Aneh ga sih?
Tujuan MBG itu untuk anak-anak sekolah.
Tapi ketika Dapur MBG dihentikan bahkan kalaupun cuma sementara, yang marah bukan anak-anak sebagai penerima Makan Bergizi Gratis.
Yang marah malah yang punya Dapur.
Mode SOMBONG partai @Gerindra
๐ด 2015 "Dollar hampir 14000 tanda kegagalan pemerintah."
๐ด 2018 "padahal presidennya bukan Prabowo"
SEKARANG 18.000 DAN NAIK TERUS
Gerindra & gangs pun sibuk cari alasan.
Padahal Pak Anies Baswedan ngomong baik-baik tapi wowo jawabnya selalu ngegass dan ngeledek, udah gitu ga nyambung lagi!
Ini voter 02 beneran 58% kah? Serius sebanyak itu orang bodoh di negeri ini?
Ah, kebetulan sekali anda menanyakan. Kami juga ga akan bosan-bosannya untuk mengunggah Arsip Nasional ini.
Ini kalau ada buzzer yang komen, "alah, video dipotong-potong aja jadi bahan cemoohan." bakalan epic banget sih.
Monggo buzzer-buzzer. Pegawe embege juga monggo~
di saat rupiah anjlok 1 USD: 17.720, prabowo tetap pertahankan program MBG. sedangkan habibie memilih mengubur mimpinya untuk pesawat N250, demi stabilitas ekonomi indonesia.
"saya mengalah untuk menang, yang menang itu siapa? rakyat" (Habibie)
sederhana tapi prabowo ga bisa
Bagaimana rupiah mau kuat?
Ketika pemilihan deputi gubernur BI saja jauh dari meritokrasi
Masih ingat? Ada 3 kandidat:
1) Dicky Kartikoyono, pengalaman 31 tahun di BI
2) Solikin M. Juhro, pengalaman 32 tahun di BI, ahli moneter, banyak nulis jurnal dan buku
3) Thomas Djiwandono, S1 Sejarah, pengalaman 1,5 Wamenkeu dan puluhan tahun jd keponakan presiden
Tau kan endingnya yang terpilih siapa?
Matinya kepakaran.
Makmurnya koncoisme dan familiisme
Yang bilang Koperasi Merah putih ini akan rugi, banyak yang tutup karena sepi pembeli?
Anda salah besar.
Justru ini model bisnis paling menguntungkan nomor dua di dunia setelah dapur MBG.
Kenapa?
Karena kalau benar dugaan bahwa belanja harian pemda dan perangkatnya kelak diwajibkan ke KMP, maka risikonya bukan lagi ditanggung oleh logika pasar, melainkan oleh anggaran negara.
Jadi KMP (dan dapur MBG) tidak akan pernah rugi.
Yang rugi cuma kita, pembayar pajak yang dipaksa menanggung eksperimen bisnis negara yang menggerogoti APBN.
Padahal masih banyak kebutuhan rakyat yang jauh lebih mendesak, mulai dari sekolah rusak, puskesmas kekurangan alat, sampai pembangunan di daerah 3T.