Kalian harus nonton ini.
"Indonesia sedang tidak baik-baik saja" di ํฌ๋ฉ KLAB dari KBS, media Korea.
Professor Youngkyung Ko dari Yonsei bilang:
1) IHSG ambruk, terburuk di Asia
2) Rupiah melemah, tapi efek ekonomi dalam negerinya sangat parah, dibanding negara lain yang mata uangnya lemah juga
3) Danantara, tidak ada transparansi, peluang cuci uang lewat patriot bond,
4) MBG makan anggaran sangat besar, pemborosan. Dengan pengelolaan ngawur. Keracunan di mana-mana
5) Korupsi yang dilakukan BGN dalam tata kelola MBG, dari konflik kepentingan dan pengadaan.
Kamu tau gk?
Di Singapura, AQUA (600 ml) harganya 15 ribu ๐
terlihat lebih mahal tapi kalau kita lihat lebih detail:
๐ธ๐ฌ Singapura
- Gaji rata" = 70 juta
- Harga AQUA = 15 ribu
Maka, dengan gaji di Singapura bisa beli 4.785 botol
๐ฎ๐ฉ Indonesia
- Gaji rata" = 3,3 juta
- Harga AQUA = 4 ribu
Maka, dengan gaji di Indonesia CUMAN bisa membeli 825 botol
Banyak yang bilang,
"Gaji di Singapura memang tinggi, tapi biaya hidupnya juga tinggi."
Padahal, di Indonesia malah lebih lucu
Biaya hidupnya tetap terasa mahal, tapi pendapatan masyarakatnya jauh lebih rendah
Ini berarti Wakil Presiden Republik Indonesia NYUAP? Bukannya SUAP ini termasuk KORUPSI ya? ๐ค
BERARTI WAKIL PRESIDEN KITA TERLIBAT KORUPSI DONG YH? WADDUUUHH... ๐ค๐ซต๐ซต
SEKALI LAGI, BERARTI KALO BENER NYUAP, WAPRES KITA KORUPSI DONG??? ๐คโ๏ธ
@0331eps83@txtdrimedia Kalo dapetnya gimana sy kurang tau kak, tapi kenapa bisa dapet? Setau saya didata dari rw nya kak, tapi ndak setiap hari dapet, cuma seminggu sekali cmiiw ๐
Presiden kita ini benar benar tidak punya rem untuk tidak mengambur hamburkan uang negara. Coba istana jelaskan ke rakyat secara gamblang tentang hasil nyata dari tiap kunjungan yang dilakukan hampir tiap minggu melawat ke luar negeri? Berapa anggaran negara yg dihabiskan hanya untuk berpergian? Pantaskah itu dilakukan saat rupiah terpuruk terhadap dollar, harga saham merosot dan remuk di mata investor, serta banyak rakyat sedang kesulitan ekonomi karena harga harga kebutuhan yang makin mahal? Apa tidak ada orang di sekeliling presiden yg bisa menasehati agar pak Prabowo lebih punya empati, hingga mendahulukan bekerja berdasarkan prioritas dan akuntabilitas?
Dengan logika yang sama, harusnya:
- Maling bisa minta keringanan hukuman karena tangannya lecet pas memanjat pagar.
- Penipu boleh minta keringanan karena jarinya pegel ngetik chat tipuannya.
- Pembakar hutan minta keringanan hukuman karena matanya perih kena asap.
Dasar aneh.
Pelaku tidak otomatis menjadi korban hanya karena ikut merasakan konsekuensi kecil dari tindakan yang sengaja dia lakukan sendiri.