunia ini yang perlu kita syukuri.
DOA QUNUT SUBUH
*DOA QUNUT SUBUH*
1. allahummah-dinii fiman hadait (mohon diberi hidayah).
2. wa 'aafinii fiiman 'aafait (mohon diberi kesehatan).
3. wa tawallanii fiman tawallait (mohon agar dipelihara).
4. wa baarik lii fiimaa a'atoit (mohon diberi keberkahan).
5. wa qinii syarramaa qodoit (mohon diselamatkan dari bahaya).
6. fainnaka taqdhi wa laa yuqdha 'alaik (mohon dijauhkan dari hukuman).
7. wa innahu la yazillu man waalait (mohon diberi pimpinan).
8. wa laa ya'izzu man 'aadait (mohon agar tidak dimusuhi).
9. tabaarok ta rabbana wa ta'aalait (maha suci tuhan yang maha tinggi)
10. falakal-hamdu 'alaa maa qodhoit (segala puji atas segala yang engkau hukumkan).
11. astaghfiruka wa atuubu ilaik (mohon ampun dan bertaubat).
12. wa soll-allahu 'alaa sayyidinaa muhammadinin-nabiyyil-ummiyyi wa 'alaa aalihi wa sohbihi wa sallam
(semoga allah mencurahkan rahmat dan sejahtera kepada nabi muhammad, keluarga dan sahabat).
🎥 Antonio Rudiger bergegas meninggalkan sesi konferensi pers untuk sholat begitu mendengar adzan.
🗣️"Apakah semuanya sudah selesai? Ramadhan, Ramadhan."
kadang, orang yang paling banyak tertawa justru yang paling sering terluka.
yang paling ramah, justru yang paling kesepian.
dan yang paling terlihat kuat, mungkin diam-diam sedang lelah menahan semuanya sendiri.
mereka tidak butuh dikasihani, hanya ingin dimengerti tanpa banyak tanya.
karena bagi mereka, menyembunyikan luka di balik senyum jauh lebih mudah daripada menjelaskan alasan di balik air mata.
kemarin baru baca kalimat yang bagus ini :
"Kita akan terlupakan.
Temen-temen nongkrong kamu akan mencari pengganti untuk tertawa. Pekerjaan kamu akan segera di isi oleh orang baru dalam hitungan hari. Bahkan keluarga kita, seiring berjalannya waktu, akan mulai jarang membicarakan kita. Inilah realita yang sangat pilu kalau manusia itu mudah sekali melupakan."
Lalu, apa yang tersisa? Jika dunia melupakan kita, siapa yang akan tetap mengingat kita? cuma Allah. Dan tragisnya, justru Allah-lah yang paling sering kita lupakan saat kita masih punya tenaga dan malah kita menghabiskan waktu untuk orang-orang yang akan melupakan kita.
Tiro un facto y me voy a dormir:
Veo mucha gente celebrando el gestito de Otamendi mostrándole (sin venir a cuento) su Mundial a Vinicius.
Pero si fuera Vini enseñándole sus dos Champions a Otamendi, esa misma gente diría que es un provocador y un engreído.
Buenas noches... 🙃