Urutan belajar berbahasa, mau bahasa ibu dari bayi, atau bahasa asing.
1) Mendengar tanpa tahu artinya, tapi setidaknya mulai menabung kosa kata bahasa.
Bayi cuma bisa mendengar. Kita waktu belajar bahasa asing pertama kali juga denger doang, gak ngerti artinya.
2) Bicara tanpa makna, bisa menirukan apa yang kita dengar, mulai ngerti logat dan aksen. Cara mengucapkan kosa kata.
3) Mendengar dan mengerti makna, balita mulai bisa disuruh duduk, atau kalau dipanggil datang ke ibunya.
Versi dewasa, ngerti kalau ada orang Korea bilang "감사합니다" itu terima kasih.
4) Bicara bermakna dengan menyusun kata, mulai bisa menyampaikan maksud dengan baik.
"Mama, aku lapar, mau makan nasi."
5) Membaca dan menulis tanpa makna, belajar kenal huruf, alfabet, hijaiyah, hanzi, hangeul. Apa pun itu.
Bisa mengucapkan apa yang tertulis. Walaupun belum mengerti maknanya.
Contoh nyata, orang ngaji yang bisa baca-tulis Quran, tapi gak tahu makna apa yang dia baca tanpa terjemahan.
6) Membaca bermakna, mulai mengerti arti tulisan dengan maknanya, mulai dari kata-kata, lalu kalimat sederhana.
7) Menulis sederhana bermakna, mulai bisa menuliskan kata, lalu lanjut dengan kalimat.
8) Bicara komprehensif sederhana, berargumen dengan lawan bicara dengan komprehensif, bisa berdebat, berpendapat sederhana.
9) Membaca komprehensif sederhana, mulai mengerti paragraf, lanjut dengan rangkaian paragraf, dongeng sederhana, cerpen.
10) Menulis komprehensif sederhana. Bisa mulai mengarang cerita sederhana, menuliskan kegiatan sehari-hari di buku harian.
11) Membaca, menulis, dan bicara komprehensif menengah. Bisa memahami, menceritakan, merangkum dari apa yang dia baca. Membuat kerangka karangan sampai jadi cerita.
12) Saya bagi, karena setara:
a) Bicara di depan publik, dengan percaya diri, lancar, tidak terbata-bata, dan bisa meyakinkan publik.
b) Menulis ilmiah: Mulai dengan membaca literatur, menuliskan latar belakang, ide, pengolahan data, analisis, dan kesimpulan.
c) Menulis sastra: Menulis puisi, cerpen, novel, yang bisa membuat pembacanya tertawa, sedih, terharu, tergerak, bahkan trauma.
***
Menulis adalah salah satu puncak kemampuan berbahasa.
Terus, "Kenapa saya harus menjelaskan ini semua kepada seorang dokter", itu di luar nalar saya.
Buat yang beranggapan kemampuan menulis itu enggak penting…
Hanya ada 1 kelas yang diharuskan untuk seluruh siswa semester satu di Harvard University, yaitu:
Kelas menulis.
Sensor buku apapun itu tanda bahaya, tanda mulai ada represi buat gerakan intelektual. "Itu kan cuma buku novel BL", awal pergerakan Nazi juga bakar novel fiksi yahudi, pembakaran buku pertama dilakukan terhadap buku tentang transgender. Semua bentuk sensor mengekang kita semua.
Circles💜
*a new song gift to fans for the 8th anniversary
Fly 💙
*a gift to fans who miss #MOONBIN💙
Jinjin i can’t thank you enough for always doing this for us!!😭😭😭
You're indeed the bestest leader of all!!
#진진#JINJIN#아스트로