Ada yang bilang, "bodo amat dengan anjloknya Rupiah terhadap Dolar, toh kita ndak punya Dolar". Saya kasih tahu yak, hutang negara ini Dolar, jika nilai Dolar naik, otomatis hutang negara kita bengkak. Belanja impor kita pakai Dolar, jika Dolar naik maka harga belanja kita dari luar akan jadi mahal.
Biasanya akan ada yang bilang, "kan saya ndak pernah belanja barang impor, sayur dari Bogor, daging dari Jawa Timur, susu dari Bandung, beras dari Karawang." Begini bambang, saya kasih tahu yak, BBM kita itu sebagian masih impor dan bahan baku industri kita masih impor. Kebutuhan sekunder kita apa lagi, sebagian besar masih impor. Semuanya pakai Dolar.
Perlahan harga-harga akan naik ketika uang cadangan negara sudah mulai tiris. Subsidi untuk rakyat di sektor sana-sini sudah tidak kuat lagi untuk bersandar. Kalau sudah begitu masih mau bilang "bodo amat?"
Jadi bro, hemat-hematlah uang kita ke belakang ini. Belanja seperlunya. Hindari membeli barang yang tidak penting. Hidupkan pasar tradisional, jajanlah di Kaki Lima atau UMKM lainnya. Sekali-kali jalan ke mal cuci mata, lihat alas kaki bermerek yang harganya setara satu truk beras. Jangan pernah beli, nonton aja di etalase. Jika memang Teri, jangan maksa jadi Baronang.
Fungsi tongkrongan adalah menjadi tempat kita mengeluarkan 'analisis sotoy' untuk disaring oleh teman-teman dekat kita tanpa takut disalahartikan seperti yg sering terjadi di sosial media.
Nongkronglah, agar kamu tidak punya keinginan membuat konten ndakik-ndakik yg spaneng.
kalo dibilang this country deserves getting a leader like prabs krn the majority of us are just like him, gue sedih bgt bcs i don't think i deserve having a leader like that. none of the right-minded people in indonesia deserve a leader like him.