Denny: Maaf nih saya tanya nih soal sederhana, sekarang orang mau jadi manager di kopdes latihan militer, bapak nih masuk diakal ngga?
Purbaya: Jadi gini koperasi merah putih itu saya hanya membayar cicilannya dia minjem ke bank, ini kan dibadan antara minjem ke bank himbara.
Denny: Ya ibaratnya kan bapak yang modalin.
Purbaya: Ngga nanti saya hanya bayar aja, dan gini udah saya hitung bandingannya kan hilang semua Jadi udah clear. Apakah anda akan membentur tembok untuk menghalangi yang clear, iya kan?
Denny: Iyaa.
Purbaya: Di ekonomi itu ada itu yang namanya optimalisasi, mengoptimalkan memaksimalkan yang ada subject to budget constraint, budget constraint adalah dalam hal ini politik atau kebijakan yang ingin dijalankan, jadi kita ngga bisa ambil yang sebagus semaksimal mungkin maunya kita, itu kira-kira.
Denny: Tapi bapak ngga bisa tuh bikin notes gitu kasih ke pimpinan, pak ini sorry nih pelaksanaannya keuangannya ngga bagus nih, ngga bagus nih kalau kaya gini nih keuangan saya lama-lama berantakan nih.
Purbaya: Ngga berantakan kan udah di himbara
Denny: berapa banyak bisa ditabung tuh pak kalau ngga usah pakai pola begitu.
Purbaya: Saya cuman 40 itu setiap tahun ya, itupun udah lebih bagus bayarnya 40 triliun ya tiap tahun, itu lebih bagus dibanding dihabisin semuanya asumsi saya berhasil 50% udah untung saya, sebagai ekonom.
Denny: Iya cuma kan kalau- kalau…
Purbaya: Itu yang namanya optimalisasi.
Denny: Paham, cuma kan meminimalis hal-hal seperti itu pengeluaran seperti itu kan juga bagian penting dalam pengaturan keuangan pak.
Purbaya: Jadi gini kita engga hidup dalam keadaan ideal kalau itu yang terjadi ya pertahankan diperbaiki terus makanya perlu masukan dari masyarakat juga, kan udah ribut nih sekarang pasti dikoreksi.
Denny: Engga begini loh pak, maaf ya.
Purbaya: Gini, itu bukan program saya.
Denny: Iyaa paham sih, cuma bapak ngga bisa tuh, ginilah kalau mindset nya kan begini, saya punya uang.. uang saya dipakai untuk program itu saya kan bisa dong ngomong “Pak itu kenapa uang saya dipakai buat program begitu gitu loh itu kurang bagus loh itu.”
Purbaya: Kata siapa saya belum ngomong, kan saya ngga usah ngomong sama anda, anda bos saya bukan?
Denny: Bukann.
Purbaya: Saya ngga perlu lapor sama anda kalau begitu.
Denny: Cuma kan masyarakat itu pengen tahu apa kek komunikasi ini terjadi.
Purbaya: Kita jalankan sepenuh mungkin dengan batasan yang ada.
Kalau kamu bingung gimana cara membawa diri di tempat kerja,
nih, kenalin CHOKY SITOHANG.
TOP GLOBAL NGOLAH
Dari 1 konten videonya aja, banyak pelajaran yang bisa kita catat.
1. 00:13 "Kita kan menyesuaikan jadwal abang"
Kalau ditanya kapan mampir, atau ketemuan dengan seseorang yang "mungkin" lebih tinggi pangkat, status sosial, atau at least kamu hormati, kamu bisa pake kata-kata ini.
2. 00:21 "Bang, saya izin laporan ke yang bersangkutan"
Ini dipake ketika ingin menyudahi percakapan atau small talk tapi dengan cara yang halus.
3. 00:27 "Assalamualaikum, shallom, namo budaya, salam kebajikan"
Konteksnya karena di dalam ada bebeberapa orang dengan berbeda keyakinan, jadi sekalian sapa dengan salam sesuai kepercayaan mereka.
4. 00:45 "Akhirnya kita kenal juga, bang Asep"
Orang itu bakal lebih senang kalau kita tau nama dia, even baru pertama kali jumpa. Bisa baca name tag seandainya kamu benar-benar have no idea siapa nama dia.
5. 01:04 "Kapolres mohon izin, terima kasih Panglima, terima kasih Kapolda"
Detail kecil tapi berarti, untuk kasi respect ke orang yang kamu hormati. Misal di kantor dibeliin pizza sama bos, nah kamu bisa pake ini. "Bos, makasih ya pizzanya. Izin saya ambil, ya."
Siap buat ngolah? 😅
Xi Jinping, tetap menggunakan bhs Cina saat menjamu Trump. Itu bukan kelemahan. itu kebanggaan identitas lokal, tak mau tunduk sama penjajahan bahasa
kita, hampir 100 tahun merdeka masih mendewakan bhs inggris. Ga pejabat, ga rakyat, masih minder dan merasa inggris yg terbaik
laki jawa untuk laki jawa:
kalau bisa tak usah menyematkan namamu jadi nama belakang anak / istrimu
kata feminis, itu patriarki laten warisan budaya asing dan feodal
rakyat jelata jawa kuna tidak pakai marga
Tiada bantahan dalam opini ini, komunitas ini bisa besar karna ada kritik dari penonton yang pasti baik untuk perkembangan kami.
Terima kasih semuanya.
Sekaligus mau info salah satu cara kami untuk terus melahirkan komika perempuan yakni dengan menghadirkan mereka, mari.
“Jelek banget endingnya,” saya sempet baca ada yang comment gitu tentang film Tunggu Aku Sukses Nanti.
Penilaian itu kayaknya karena yang comment berharap Arga (@ArditErwandha) akhirnya bisa memenangkan kompetisi sukses antar keluarga. Bisa lebih sukses, lebih kaya, bisa ngebeli omongan orang yang nyakitin hati. Heroik ya.
Tapi kenyataannya endingnya nggak gitu. Saya justru suka banget sama endingnya.
Menjelang akhir, ada momen yang membuat Arga seolah dituntun melihat lebih dalam apa yang sebelumnya hanya tampak di permukaan, hingga dia bisa melampaui kata-kata yang sebelumnya dirasa menyakiti hati.
Dalam kompetisi, banyak yang mikirnya cuma ada 2 kategori, yaitu kalah atau menang.
Padahal ada kategori 3. Apalagi ini kompetisi sukses antar keluarga.
Kategori 3?
Iya. Kategori 3 adalah kita dengan sadar memilih keluar dari kompetisi, berhenti berkompetisi. Hop, wis cukup.
Hanya dengan begitu barulah kita bisa sesungguh-sungguhnya menang.
Ada bangau merah di halaman,
Ada juga Sanji dan Zoro lagi bersalaman.
Di hari suci penuh kemenangan,
Mari saling maaf dan eratkan persaudaraan.
Selamat Idulfitri 1447 H✨
Mari meneguhkan ukhuwah dan menebar kebaikan🙏🏻😇
#Muhammadiyah#SiapLebihAwal#Idulfitri
Pelaku dari Dantim BAIS TNI.
Mandat utamanya alat pertahanan negara, tapi malah jadi kriminal jalanan.
Pd akhirnya, 4 manusia ini akan diadili via pengadilan militer. Lalu bikin alasan2 patriotis. Hukuman ringan saja. Dan tidak akan pernah terungkap siapa dalangnya.
Klise.
Red Bull Sudah Mengumumkan Secara Resmi
Veda Ega Pratama, 17 tahun, asal Gunungkidul menjadi pembalap Indonesia pertama dalam sejarah yang menjadi atlet Red Bull!
🎥: Red Bull
Sudah siap memaksimalkan Bulan Ramadan untuk ibadah yang lebih baik?
#SiapLebihAwal dalam sehala hal perlu kita lakukan, supaya ibadah dan semua kegiatan selama Ramadan berjalan dengan baik dan penuh berkah.
#Ramadan1447H#Muhammadiyah#islamBerkamajuan
Malah menurutku, pemberian status PNS pd atlet2 berprestasi yg sudah berlangsung puluhan tahun harusnya mulai dipikirkan utk dihentikan.
Jadi bergeser ke misalnya penyaluran kerja produktif ke BUMN atau BUMD. Atau ada skema pemberian tunjangan hari tua atau dana pensiun berbasis prestasi. Atau pemberian beasiswa pendidikan agar atlet punya keahlian lain setelah gantung sepatu.
Paradigmanya mungkin bisa beralih dari "belas kasihan negara" kpd atlet melulu dgn cara memberikan kursi PNS menuju sistem perlindungan sosial dan penghargaan yg lebih terstruktur dan sustainable.