@missyooo0@insidefolkative Ya kalau masih dalam rumah tangga mah gak ada uang RO atau sarwendah, itu namanya uang bersama...
Onyo bilang bohong, emang dia tahu kejadiannya seperti apa?
Terkait jadwal Vaksin dewasa / Imunisasi sebenarnya sudah pernah aku post tapi aku upload ulang karena ada beberapa pertanyaan terkait vaksin HPV laki-laki dan Hepatitis B yak 🙌🏻
Anw i ain’t dokter nor nakes yak, cuman sharing pengalaman. Untuk vaksin yang aku lakukan juga udah aku konsultasikan ke dokter kok. Ini juga beberapa sumber pernah dikasih sama dokterku. Terkait jadwal imunisasi dewasa/vaksin dewasa sebenarnya diterbitkan oleh PAPDI untuk berbagai jenis vaksin dan dengan indikasi yang dimiliki, disitu ada yang Hamil, HIV, LSL/MSM/Gay, dll🤗
Yang kemarin sempat ditanyakan adalah emang perlu laki-laki vaksin HPV? Justru perlu juga, virus hpv itu bisa menyerang laki-laki juga dan menyebabkan kanker anus, kanker mulut, dll. Malah laki2 bisa jadi carrier virus tanpa gejala yang bisa nularin ke perempuan loh. Nah untuk LSL/Gay itu menurut panduan PAPDI sebenarnya disarankan menggunakan HPV Nonavalent (Gardasil-9), tapi kalau sudah melakukan dengan yang quadrivalent (Gardasil-4) tidak apa-apa kok tetap keren, walaupun tetap disarankan untuk vaksin lanjutan nonavalent sih ☺️
Lalu untuk hepatitis B, kemarin ada yang nanya apakah harus tes HbsAg dulu? Kalau sepengelaman aku sih kemarin iya harus, makanya aku baru bisa divaksin Hep-B setelah dinyatakan negatif. Begitupun yang tertulis pada Jadwal imunisasi dewasa ini🙏🏻
Semoga membantu ya semua, salam sehat 🙌🏻
Note : please konsultasi dulu ke dokter sebelum melakukan vaksinasi terkait dengan kondisi atau indikasi medis yang dimiliki yah 🫰🏻
#SherlyBelajarSaham Day ke 7
“BISAKAH MEMULAI TRADING DENGAN SAHAM IPO?”
Apa sih saham IPO tuh? Worth it ga ya?
Aku coba jelasin dari pemahaman aku yaa, saham IPO itu saham yang pertama kali ditawarkan kepada masyarakat dan mulai diperdagangkan di bursa efek. Sebelum saham ini IPO, dia hanya milik orang-orang manajemen saham tersebut.
Lalu, apa tujuan mereka akhirnya memilih IPO perusahaan mereka?
Ada beberapa tujuan, seperti modal untuk ekspansi bisnis, melunasi hutang, atau meningkatkan reputasi dan transparansi perusahaan. Semua itu bisa dilihat secara transparansi dalam prospektus mereka, atau biasanya filenya berjudul prospektus yang bisa di download untuk memahami lebih dalam tentang perusahaan tersebut.
Seberapa worth it kah?
Kalau kita berbicara tentang saham-saham yg IPO dan meningkat drastis seperti RLCO dan yg terakhir adalah WBSA. Menurutku, membeli saham IPO adalah salah satu cara mendapat profit yang oke. Namun, ada juga yang perlu dipertimbangkan seperti PBV, LABA, dan ROE.
CARA MENGUBAH KATA BIASA
JADI BERKELAS SAAT BICARA
1. Pola pikir → Paradigma
2.Perubahan → Transformasi
3.Kerjasama → Kolaborasi
4. Pendapat → Perspektif
5. Hubungan → Korelasi
6. Rencana → Strategi
7. Penting → Krusial
8. Teratur → Sistematis
9. Dugaan → Asumsi
10. Menawar → Negosiasi
11. Hasil → Output
12. Masukan → Input
13. Keluar negri 👉 Amankan minyak
Sedikit pandangan gw tentang Almaz ini.
Banyak brand F&B yang awalnya naik karena diferensiasi, tapi setelah hype lewat, mulai keliatan masalah fundamentalnya.
Beberapa hal yang mungkin bikin brand kayak Almaz Fried Chicken makin sepi:
1. Hype awalnya terlalu kuat, tapi retention-nya lemah
Awalnya banyak orang datang karena:
- penasaran “ayam goreng Saudi”
- viral di TikTok
- ada narasi Palestina
Masalahnya, curiosity bukan berarti repeat purchase.
Kalau orang datang sekali cuma karena penasaran, tapi rasanya ga jadi “comfort food”, mereka jarang balik lagi. Sementara brand kayak:
- KFC
- MCD
- A&W
itu menang di habit. Orang makan bukan karena penasaran, tapi karena udah jadi default.
2. Menu ga terlalu “broad”
Brand ayam yang sustain biasanya punya:
ayam
burger
rice bowl
snack
dessert
breakfast
kopi
Kalau menu terlalu fokus di ayam + nasi + saus, frequency makan jadi rendah.
Orang jarang mikir: “makan Almaz aja lagi”.
3. Brand story kuat, tapi product story kurang kuat
Narasi:
ayam Saudi
Palestina
amal
Ini kuat untuk brand image.
Tapi di F&B, orang balik karena:
crispy
juicy
nagih
murah
Kalau product experience tidak “nagih”, narasi brand ga cukup.
4. Lokasi banyak tapi traffic ga selalu sustain
Beberapa brand ekspansi cepat karena:
franchise
momentum viral
Masalahnya, kalau demand real-nya belum stabil, outlet jadi:
- sepi
- kualitas beda-beda
- operasional ga konsisten
Ini sering kejadian di brand yang growth-nya terlalu cepet.
5. Brand positioning agak membingungkan
Ini poin sebenernya penting banget.
Kalau dipetain:
Premium
- KFC
- MCD
Value / murah
- Rocket Chicken
- Hisana Fried Chicken
Almaz ada di tengah.
Masalah brand yang di tengah:
bukan yang paling enak
bukan yang paling murah
bukan yang paling terkenal
Akhirnya decision orang jadi gampang pindah.
6. “Ayam Saudi” mungkin terlalu niche
Ayam goreng Indonesia biasanya:
- gurih
- asin
- sambel
- nasi panas
Kalau profil rasanya terlalu:
- rempah Arab
- garlic heavy
- sedikit beda
itu bagus buat diferensiasi, tapi ga selalu cocok jadi makanan rutin.
7. Viral ga sama dengan brand equity
Banyak brand viral di Indonesia yang polanya sama:
fase 1: viral
fase 2: orang coba
fase 3: cabang banyak
fase 4: mulai sepi
Yang survive biasanya yang berhasil ubah hype jadi habit.
Kalau gw jujur lihat secara strategi, Almaz sebenernya punya 3 aset yang kuat:
- Differentiation (Saudi chicken)
- Identitas brand yang jelas
- Outlet look yang cukup proper
Tapi yang belum terlalu kuat adalah produk yang bikin orang ketagihan secara mass market.