raffi nagita nyadar ga si, LO ANCURIN SISTEM PEMERINTAHAN DIEM-DIEM DENGAN MASUKIN ORANG YANG GA KOMPETEN
AYOLAH MASSA BERGERAK, MASA IYA BUMN KOMISARIS DIISI MANTAN ASISTEN MEREKA????
Gibran ditagih 19juta lapangan pekerjaan:
“Saya menyarankan anak anak untuk belajar AI dan coding sedini mungkin, bahkan di pesantren pesantren sekarang mereka ngaji pun pake AI”
Host nya sampe shock denger jawaban Gibran, wajar sih dapet julukan bocah kosong
Pergeseran makna FWB lahir bukan hanya dari cara orang-orang menjalani hubungan ini, tetapi juga dari kebutuhan yg ingin dipenuhi.
Hubungan pertemanan yg organik biasanya dimulai dari kecocokan. Baik kecocokan persepsi, humor, ideologi, minat, termasuk seksual.
FWB isn't the problem. The problem is how people misunderstand it.
Kita sering melihat orang menggeser makna FWB. Baru saling follow, baru saling DM, atau bahkan baru kenal beberapa menit, lalu mereka menawarkan hubungan FWB dan mengajak staycation.
Dari fenomena ini kita bisa melihat bahwa ada banyak kesalahpahaman yang akhirnya dianggap sebagai sesuatu yang normal, khususnya oleh orang awam.
A Thread
"benefit" yg diberikan atau bahkan meminta secara langsung.
Maka menurutku FWB seharusnya lahir dari pertemanan yg intens, jujur, terbuka, dan saling menghargai. Bukan justru dipaksa hadir untuk memenuhi kebutuhan yg menggebu.