Yes bener, jaringannya lebih kecil.
Setelah 6 tahun membangun jaringan sensor kualitas udara Nafas, kami harus mengambil keputusan yang sangat berat.
Kami harus mengecilkan jaringan kami.
Bukan karena datanya tidak penting. Tapi karena pendanaan untuk jaringan ini tidak cukup. Kami sudah berusaha keras. Cari funding, cari sponsor, cari cara supaya jaringan ini bisa terus jalan. Tapi kenyataannya, membangun infrastruktur publik seperti ini butuh dukungan yang jauh lebih besar dari yang bisa kami tanggung sendiri.
Karena itu, kami mengubah jaringan sensor Nafas menjadi sebuah Yayasan - @yayasannafas . Artinya jaringan ini sekarang milik publik. Dan kalian bisa ikut menjaganya.
Ada 3 cara kalian bisa bantu:
1. Donasi langsung lewat Kitabisa (link di tweet berikutnya)
2. Sponsori satu sensor. Bisa patungan bareng komunitas kalian.
3. Ajak perusahaan kalian untuk sponsori kampanye kualitas udara.
Kalau kalian tertarik sponsori sensor atau kampanye, DM saya langsung - bisa disetup untuk sensor2 tertentu.
Kami sudah kasih yang terbaik selama 6 tahun ini. Sekarang kami butuh bantuan keluarga digital kami.
Kalau kalian nggak bisa donasi, bantu share ke orang yang mungkin bisa.
Itu sudah sangat berarti. 🙏
Warisan terbaik orangtua kepada anaknya adalah kemandirian, kemampuan menyelesaikan masalah, tanggungjawab, keberanian mencoba hal-hal yg baru, dan yg terpenting ialah rasa percaya diri.
Yang ngejekin sukatani bikin video minta maaf pasti belum tau rasanya ditangkep, dibawa pake mobil isilop, dikelilingin serse di kantor polisi, diancem pasal macem2, dipaksa tanda tangan BAP. Masuk kandang wercok kemerdekaan lo auto ilang dn emg gt kenyataannya #ACAB
Biasanya, ada 4 alasan kuat parpol dalam memilih kandidat kepala daerah:
1. Popularitas/elektabilitas
2. Kapabilitas
3. Kapasitas
4. Isi tas.
Poin 4 memgang peran penting 😄😄
Dulu pas awal punya anak, aku janji ke diri sendiri, untuk ngasih 5 privileged ini ke anakku.
1. Bapak yang sholat 5 waktu
Semakin tua semakin sadar, cara kita hidup biar lebih tenang & bahagia ya berpasrah terhadap hal2 yg kita ngga bisa kontrol & dihal2 itu, kita pasrahkan ke Gusti.
& Sholat 5 waktu menurutku, adalah cara menunjukan kepasrahan & keimanan kita ke Gusti. Sholat baik = Hidup baik. Dan kalo aku bisa menurunkan ini ke anakku, tentu hidup anakku akan baik. Separuh permasalahnnya di dunia beres.
2. Bapak yg sehat.
Aku banyak kehilangan momen penting bareng bapak, karna bapak yang sakit2an. Jadilah aku wajib sehat.
3. Pelukan & Ciuman
Di 2tahun pertama kehidupan anakku, aku banyak memberikan peluk & cium. Dan ternyata ini bener2 ngaruh ke anakku, anakku tumbuh jadi anak yang lebih percaya diri & eksploratif.
Salah satunya ya karna dia merasa dicintai & disayangi oleh orang tuanya. Salah satunya ya dengan perbanyak peluk & cium. Bahkan sudah jadi kebiasaan, diusia 2.5th ini, tiap pulang kerja anak langsung lari minta peluk & cium.
4. Finansial & Waktu
Hal yg terbaik yg bisa kita kasih ke anak adalah waktu. Tapi untuk bisa memberi waktu "dengan tenang" kita butuh finansial yg sehat.
Jadi dua hal ini menurutku tidak bisa dipisah. Waktu & uang sama2 pentingnya.
5. Udara bersih dari asap rokok.
Tidak perlu dijelaskan karna sudah cukup jelas.
Share dong privileged apa yg bapack2 sekalian pengen kasih ke anak di kolom reply⬇️⬇️⬇️
1 Milyar kalo dibeliin ORI025 fixed rate 6.4%/Tahun Jadi 1.343.427.400 dalam 6 tahun.
Kalo di rata-ratain per bulan, ada passive income 4.9jt per bulan.
Ngliat berita anak nge bully teman sekolah, padahal ortunya baik dan peduli keluarga.
Yang begitu, sangat bisa terjadi. Biasanya karena anak kena pengaruh lingkungan dan sosmed, sementara ortunya kurang aware/anaknya ngumpet-ngumpet.
Masuk remaja, pengaruh lingkungan dan sosmed makin besar.
Apa yang bisa dilakukan orangtua?
1. Pastikan ortu jangan kalah dekat dibanding teman2 dan sosmed. Banyakin ngobrol, bangun situasi dimana si remaja mau berbagi cerita dari hal kecil hingga besar.
2. Pastikan ortu memiliki karakter yang di-respect oleh anak sehingga si remaja mau mendengar apa kata ortu. Jangan cuman bisa nasehatin tapi kelakuan bertentangan.
3. Jika ada yang sikap/pandangan si remaja yang ga sesuai value keluarga, dicari akarnya dan dikoreksi SEGERA. Jangan nanti-nanti, ntar keburu basi dan ketumpuk isu lain.
4. Ortu harus punya ilmu, supaya bisa mengimbangi obrolan anak. Jika ilmunya kurang, bantu si anak ketemu ahlinya yang kita percaya. Misal: Anak mau diet ketat, dikasitau ortu tentang gizi kok ndak nurut. Ketemukan dia dengan nutrisi untuk ngasi tau yang bener.
5. Kalau dulu ada ungkapan "santai aja, anak pasti mencontoh orangtuanya, yang penting kelakuan kita layak dijadikan contoh"
Unfortunately, di era sosmed ini, JADI CONTOH SAJA TIDAK CUKUP, ORTU HARUS AKTIF MEMBANGUN DIALOG. Meluruskan cara pandang yang salah dan mengaktifkan kognitif anak supaya kedepan mereka bisa mikir dengan bener.
Kenapa jadi contoh saja ga cukup? Kenapa harus intens membangun dialog? Karena lawan kita adalah sosmed, WA dll yang berkomunikasi intens dengan anak-anak hampir 24 jam.
6. Carikan lingkungan yang baik dan perhatikan betul lingkungan tempat anak kita kumpul.
Hanya karena sekolahnya religius, bukan jaminan lingkungannya bener. Hanya karena lingkungannya elit, bukan jaminan manusianya pasti terdidik.
7. Kalo ngos-ngosan dengan enam ikhtiar di atas, jangan lupa serahkan pada gusti Allah, yang maha memelihara semua mahluk dan yang membolak-balikkan semua hati. Doakan saja semoga Allah selalu menjaga mereka.
8. Last but not least, ditengah dunia yang keras, tetaplah lembut. Karena anak-anak butuh rumah untuk mereka pulang, merasa aman dan tenang. Rumah itu adalah ... orangtuanya sendiri.
.
.
.
*Catatan dari seorang ibu dengan anak remaja yang kadang ngos-ngosan juga menemani anak tumbuh di era sosial media*
Ya inilah politik... Beda dulu, berbeda sekarang.
Ada yang tumpengan di IKN dan mendukung 3 periode jabatan sekarang menolak IKN. Ada bermasalah di Kendeng & Wadas, dan ada Menkopolhukam yang mengkritik tata kelola hukum yang dia bawahi. Lalu ada anak muda yang melangkahi Undang-Undang dan ex Jenderal yang dahulu begitulah... Mereka semua ada di lingkaran kekuasaan, dan ketika nanti ada di atas mereka akan di uji tentang kepemimpinan dan janji-janji mereka. Sedang kita di bawah akan terbawa arus menang-kalah, terbang-tenggelam. Ealah syu ashuuu...
SUDAHI GALAUMU. PAKAI BAJU PARTAIMU. DAN MARI MENGADUK SEMEN BERSAMAKU!!!
.@coldplay continues to support The Ocean Cleanup’s mission to rid the oceans of plastic by adopting their second Interceptor, Interceptor 020, aka Neon Moon II, to be deployed in Cisadane River in Jakarta. 🇮🇩
Sejujurnya gw sangat engga ngerti kenapa kita sering implementasi teknologi2 yang engga perlu2 banget.
- Face recognition buat tiket kereta
- LRT tanpa masinis
Ini ada istilahnya: Over-engineering, bikin teknologi yang engga perlu2 amat, mungkin biar keren kali ya 😅😅😅