Bumi telah menemani kehidupan manusia selama miliaran tahun. Namun belakangan, rumah yang kita tinggali bersama ini semakin sering menunjukkan tanda-tanda perubahan.
Bukan karena usianya semata, melainkan karena berbagai tekanan yang terus diberikan manusia terhadap lingkungan.
Foto: Burung Indonesia
Burung Indonesia merupakan organisasi konservasi berbasis keanggotaan yang menjunjung tinggi prinsip keterbukaan dan tanggung jawab dalam pengelolaan organisasi.
Setiap lima tahun sekali diselenggarakan Rapat Anggota Perhimpunan, forum tertinggi yang menjadi ruang bagi anggota untuk berbagi perkembangan organisasi.
Foto: Burung Indonesia/Ahmad Ridha Junaid
Disadari atau tidak, kehidupan manusia sangat bergantung pada keanekaragaman hayati. Alam menyediakan pangan, obat-obatan, air dan udara bersih, hingga membantu menjaga kestabilan iklim di Bumi.
Namun, di tengah pentingnya peran tersebut, keanekaragaman hayati kini menghadapi berbagai ancaman serius.
Foto: Burung Indonesia/ Angga Yoga
Burung Indonesia telah melaksanakan lokakarya akhir yang digelar di Luwuk, Banggai, 23 April 2026.
Kegiatan ini bertujuan sebagai ruang refleksi capaian dan diseminasi hasil pemantauan partisipatif di kawasan KKP3K Dalaka yang memiliki luas sekitar 856.649 hektare.
Foto: Burung Indonesia/Debby Sihite
Indonesia tercatat memiliki 538 burung endemis. Sebagai negara kepulauan, persebaran burung di Indonesia tidak merata.
Salah satu wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati luar biasa adalah Papua, rumah bagi 641 spesies burung, 252 di antaranya burung endemis pulau Papua. Namun, yang tercatat masuk dalam burung endemis Indonesia sebanyak 75 spesies.
Jumlah ini dipengaruhi oleh persebarannya yang cukup luas hingga ke dalam batas Papua Nugini.
Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ada satu desa yang memutuskan untuk bersama melindungi alam. Desa itu bernama Desa Melung.
Bagi warga desa, alam bukan sekadar lahan untuk dimanfaatkan. Tapi ruang hidup yang menghubungkan manusia, air, tumbuhan, dan satwa dalam satu kesatuan.
Foto: Burung Indonesia/ Deta Alviona Saputri
Selamat Hari Kartini. Semangat Raden Ajeng Kartini akan selalu mengingatkan kita untuk terus melangkah, bersuara, dan membuka jalan bagi lebih banyak perempuan.
#HariKartini#BurungIndonesia
Di Pulau Sangihe, Sulawesi Utara, tepatnya di Kampung Menggawa II, kebun menjadi pusat kehidupan sehari-hari. Perempuan hadir di setiap proses, dari membuka lahan hingga memanen hasil.
Dari umbi-umbian, sayur, hingga buah lokal, hasil kebun menjadi penyangga pangan keluarga. Jika berlebih, hasil itu dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Di antara pulau-pulaunya, Sulawesi merupakan wilayah penting karena tingkat endemisitasnya yang tinggi.
Artinya, banyak keanekaragaman hayati yang hanya ditemukan di Sulawesi, tidak di tempat lain, seperti anoa, babirusa, dan maleo senkawor.
Ayo, lihat aktivitas burung liar di alam! Ikuti Weekend Birding bersama Burung Indonesia dan rasakan serunya mengamati burung langsung di habitatnya.
📅 Sabtu, 25 April 2026
🕖 07.00 WIB - selesai
📍 Kebun Raya Cibodas (Titik kumpul: Villa Medinila Kebun Raya Cibodas)
Terdapat opsi untuk menginap di dalam fasilitas penginapan Kebun Raya Cibodas pada Jumat, 24 April 2026. Peserta membayar biaya akomodasi dan konsumsi:
1. Rp. 200.000 untuk non-member / umum
2. Spesial untuk member Burung Indonesia 🎉Dapatkan harga khusus hanya Rp175.000!
🔗 Daftar sekarang di: https://t.co/JgrMWT5QWN
📱 Contact Person: Novi (0811-1050-4730)
Silakan isi formulir hanya jika kamu benar-benar dapat mengikuti kegiatan ini sesuai dengan jadwal.
Yuk, daftar!
Ada satu spesies burung endemis yang tengah menjadi sorotan karena populasinya di alam liar diduga telah hilang, sementara jumlahnya di penangkaran masih sangat besar.
Spesies tersebut adalah jalak-suren jawa (Gracupica jalla), burung dari famili Sturnidae yang dikenal sebagai burung kicau.