“Ini plat B bikin macet aja di kampung ini, gak ada etikanya! Emang orang kota enggak tau sopan santun! beda sama orang kampung sini!”
Eits bentar dulu Zulpikar 🙏🏼
Itu kan kendaraan plat B punya orang yang ngerantau ke kota dan mereka berasal dari kampung lu juga.
Jika Mahkamah Konstitusi membekukan UU Cipta-Kerja utk diperbaiki selama 2 thn ke depan, ini membuktikan bahwa sikap kritis-korektif thd Pemerintah tidak perlu ditanggapi sebagai “melawan”/“anti-Pemerintah” tetapi sebagai sikap positif memperbaiki jalannya Pemerintah.
Business, society, and the #economy were all devastated by the #pandemic.
Here's what we can expect from the recovery this year.
Discover more 2021 trends: https://t.co/MDKeQB9qod
Di Jepang yang sudah sangat ideal soal hak cipta, suara ninu ninu palang kereta api itu dianggap komposisi. Yang bikin dapet royalti itu tiap palang ninu ninu. Kebayang gak? Masih jauh emang, supermarket aja udah pada protes, yang bayar juga bukan dia.
OMNIBUS LAW, benarkah mengancam hak rakyat ?
Gw tau temen temen gw disini dari berbagai latar belakang dan kelas sosial ekonomi yg gw percaya punya padangan masing masing terkait hal ini. Gw mau tau dong pendapat kalian.
@astuty_zu@susipudjiastuti Setau saya bukan dikoreksi dengan permen, perpres, perpu,dll. Tapi di atur detail penerapannya di lapangan pada berbagai peraturan tersebut nantinya mba.
Mohon koreksi jg jika ada yg kurang tepat
Kurang lebihnya kalo ada informasi yg gw sampaikan salah mungkin bisa dibantu koreksi, dengan keterbatasan kemampuan gw jg manusia yg bisa salah :)
#SalamDemokrasiBeretika#IndonesiaDaruratLiterasi
Terlepas dari sisi negatif omnibus law, masih bisa kita revisi. Kalo dianggap omnibus law tidak benar, kita bisa lawan produk hukum dengan hukum. Bisa judicial review, gaperlu anarkis ngerusakin fasum. Rakyat capek capek bayar pajak, itu fasilitas bisa rusak cuma krn sehari demo