Saya yakin selama kaki melangkah dan tubuh terus bergerak pada saatnya nanti akan sampai, hari-hari pahitmu makan nasi ditemani sebongkah kerupuk 500an akan berlalu...
Lalu menjadilah sukses dulu kemudian kaya kemudian cari teman - temanmu...ajak mereka bahagia tertawa sambil mengingat kebersamaan dulu ya dulu ketika hari-hari dipenuhi makan indomieee dan indomie lagi...
Semampuku kusembunyikan rindu dibalik kaosku, disetiap simpul kata-kataku agar tak sekalipun terpeleset mengucap namamu, Allahu akbarr... Semoga engkau tenang dalam kenang disana, menjadi muda kembali menjadi sehat kembali seperti harapan dan impian manusia-manusia sesudah mati
Hujan berhari-hari, berkali-kali berulang-ulang, aku masih sama disisi tepi dari propinsimu, kapan kita akan bertemu saling berbagi cerita bertukar tawa lalu sebentar saling menyembunyikan airmata.
Dilorong- lorong laci aku mencarimu, dari malam kembali malam dari hujan kembali hujan tetap belum ketemukan.
Lupa mungkin aku menaruhmu dimana yg bisa mengingatkanku hanya suaramu.
Wajahmu mungkin telah terlupakan sebab tumpukan ingatku tak sekuat dulu..