Katanya Danantara adalah senjata pemerintahan Prabowo untuk mendorong ekonomi nasional.
Menggandeng taipan-taipan nasional, menggarap proyek-proyek hilirisasi. Proyek-proyek "kotor" dan ekstraktif yang akan mengancam kehidupan masyarakat di sekitar proyek, serta lingkungan hidup di dalamnya.
Video selengkapnya dapat ditonton di - https://t.co/JjDmtbRhGR
#Danantara #Tambang #EnergiKotor #ProjectMultatuli
Jumbo mecahin rekor sebagai film animasi Indonesia dengan penonton terbanyak sepanjang masa, dan sesuai pribahasa; semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpa.
Angin-angin ini berbentuk kritik orang tua yang mulai mempertanyakan kehadiran hantu dalam film anak-anak.
Bahkan ada yang bilang ini film musyrik.
Angle kritik ini dipakai banyak orang tua yang lelah menjelaskan ke anak bahwa orang yang sudah meninggal itu tidak akan bisa muncul lagi sebagai arwah.
Pertama, kita sepakat prodak storytelling itu tidak ada yang sempurna dan selalu ada ruang untuk tumbuh. Ngejar sempurna mah mungkin Jumbo ampe 50 tahun lagi juga belom tayang.
Kedua, dalam film, selalu ada angle yang bisa dikomentari; plot, adegan-adegan yang ingin menyisipkan nilai baru, kualitas visual, audio, dsb.
Jadi, sah-sah aja kalau ada yang datang dengan argumen ‘hantu di dalam film anak itu ngajarin musrik!’
Tapi kalau mau ambil angle itu, kita harus fair dengan produk storytelling yang pernah ada dan punya muatan serupa; Lion King ada arwah bapaknya dateng lewat awan, Coco sebagian besar plotnya di alam barzah, Casper cerita tentang hantu baik, Tuyul dan Mbak Yul tentang tuyul insyaf.
Kalau kita selalu merasa produk storytelling ini adalah masalah, jangan-jangan kitalah yang bermasalah dalam menyerap sebuah konsep dan sulit mengkomunikasikannya ke anak. Kesalahan cara berpikir punya dampak lebih serius karena sifatnya turun temurun.
Emosi anak itu campur aduk, jadi kalau misal Film Coco menggambarkan fakta bahwa suatu hari kita akan kehilangan keluarga, anak akan merasakan takut akan kehilangan, lalu berharap bisa bertemu dengan orang tuanya dengan menembus alam barzah lewat genjrengan gitar.
Buat gue, Ini adalah emosi yang perlu divalidasi, bukan dicut dengan langsung menjejali anak soal kuliah hidup setelah kematian.
Sisi luar biasa dari produk storytelling adalah mereka menyampaikan kebenaran, dengan cara-cara yang barangkali gak mungkin terjadi di dunia nyata, sehingga kita berani untuk punya harapan sekali lagi.
Mainan gak bakal hidup kayak di film Toy Story, tapi merasa tergantikan akan dialami semua orang seperti Woody yang takut digantikan kehadiran Buzz.
Ikan gak bakal nyari anaknya kayak di film Nemo, tapi keluar dari zona nyaman karena suatu insiden akan dialami semua orang seperti Marlin yang harus melintasi samudra demi Nemo.
"AKU BARUSAN narik uang di ATM, dan kayaknya ini yang terakhir. Hehehe. Apa bisa pinjam dulu? Nanti kuganti kalau footage drone udah laku."
Apa kamu masih ingat pesan itu?
Kukirim sekitar Juni 2015 dari Merauke. Di depan ATM Mandiri. Persis di tengah perjalanan Ekspedisi Indonesia Biru. Aku dan Ucok sedang syuting "The Mahuzes".
Itulah jarak terjauh denganmu saat itu. Tentu saja ini didramatisasi, karena kita juga pernah terpisah sejarak setengah lingkar bumi. Tapi hanya 1-2 purnama. Kali ini 12 purnama.
Aku ingat kamu selalu mengancam: "Pokoknya kalau sakit, aku jemput pakai truk. Motornya masukin truk dan pulang."
Saat kamu mengizinkan perjalanan itu, syaratmu memang hanya satu: jaga kesehatan. Maka ketika dua pekan terkapar di Gorontalo, aku gak pernah cerita. Takut kamu jemput paksa :)
Sebab kamu tahu, kehabisan bekal tak akan menghentikanku. Sepanjang masih ada stasiun TV yang mau beli gambar siluet keindahan Indonesia untuk acara "adzan maghrib", semua akan baik-baik saja.
Di perjalanan kedua, syaratmu masih sama: "Asal ini ekspedisi terakhir, ya. Kamu udah gak muda lagi".
Aku mengiyakan, meski tak setuju alasannya. Mas Farid Gaban melakukan Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa umur 49 tahun dan mengulanginya di Ekspedisi Indonesia Baru saat usianya 60 tahun.
Tapi tak akan kubantah kamu. Yang penting dapat izin. Apalagi setiap ketemu orang, yang dipuji ya selalu kamu: "Hebat ya istri dan keluarganya mendukung".
Saking cemburunya, kadang aku menimpali: "Kalian gak tahu aja, perbuatan-perbuatan baik apa yang telah kulakukan untuk dapat izin".
Kini aku gak tahu apa masih sanggup melakukan perjalanan-perjalanan seperti itu. Meski kali ini tentu tak perlu izinmu :)
Tapi dalam setiap perjalanan, disaat-saat terlemah dan terjauh, kamu akan membantu dan menyemangati dengan caramu. Dengan ancaman truk.
Ancaman terindah yang pernah kuterima. ***
🎙️ Eric Cantona: “Defending Palestinian human rights does not mean you are pro-Hamas. Saying “Free Palestine” does not mean that we are anti-Semitic or that we want the disappearance of all Jews.
“Free Palestine” means freeing Palestinians from the Israeli occupation that has deprived them of their basic human rights for 75 years.
“Free Palestine” means stopping locking up 2.3 million Palestinians in the world’s largest open-air prison, half of whom are children.
“Free Palestine” means ending apartheid imposed by the Israeli government.
“Free Palestine” means giving Palestinians control of their country’s major infrastructure." 🇵🇸
PANDUAN RINGKAS PROSES PEMBUATAN FILM
Bagaimana proses terjadinya film dari mulai ide sampai bisa ditonton?
A THREAD
/Disclaimer: pembuatan film adalah proses yang kompleks. Utas ini dimaksudkan sebagai pengenalan ke proses pembuatan film dan bukan panduan utama/
Proses pembuatan film bisa dibagi menjadi enam fase, yaitu:
I. FASE PEMUNCULAN IDE (IDEATION)
II. FASE PENGEMBANGAN SKRIP (DEVELOPMENT)
III. FASE PRA-PRODUKSI (PRE-PRODUCTION)
IV. PRODUCTION (SHOOTING)
V. POST-PRODUCTION (PASKA PRODUCTION)
VI. MARKETING DAN DISTRIBUSI
Kita bahas satu-satu yuk:
I. FASE PEMUNCULAN IDE (IDEATION)
Sering tiba-tiba kepikiran ide cerita yang kalian pikir bisa jadi film keren? Mungkin aja. Ide cerita bisa dibagi dua menurut sumbernya:
Ide Cerita Original (bisa muncul dari renungan, mimpi. khayalan, sakit hati, dan sebagainya)
Adaptasi dari materi yang pernah dipublikasikan seperti novel, cerpen, series, film, dan sebagainya)
Ide cerita bisa muncul dari dalam production house (PH) yang memproduksi film atau dari luar. Beberapa PH punya departemen penulis yang disebut juga ‘Writer’s Room’ yang tugasnya termasuk melahirkan ide-ide cerita.
Untuk bisa dipresentasikan ke produser, investor, etc, ide cerita harus dirumuskan dalam bentuk LOGLINE yang artinya ‘gagasan cerita’ berupa satu kalimat yang biasanya berisi:
KARAKTER UTAMA + DUNIANYA + TUJUANNYA
(tidak harus runut)
Contoh:
Pengantar rol film di sebuah kota yang penuh kejutan berusaha mengantarkan rol filmya tepat waktu untuk mendapatkan nama gadis yang ia taksir di bioskop. (Janji Joni)
Seorang pembunuh serial membuat dirinya amnesia supaya bisa menikmati dikejar-kejar keluarga korbannya di sebuah hutan. (Modus Anomali)
Seorang perempuan bertekad membuktikan siksa kubur tidak nyata dengan menguburkan dirinya bersama jenazah orang yang sangat berdosa. (SIksa Kubur)
Ayo kota uji, kalau beberapa hari lalu saya tandingkan antara Ganjar VS Kotak Kosong, dan Kotak Kosong menang telak 98,5%.
Sekarang ANIS BASWEDAN VS KOTAK KOSONG. Tentukan pilihanmu!
Kotak Kosong (1) : LIKE
Anis Baswedan (2): RETWEET
Alhamdulillah akhirnya setelah 3x percobaan tes TOEFL iBT, akhirnya nyampe juga target score. Di sini aku mau berbagi :
✨ Tips Belajar TOEFL ala Aku ✨
Di sini krn aku 100% belajar mandiri tanpa les, aku mau berbagi tips buat kalian yg jg ngejar skor toefl juga.
What Happens If You Plant A Tree Every Day For 37 Years? You Get A Forest Twice The Size Of Central Park |..In 1978 Jadav Payeng began transforming Majuli Island, India (in the Brahmaputra river) into a forest reserve now home to animals, birds, and plants.
⤵️Thread #ahemENVIRO