Pengendara Hadang Mobil Pakai “Pistol Koboi” di Rantau Bais, Diduga Oknum: “Kalau Main Hakim Sendiri Dibolehkan, Saya Mau Beli Senpi”
Keterangan lengkap 👇
https://t.co/8T6O6O8OxV
Dari dulu juga PPh badan (PT, CV, dll.) emang begitu:
* Pasal 31E UU PPh omset <=50 miliar, maka PKP (laba) s.d. 4,8 miliar dikenakan 11%, selebihnya tarif normal 22%.
* Kalau omset >50 miliar, kena tarif normal 22% dari PKP (laba).
* PT Tbk kena tarif 19% dari PKP (laba).
* Lalu ada fasilitas khusus UMKM dgn omset <4,8 miliar itu bisa pakai tarif 0,5% dari omset.
Nah pemerintah cuma merevisi fasilitas UMKM jadinya cuma bisa untuk WP pribadi atau PT perorangan aja, demi menutup celah legal yang bisa dipakai oleh non UMKM. Sebelumnya pengusaha bisa buat banyak PT untuk pecah omset supaya masing-masing tetap <4,8 miliar jadi pakai PPh UMKM, padahal secara group itu sudah pengusaha skala besar.
Dengan berlakunya peraturan pemerintah nomor 20 tahun 2026
Badan usaha dalam bentuk pt atau cv dikenakan pph badan 22% dari laba bersih sekali lagi dari LABA BERSIH dan 22%
ditengah biaya operasional naik gara gara USD, PPH ini bikin makin mencekik para pelaku usaha ajgggg
Njir, udah gede masih ngadu ke mamak. Kebayang pas kecil kayak gimana, pasti bikin emosi banget.
Kalau di luar kelakuannya masih kek gini trus gk bawa mamaknya, bisa berabe sih