Di setiap sudut-sudut bumi niscaya pasti akan kau temui insan yang menyamar sebagai pendengar. Sorot matanya teduh dan memiliki atensi penuh, namun siapa sangka di balik tabir indahnya ia menyimpan beban yang lebih rapuh.
Mendidik anak bukan dimulai saat anak lahir di dunia. Bukan pula saat anak berada dalam naungan rahim ibunya. Namun, mendidik anak di mulai dari dengan siapa kita membangun bahtera, menetapkan tuju untuk satu muara di Surga-Nya.
Mikul Dhuwur Mendem Jero.
Nasihat yang perlu dipupuk sedini mungkin, untuk kita selalu menjunjung tinggi kehormatan keluarga, dan mengubur dalam setiap celah retak keburukan yang dipunya.
@_llemonade Hargai selagi masih disisi, karena belum tentu kelak kau akan temui insan sebaik itu kembali. Jangan sampai kau menyesal dikemudian hari, sebab hal yang sejatinya berharga tak pernah kau syukuri.
@hijrahpath_ Segala sesuatu di dunia ini tak ada yang luput dari genggaman Allah. Lantas mengapa harus gelisah, jika ketenangan hadir pada deru doa di atas sajadah.
@_llemonade Sewindu sudah rasa terpatri nyata, tapi untuk apa? Aku kau jadikan salah satunya bukan satu-satunya. Selama itu rasa bermuara hanya pada kesia-siaan belaka. Jadi, selamat berbahagia ya. Semoga kau temukan tulus yang tiada habisnya.
@reyhansagevti_ Itu sebabnya jangan pernah sekalipun menghakimi orang lain, karena kita tidak pernah tahu tentang sejatinya luka apa yang ia bawa, trauma apa yang ia pendam begitu lama. Jadi, luaskan prasangka baikmu terhadap siapa pun itu ya.
@_llemonade Pamit undur diri tidaklah salah. Kamu berhak mencari tenang atas segala duka lara yang kau rasa. Kamu sudah bertahan mendekap luka terlalu lama. Maka kini izinkan bahagia yang hadir menemui. Katanya, yang tulus tidak datang dua kali bukan?
@aryaramadani_ Sebab, sebaik-baiknya insan adalah ia yang mampu mengambil tiap-tiap pembelajaran melalui dera ujian yang Allah beri dengan rasa sabar dan syukur.
@griffinarks Mengaca pada orang tua, lambat laun wajah yang indah akan terhapus masa. Namun jiwa yang tertambat akhlak yang mulia, tak akan memudar sepanjang masa.
@hijrahpath_ Bismillah, perlahan mari lepaskan belenggu yang tidak perlu kamu paksa, dan bersiaplah untuk bertemu keajaiban yang membuatmu bersyukur karena telah lapang untuk mengikhlaskannya.
@ireneclaire202 MasyaAllah jadi teringat wejangan ibu, benar seumur hidup itu lama. Maka bersamalah dengan cintanya yang setara, setara untuk saling beriringan menggenggam dalam kebaikan hingga bermuara pada abadi surga-Nya.
@aryaramadani_ Seiring berjalannya waktu, pasang surut hidup akan terus menempamu. Kabar baiknya, merupa permata yang terasah masa, kau pun akan seperti itu. Indah menjelma pribadi yang lebih baik lagi, atas pembelajaran yang tiada henti menyapa diri.
Merupa rindu yang tiada pernah bersua. Semoga engkau senantiasa dalam perlindungan-Nya. Semoga garis takdir membawa perjumpaan yang tiada akhir. Entah perjumpaan doa-doa yang terus melangit, atau jumpa nyata yang diberkahi semesta-Nya.
Rangkaian kalimat bersahaja yang begitu bening mengalirkan pesan. Kekuatan cerita dibahasakan penuh kerendahatian. Hingga akhirnya kita mendapatkan banyak nilai tanpa merasa dijejalkan nilai.
Terimakasih ilmu hidupnya #SuratDahlan
Dome telah selesai dipasang, senja telah perlahan menghilang, dan kini saatnya waktu menunaikan ibadah datang.
Malam itu, selain penuh dengan kerlipan bintang, langit-langit Allah nyatanya penuh dengan pintalan doa yang mengakasa, tepat di atap tertinggi Gunung Sindoro.
Panorama cantik kala baskara mulai menyelinap berganti rembulan.
Indah nian memandang, kelap-kelip lampu terpandang jauh di kaki Gunung Sumbing. Lautan awan mengitari sekitarnya, MasyaAllah indah sekali..
Selain terabadikan dalam ruang memori juga sempat untuk menjepret gambar sebagai kenangan untuk di bawa pulang.
Riuh menggema suara adzan maghrib lambat laun mulai terdengar merdu. Memekik gendang, menggetarkan relung jiwa.
Manusia pandai berjanji, namun kadangkala lalai untuk menepati. Mengapa enggan berkaca pada merapi, yang tak sekalipun pernah ingkar janji.
#NawangJagad