@DitjenPajakRI Duit MBG kan dari pajak. Lu ngumpulin capek2 terus dipake bancakan SPPG, tapi lu bangga bisa ngumpulin kembali sepersekiannya. Ibaratnya lu lagi makan ayam, terus ada kucing ngambil ayam lu, dan lu masih bangga "gw berhasil ambil kembali tulangnya dari kucing"
Meanhwile China pas gaokao (ujian masuk univ nasional):
polisinya jemput siswa yang telat, ada zona larangan klakson, dibukain jalan khusus peserta, disediain ambulans, ada konselor psikolog kalo stress
Di Indonesia baru daftar aja udah STRESSSS
Banyak yang cerita perabotan di rumah pada konslet karena sering mati lampu, jadi harus ngeluarin duit buat perbaikannya.
Gile ini negara udah bikin kerugian banyak, masyarakatnya masih aja ada yang dukung pemerintah yang kayak gini
Aku selalu gak habis pikir kalau PLN selalu bisa bebas lepas tangan dengan kerugian yang masyarakat hadapi ketika pemadaman listrik di luar kewajaran.
Berkaca dengan kasus krisis pemadaman listrik massal yang menimpa Sumatera kemarin: ada dampak finansial yang menghancurkan bagi para pelaku usaha kecil dan peternak. Kalau kalian baca laporan Projectmultatuli, miris rasanya melihat data yang ada.
1. Peternak ayam mengalami kerugian karena sistem ventilasi (blower fan) mati, yang menyebabkan ribuan ternak mati akibat suhu panas dan gas beracun. Sebagai contoh, seorang peternak di Deli Serdang kehilangan lebih dari 3.000 ekor ayam dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp100 juta.
2. Pembudidaya ikan hias mengalami kematian komoditas berharga karena pompa udara tidak berfungsi. Salah satu warga kehilangan indukan ikan pari Brasil yang bernilai sekitar Rp30 juta, yang juga berarti hilangnya potensi penghasilan berkelanjutan dari anakan ikan tersebut di masa depan.
3. Pelaku usaha makanan beku (frozen food) mengalami kerusakan stok produk seperti daging dan saus karena mesin pendingin (freezer) berhenti beroperasi. Bagi pelaku UMKM, kerusakan bahan baku dalam satu hari dapat berarti hilangnya keuntungan selama berminggu-minggu.
4. Warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bahan bakar solar guna menghidupkan genset. Namun, harga solar yang sedang tinggi dan kelangkaan stok membuat beban biaya semakin berat. Seorang peternak menyebutkan butuh setidaknya Rp900 ribu per hari hanya untuk membeli solar agar genset tetap menyala.
5. Pekerja jasa yang bergantung pada listrik dan internet, seperti penyunting naskah, mengalami hambatan dalam menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, yang berisiko pada komplain klien dan denda deadline.
Usaha jasa lain, seperti pemangkas rambut, terpaksa bekerja dalam gelap dengan pencahayaan terbatas, yang membuat hasil kerja tidak maksimal dan mengganggu kenyamanan pelanggan.
Pemadaman kemarin menyebabkan mereka menderita kerugian finansial yang menggunung tanpa kepastian skema kompensasi yang jelas dari pihak PLN.
Baca lengkap: Beban Pelanggan PLN di Sumatra: Patuh Bayar Demi Terang, Dibiarkan Merugi Saat Gelap https://t.co/nfbhQz1E17
Kantor gw kayak gini desknyaโฆ. Dan di kantor lama jg giniโฆ. Isi kepala gw berteriak total krn so many things happened di sekitar pusing bgt.. now i know
liat dari impactnya aja. karya-karya yang dipajang lebih menguntungkan si sponsor. 1. untuk cuci tangan dari tuduhan otoriter
2. untuk mendisiplinkan protes (protes boleh di ruangยฒ yang kami izinkan)
apa impact pada publik yang diharapkan dari karya yang masih dipajang?
Seni di salon borjuis yang cuma bisa diakses orang sugih memang disukai penguasa, karena bisa kasih legitimasi "nih kami demokratis, tidak anti kritik."
Makanya mereka sampai mau keluar duit.
Coba seni eksplisit begini dipajang di ruang publik, apa mereka juga mau sponsorin?
ga lucu sih soalnya the fact dia bisa jadi advisor sedangkan isi exhibition-nya kayak gini seolah-olah bilang perjuangan kalian cuma sampai sebagai display and thereโs nothing you can do about it
@LambeSahamjja HAHAHAHAHAHAHAA MAMPUUSS. Bikin akad kok sama pemrentah. Sama aja bikin kontrak dengan iblis. ๐ซต๐ป
Tapi ini kabar buruk untuk rakyat Indonesia ding. Kalo yang protes dan ngamuk-ngamuk gini dari orkay-orkay biasanya presiden tua delusional itu luluh. Apalagi si nanik.