@direktoridosen Semua ada hikmahnya...semakin sulit proses bayar pajak disitulah ada kemudahan mendapatkan penghasilan buat para pengusaha UMKM (baca: calo)
@SedhayaMara@RekamDigital_ Padahal ya dulu 30 tahun lalu saat saya ikut jd murid padepokan ini. Syaa diajarkan harus welas asih, ga boleh ganggu, ga boleh merusak 'pagar'. Pokoknya yg baik2. Tp ujian mau kenaikan tingkat dilakukan tengah malam. Ikut cm sampai sabuk ijo. Skrg kok gini amat ya..
@folkshittmedia Segitunya apa ga mikir nenek2 usia 76 tahun bs apa? Jalan kaki aja susah payah. Ini orang ga pernah dilahirin oleh seorang Ibu kali ya. Lahir lewat lubang ptt jangan2 nih. Semioga segera mendapat hidayah dan balasan setimpal sesuai perbuatannya yg dzalim...
@bumbukuning@NasiAking234@pramonoanung@aniesbaswedan Pak Gub keknya masuk club pembalap om bukan masuk club pekerja bersepeda alias B2W...soalnya club pembalao berseberangan (suka jalur cepat) sm B2W (pake jalur sepeda)
@arwidodo Padahal di Singapore ornamen imlek ga banyak, di mall ga ada barongsai. Sepanjang jalan orchad yg terkenal itu ga ada barongsai2an. Tapi di Jakarta sedemikian hebohnya perayaan imlek? Kenapa beda ya padahal berasal dari etnis yang sama.
@Mdy_Asmara1701 Engga ikhlas! Program kampanye katanya buat rakyat kok rakyat suruh nyumbang. Noh gaji pejabat dan anggita dewan, tunjangan dan pensiunan DPR dipotong aja. Jabat 5 tahun doang dpt penisun seumur hidup. Kocag!
@kegblgnunfaedh Ayo kita bergerak gaungkan potong tunjangan, gaji dan pensiunan anggota DPR MPR untuk progran pemerintah makan siang bergizi demi Indonesia Emas! #potongtukinDPR#hapuspensiunDPR
@creepylogy_ Jika ada paham yang dianggap radikal karena membenci polisi, spt kejadian bom thamrin. Lantas terpikir apakah benar sbnrnya mereka hanya benci pada kelakukan oknum polisi. Oknum tp banyak
@kegblgnunfaedh Paling gantinya jd ada pesantren kilat kayak jaman Gus Dur, non muslim kegiatannya jg sama kegiatan agama seharian...GenZ mana ngerasain, cm anak X & Y yg skrg udah tuwir ngerasain awokawok