📚 CERPEN AI SERIES : 2 🔥
📌Judul : Mundus Anima
📖 Chapter 1
✨Genre : Ai-FI pastinya (Fiksi Ai)🗿👍 psychology,fantasy,mistery & sci-fi
Hujan neon di Kota Vesperalis tidak pernah benar-benar membasahi kulit. Itu adalah salah satu hal pertama yang LuVaLe alami ketika ia mulai bekerja sebagai Psyche Inquisitor*.
Hujan itu, yang berpendar dalam gradasi cyan dan magenta yang memuakkan, hanyalah residu visual dari Stratum Materialis** yang terus-menerus memproses data emosional jutaan penduduknya. Sebuah manifestasi dari melankolia massal yang diubah menjadi barisan kode Aether Tech (Technology manipulasi energi jiwa untuk di jadikan pasokan energi mesin).
Di kota ini, di mana gedung-gedung pencakar langit berlomba merobek langit hitam yang tak berbintang, realitas adalah komoditas yang bisa ditenun, dipotong, dan dijual kembali. Setiap tetesan hujan holografik yang jatuh melewati jendela apartemen adalah keluh kesah seorang pekerja pabrik, atau tangisan diam seorang anak yang terlahir dengan neural implant yang cacat. Vesperalis bukan sekadar kota; ia adalah mesin raksasa yang memakan kewarasan dan membuang neon sebagai kotorannya.
LuVaLe berdiri di balkon apartemen sementaranya di sektor 4, sebuah distrik kumuh di mana bau daging sintetis busuk dan pelumas mesin Aether bercampur menjadi parfum keputusasaan. Ia mengisap sebatang rokok sintetis, menarik asap kimia yang dirancang untuk meniru nikotin langsung ke paru-parunya. Asap itu terasa kasar, seperti menelan serbuk kaca, namun itu adalah satu-satunya sensasi fisik yang mampu mengalihkan perhatiannya dari suara bising di dalam kepalanya.
Matanya yang dingin, berwarna abu-abu baja dengan pupil yang telah dimodifikasi secara cybernetic untuk melihat spektrum radiasi Anima (anima = energi jiwa), Ia menatap ke jurang vertikal di bawahnya. Kendaraan Aether berdesing seperti serangga bercahaya, meninggalkan jejak cahaya yang memudar dalam hitungan detik Sebuah metafora yang pas untuk kehidupan manusia di Stratum Materialis.
Ia mengenakan mantel panjang berwarna gelap, terbuat dari serat karbon yang menyerap cahaya, kerahnya dinaikkan untuk menghalau angin buatan yang membawa aroma ozon dan kabel terbakar. Di balik telinga kirinya, implan sarafnya (sebuah port kromium yang tertanam langsung ke batang otaknya) berdenyut pelan, mentransmisikan data mentah langsung ke korteks visualnya. Ia sedang meninjau file kasus terbarunya.
Nama kasus nya: "Silent Fractures".
Ini bukan kasus pembunuhan biasa. Jika seseorang dibunuh di Vesperalis, tubuh mereka akan ditinggalkan di gang kumuh, dimutilasi oleh geng cyborg, atau dilarutkan dalam asam korosif oleh sindikat perdagangan memori. Tapi dalam kasus "Silent Fractures", korban tidak hanya mati; mereka dihapus. Eksistensi mereka dicabut secara brutal dari The Great Tapestry (‘kain” realitas tak terlihat yang ditenun dari Anima (energi jiwa kolektif seluruh makhluk) .)
Fenomena Fractures ini sendiri sulit dipahami bahkan oleh para ilmuwan paling cerdas di akademi Aether. Yaitu kondisi dimana sebuah Thread (benang keberadaan yang menyambung dengan seluruh realitas yang ada) seseorang putus dari Great Tapestry (keseluruhan realitas), orang itu akan menghilang tanpa jejak secara retroaktif. Catatan medis di database pusat lenyap. Foto-foto memudar menjadi putih kosong. Bahkan ingatan orang-orang terdekat mereka diatur ulang oleh mekanisme pertahanan alam semesta, lalu kekosongan itu di isi dengan rasionalisasi yang rapuh. Seorang istri mungkin saja akan tiba-tiba percaya bahwa dia tidak pernah menikah, menganggap cincin di jarinya sebagai perhiasan yang ia beli sendiri bertahun-tahun yang lalu. Seolah-olah para korban ini tidak pernah dilahirkan.
LuVaLe memejamkan mata, dan seketika itu juga, sakit kepala yang menusuk-nusuk tengkoraknya menyerang dengan intensitas seratus kali lipat rasa sakit biasa. Sebuah “Echo” (Gema Ingatan dari versi alternatif dirinya di lapisan realitas yang lain menembus firewall mentalnya.) Ia terhuyung ke belakang, mencengkeram besi balkon.
Penglihatannya tentang Vesperalis tiba-tiba digantikan oleh kilasan lanskap bersalju. Ia merasakan hawa dingin yang menusuk tulang, sama sekali berbeda dari udara pengap kotanya. Ia merasakan cengkeraman sarung tangan kulit di tangannya, memegang sebuah pedang yang terbuat dari cahaya biru murni (sihir), bukan plasma. Darah hitam pekat menetes di atas salju putih yang tak ternoda, dan di depannya berdiri seekor monster raksasa dengan puluhan mata yang menangis, monster tersebut sepertinya manifestasi dari rasa sakit & marah kolektif sebuah desa yang telah dibantai. Ia mendengar dirinya sendiri berteriak, Dengan raungan teriakan pertempuran kuno, saat ini ia mengenakan zirah pelat baja berat, bukan mantel serat karbonnya.
“ Tidak!!, itu bukan aku,” batinnya menjerit, memaksakan rasionalitas logisnya untuk mengambil alih kendali.
“ Aku LuVaLe. Psyche Inquisitor Tingkat Satu. Tahun 3142 AE. Kota Vesperalis. Aku nyata. Ini adalah duniaku.”
Ia kemudian mulai mengatur napasnya melalui teknik menangani hiperventilasi ala militer yaitu Tactical Breathing, ia mencoba menstabilkan “psyche”-nya (kesadaran & keberadaanya dala sebuah realitas) yang mulai retak. Semakin sering Echo ini muncul, semakin ia merasa seperti penonton di dalam kepalanya sendiri. luVaLe sadar bahwa Psikosis perbatasan (BPD) adalah risiko pekerjaannya, tapi ini lebih dari itu. Ini adalah fragmentasi jiwa.🤯
Setelah penglihatannya kembali normal dan lanskap salju memudar dan kembali menjadi gemerlap neon Kota Vesperalis yang menyedihkan, data dari markas besar kembali berkedip di retinanya.
Sebuah informasi tentang Korban fractures tersebut dikirimkan; seorang pria bernama Kaelen. Profesi: Teknisi Aether senior. Status: Dihapus dari The Great Tapestry sekitar empat belas jam yang lalu. Titik kordinat terakhir yang direkam oleh chip pemantaunya sebelum chip itu sendiri lenyap dari sejarah dan keberadaan adalah sebuah sektor mati di dekat perbatasan Stratum Velum ( Stratum ke 2 ; Lapisan dunia di mana sains dan sihir mulai menyatu satu sama lain, tempat di mana hukum fisika sering kali menyerah pada halusinasi kolektif.)
LuVaLe membaca profil psikologis Kaelen yang ia simpan dalam penyimpanan “LURING LOKAL” sebelum penghapusan itu terjadi (satu-satunya alasan ia masih tahu Kaelen pernah ada). Pemuda itu obsesif, brilian, dan menderita depresi Anima.
LuVaLe membuang puntung rokoknya ke udara malam, melihatnya terurai menjadi piksel-piksel cahaya beresolusi rendah saat bertabrakan dengan medan pelindung gedung sebelum mencapai tanah. Ia berbalik dan melangkah masuk ke dalam kegelapan ruangannya. Ia mengambil pistol Inquisitor-nya dari meja, memeriksa larasnya yang mengeluarkan pendaran Anima biru. Saatnya menyelam ke dalam kekacauan & keramaian kota Vesperalis. Ia harus menemukan apa yang menyebabkan terputusnya benang Kaelen, sebelum seluruh pikirannya hancur oleh Echo, atau bahkan lebih buruk lagi, sebelum helaian Trheadnya sendiri dipisahkan selamanya dari The Great Tapestry.
🎯 To be continued: chapter 2
====================================================
*Psyche inquisitor : Profesi paling bebahaya sekaligus paling di hormati di mundus anima, khususnya di stratum Materialis ( Lapisan Technology ) Mereka adalah Deteektif + psikolog + Reality hacker
**Mundus anima terbagi menjadi 3 stratum : 1. Stratum Materialis (lapisan dunia normal dengan Technology nya yang sangat maju)
⏳Latar belakang tahun 3142 AE : Pada tahun 3120 terjadi The Convergence - Experiment rahasia menggunakan Technology baru “Aeter tech” untuk membuka portal dimensi ke Stratum mythos (Stratum ke-3) pemicu Chaosnya Stratu Materialis, Orang-orang mulai banyak mengalami Echo dan bahkan Fractures.
@Xrhiyan Yang bikin gua bingung satu, tu kan dispenser bisa ngedinginin aer yak
Tus napa pake di kasih es batu
Mana masih dicolok lagi kabelnya
Mau buat manasin?
Hadeuh ini lebih
ANOMALI🗿
Nyoba bikin visualisasi sejarah Ai 👀
Tapi cuma 10 detik
Biar irit plus gratis
Pake @FlowbyGoogle
Ini prompt nya:
* Tag gua bisa kali kalo kalian make prompt nya🙃
" Video animasi 10 detik dengan gaya Vox-style historical documentary animation, fast pacing, sangat detail dan dinamis.
Semua elemen menggunakan gaya ilustrasi cutout / stiker kertas tangan digambar dengan bayangan soft drop shadow.
Alur cerita time-lapse 10 detik (tanpa voice over, tanpa watermark):
0–2 detik (Era Sejarah Awal – Vox Style VINTAGE):
Background kertas parchment tua dengan tekstur vintage, garis grid samar, dan lipatan kertas.
Muncul cutout mesin Turing dan komputer besar tahun 1950-an. Figur Alan Turing muncul.
Teks kecil “1950 – Turing Test” muncul singkat. Atmosfer sepia, coklat hangat, klasik.
2–4 detik (Era 1960–1990 – Vox Style VINTAGE):
Masih di background parchment tua. Cutout komputer mainframe, expert system, dan robot sederhana bergerak cepat.
Elemen muncul dan hilang dengan cepat menunjukkan perkembangan AI klasik.
Warna tetap earthy tone, sepia, dan krem vintage.
4–6 detik (Era 2010-an Deep Learning – Transisi):
Background mulai berubah secara smooth dari parchment tua ke permukaan yang lebih bersih dan modern.
Cutout GPU, neural network, AlphaGo, dan ImageNet muncul dengan cepat.
Gerakan semakin dinamis. Warna mulai mencerah sedikit.
6–8 detik (2020–2023 – Vox Style MODERN):
Background sudah modern: bersih, sedikit glossy, dengan aksen digital subtle.
Cutout ChatGPT, model bahasa besar, dan AI generatif muncul secara cepat.
Banyak elemen (teks, gambar, video) dihasilkan oleh AI dengan kecepatan tinggi.
Gaya cutout tetap ada tapi lebih tajam, modern, dan clean.
8–10 detik (Sekarang 2024–2026 – Vox Style MODERN):
Background modern full. Cutout AI multimodal, robot humanoid, AI video, dan jaringan global saling terhubung dengan garis cahaya.
Elemen bergerak sangat cepat dan ramai menunjukkan AI yang sudah sangat maju.
Freeze frame di detik terakhir dengan komposisi AI modern yang canggih.
Gaya animasi:
- Fast pacing sepanjang video
- Transisi style sangat smooth dari vintage ke modern di sekitar detik 5–6
- Gerakan cutout fluid, clean motion graphics
- Vintage part: gerakan lebih klasik dan elegan
- Modern part: gerakan lebih cepat, dinamis, dan kontemporer
Warna:
- 0–5 detik: earthy tone, sepia, krem, coklat hangat (vintage)
- 6–10 detik: lebih terang, clean, dengan aksen biru digital dan putih modern
Durasi tepat 10 detik. Kualitas sinematik, 24fps, smooth. Tanpa voice over, tanpa watermark, tanpa teks berlebih."
Timelaps food😋
Bikin Nasi goreng
Generatenya pakai tools gratisan
@FlowbyGoogle
Prompt nyaa
Gaskeun komen "prompt" ntar gua krimin prompt nya
Pastikan cek pesan kalo dah komen
Klo belom tunggu aja😇
Akhirnya jadi jugaaa🔥🔥
Dari tadi gua kesulitan bikin nya
Yang jadi putri duyunglah
Atau malah semi putri duyung🗿
Hadeuuuh🫠
🎨 seperti biasa gua pake tools "gratis"
Apalagi kalo bukan @FlowbyGoogle
Ini prompt nya 👇
🔥Buat versi kalian & tag gua, gua penasaran ama hasil kreativitas kleaan 👀
Stylized cute 3D animation, 10 seconds, 16:9, 30fps, in the soft "Fern-style" clay/vinyl 3D look matching the provided character reference EXACTLY: a chubby all-white matte owl with a rounded egg-shaped body, small wings at the sides, tiny rounded claw feet, a small pale triangular beak, two big glossy round black eyes with catchlights, and thin round BLACK glasses that stay on its face in every single shot. The character never changes shape, color, or accessories, and never rotates its head or body in a full circle; it only faces front, three-quarter, or side profile. Underwater cartoon logic: the owl dives and glides through clear water with NO scuba gear, paddling gently with its small wings like flippers, its white feathers drifting softly in the current, tiny air bubbles rising around it, its round glasses acting like a diving mask. The underwater world is stylized and rounded (not a realistic documentary): clear cyan-teal water with volumetric god rays from the surface and soft dancing caustics, rounded blobby coral reefs in coral-pink, orange, mint and lavender, cute rounded colorful fish schooling past, a big friendly rounded sea turtle, and glowing translucent bioluminescent jellyfish. Soft global illumination, warm god rays plus cool water fill light, gentle bloom on the jellyfish, subtle tilt-shift, bouncy squash-and-stretch easing. The camera is dynamic but each shot uses ONE simple move only (no orbiting that twists the character): slow follow, side tracking, face macro, slow push-in, slow pull-back.
(0-2.5s) WIDE REVEAL + SLOW FOLLOW: the white owl glides down into the bright clear blue water, god rays streaming from above, bubbles rising, paddling gently with its wings, eyes wide with wonder; gentle forward follow-shot.
(2.5-5s) SIDE TRACKING + FACE MACRO: the owl swims past a rounded colorful coral garden; a school of cute vibrant fish darts across in front of it; the owl's eyes sparkle with delight, a happy amazed grin; brief macro on the sparkling face behind the round glasses.
(5-7.5s) TWO-SHOT SIDE TRACKING: a big friendly rounded sea turtle glides alongside the owl; the owl paddles next to it and gives a tiny cheerful wave with one wing, both moving gracefully through the light beams.
(7.5-9s) SLOW PUSH-IN: the owl floats weightlessly, drifting up gently among several glowing translucent jellyfish pulsing with soft magenta and cyan light, face lit by their glow, a calm fascinated expression, bubbles and particles floating.
(9-10s) WIDE PULL-BACK HERO + HOLD: the owl hovers in the center of the living underwater world — coral below, fish around, the turtle gliding in the distance, jellyfish glowing above, god rays pouring down; the camera slowly pulls back and holds on the magical scene.
Cute premium toy-like 3D aesthetic, expressive facial animation, lively gentle underwater choreography, clean stylized rounded shapes, character identical in all shots, no realistic documentary look, no people, no on-screen text.
Urgent Watermark: The text "enepty" in plain sans-serif font, colored solid black at 30% opacity (70% transparent), positioned in the bottom-right corner of the frame, small and unobtrusive, present throughout the entire duration of the video."
✨️Dan ini videonya👇
⛅️ Day 23 : Pos Abstract Art 🎨
🎨 generate pake :@FlowbyGoogle
Ini promptnya 👇
Abstract synaptic misfire visualized, neurotransmitters made of glass and thunder, axon pathways that loop into impossible knots through seven-dimensional space, chemical gradients in colors that have no names, somewhere between ultraviolet and infrared but emotionally charged, cellular structures that breathe geometric patterns, microscopic yet infinitely vast, biological abstraction divorced from biology, radiant darkness --ar 16:9 --style raw --s 1000 --weird 2500`
🎞 VIDEO ART EXHIBITION ✨️
📌eps.10
📹Maskot enepty masak di dunia nyata
🎨 generate nya pake tools GRATIS : @FlowbyGoogle (omni)
🔥Prompt nya 👇
😇 Kreasikan prompt ini jadi versi kalian lalu jangan lupa buat tag gua pas upload guys🫡
A 10-second cinematic timelapse video of cooking spaghetti from preparation to final plating. The chef is a cartoon character [the attached image] with exaggerated expressive movements, while the entire kitchen environment, ingredients, utensils, and food remain hyper-realistic.
SHOT 1 (0s–2s): Extreme close-up, top-down angle — realistic hands of the cartoon character [the attached image] crack eggs into a mound of flour on a rustic wooden countertop, flour dust particles float in warm golden kitchen light.
SHOT 2 (2s–4s): Dynamic low-angle tracking shot — the cartoon character [the attached image] kneads and rolls the dough with a wooden rolling pin, the realistic pasta sheet gets thinner, camera slowly dollies sideways.
SHOT 3 (4s–6s): Medium shot, slight Dutch angle — the cartoon character [the attached image] feeds the pasta sheet through a realistic metal pasta machine, long spaghetti strands emerge and cascade down, steam rising from a boiling pot in the background.
SHOT 4 (6s–8s): Overhead bird's-eye rotating shot — realistic spaghetti twirls in a stainless steel pan with vibrant red tomato sauce, basil leaves tossed in, the cartoon character [the attached image] flips the pan dramatically with a confident grin.
SHOT 5 (8s–10s): Slow push-in, eye-level — the cartoon character [the attached image] proudly places a beautifully plated realistic spaghetti dish garnished with parmesan shavings and fresh basil on a ceramic plate, warm bokeh restaurant lighting in the background, final hero shot.
Style: Photorealistic food cinematography with shallow depth of field, warm color grading, 4K quality. The chef character remains fully cartoon/animated style contrasting with the realistic environment. Smooth timelapse motion with speed ramping between shots.
⛅️ PAGI - PAGI SAJAK ✨️
"Fajar di Pelosok Desa"
Pagar bambu berdiri tenang, membingkai rumah di pelosok desa,
Asap tungku membumbung lembut, menyapa langit berwarna jingga.
Bayang atap beradu sunyi, menyerap hangatnya fajar pagi,
Embun menempel di pucuk daun, membawa damai ke dalam jiwa.
Hirup napas kesegaran fajar, kumpulkan semangat di dalam hati,
Selamat pagi warga X, mari sambut hari baru penuh arti !🔥
====================≈=======================
🎨 Videonya di generate pakai tools gratis : Google flow
Prompt : isi olling di bawah guys👇