Gue gak tau detail apa aja yang udah dilakukan pemerintah dan Purbaya soal pasar modal karena tertutup banget.
Tapi IMO, usulan ini layak dipertimbangkan kalau kita beneran mau IHSG kembali kompetitif dan dipercaya investor.
Bukan kritik kosong.
Cuma pengen lihat pasar kita maju.
SICK dance PERFORMANCE from a Chinese man and his robots on America's Got Talent
Robots flex to Lady Gaga's song, who would have thought it's going to be our future
Di bulan April ini tiba-tiba Perang AS vs Iran damai, tiba-tiba ekonomi global membaik, tiba-tiba Altseason, tiba-tiba Bullrun!
Walaupun tidak mungkin😂
Tapi gpp menghayal😃
Kenapa harus ada IDRX, stablecoin Rupiah?
Beberapa waktu terakhir, saya sering mendengar komentar yang sama: “ngapain ada IDRX?”, “Rupiah aja turun terus,” atau “mending USD, bisa buat hedging.”
Awalnya terdengar masuk akal. Kalau tujuan utamanya hedging, memang USD adalah pilihan yang relevan. Tapi sebenarnya kita sedang membicarakan dua hal yang berbeda.
IDRX sejak awal tidak dibuat untuk hedging. Fungsinya lebih fundamental: menjadi representasi Rupiah di blockchain. Saat ini, hampir semua aktivitas onchain menggunakan USD. Kirim value pakai USD, investasi DeFi pakai USD, distribusi yield pakai USD, revenue sharing juga pakai USD. Sementara Rupiah praktis tidak punya kehadiran di ekosistem tersebut. Padahal kita hidup, berbisnis, dan menghasilkan revenue dalam Rupiah, tapi ketika masuk blockchain, semuanya harus berganti bahasa. Kabar baiknya, Rupiah bisa hadir di blockchain.
Di sisi lain, banyak yang berargumen bahwa karena Rupiah cenderung melemah, IDRX tidak bisa disebut stablecoin. Ini perlu diluruskan. Definisi stablecoin berbasis mata uang sangat sederhana: nilainya dipatok 1:1 terhadap underlying currency. Artinya, 1 IDRX = 1 Rupiah. Bukan berarti harus menguat terhadap USD atau terus naik nilainya. Kalau definisinya seperti itu, hampir semua mata uang di dunia akan dianggap “tidak stable”, yang jelas keliru.
Yang sering terlewat adalah bahwa ini bukan soal spekulasi atau keuntungan jangka pendek. Ini soal infrastruktur. Dengan representasi Rupiah di blockchain, berbagai use case yang sebelumnya tidak mungkin menjadi mungkin: distribusi yield dari proyek RWA langsung dalam Rupiah, revenue sharing lintas negara tanpa konversi ke USD, hingga mekanisme pembiayaan global yang tetap berdenominasi Rupiah. Ini bukan tentang cuan, tapi membuka kapabilitas baru.
Bayangkan jika IDRX tidak ada. Seluruh aktivitas onchain dari Indonesia akan terus bergantung pada USD stablecoin. Setiap kali kita menggunakan USD stablecoin, secara tidak langsung nilai yang kita ciptakan di sini mengalir keluar. Hal ini terjadi karena cadangan USD stablecoin umumnya ditempatkan pada instrumen seperti US Treasury. Semakin besar adopsinya, semakin besar pula kapital yang terserap ke luar negeri.
Di titik ini, diskusinya bukan lagi sekadar teknologi. Ini menyentuh pertanyaan mendasar: apakah kita akan terus menjadi user dalam sistem global yang didominasi dolar AS, atau mulai membangun posisi sebagai player dengan membawa Rupiah ke dalam ekosistem tersebut?
Malam sabtu tidur jam 4, jam 9 kerja melewati bukit dan jalan berkelok manokwari, jam 4 balik lagi, jam 10 nongkrong, tidur lagi jam 3 subuh, jam 5.30 bangun. Jam 6.30 berangkat ke bandara Manokwari to Makasar, transit di Makasar 5 jam lanjut ke Jakarta. Ultramen tenannnn!.