Namun sebelum benar-benar berlalu dari sana, Natasha sekilas melirik ke arah Reymus. Anehnya, goresan luka tadi meninggalkan perasaan aneh di dadanya—sebuah kekhawatiran dan tanda tanya besar.
Natasha melirik ke arah Reymus yang kembali menciptakan jarak diantara mereka. Lelaki itu sudah kembali seperti sebelumnya, tenang, profesional, seolah konflik barusan tidak benar-benar terjadi.
“Okay, see you.” Natasha berbalik, membawa langkahnya menuju pintu studio.
“Iya… aku memang harusnya pulang, Rey.” Ujar Natasha lebih lirih.
Ia masih mengusap pergelangan tangannya sendiri, kulitnya tampak memerah, masih terasa nyeri akibat genggaman Reymus yang terlalu kuat.
… setelah pandangan Natasha sempat jatuh pada luka di kulit lengan lelaki itu.
Sejak awal, Reymus memang bukan sosok yang mudah untuk ditebak. Pergeseran sikapnya terlalu cepat, terkadang ia terlalu dingin di satu waktu, lalu normal di waktu yang lain.
@enpathium “I’m going, Rey!” Natasha menegaskan, suaranya sedikit meninggi meski genggaman Reymus masih mengunci pergelangan tangannya.
Namun sesaat setelah itu, sesuatu berubah.
Natasha tidak benar-benar memahami kenapa Reymus tiba-tiba melonggarkan cengkeramannya tepat …
"We'll set up the schedule to finish your tattoo." Ucapnya yang terdengar profesional menjadi seolah lupa apa yang baru saja terjadi. / @tracesofloving
Akhirnya, ia pun sengaja mengakhiri atmosfer tegang di antara mereka setelah itu. "Pulang lah." Kata Reymus berbalik badan. Suaranya dingin.
Sebenarnya, dia masih menahan emosi. Namun apa boleh buat? Dia tidak mau memberikan celah Natasha melirik sesuatu di tubuhnya lebih jauh.
Gerakan Natasha akhirnya melambat, tak lagi melawan Reymus. Naluri seorang dokter nya tiba-tiba muncul karena melihat tubuh manusia yang tampak tidak baik-baik saja.
… pandangannya tanpa sengaja jatuh pada lengan bagian dalam Reymus.
Ada luka di sana. Masih sedikit terbuka, warna merah masih terlihat jelas—tanda bahwa luka itu tergolong baru. Jika diperhatikan, goresannya cukup dalam, bukan hanya karena goresan kecil biasa.
“I told you before, Rey. I didn’t mean to open that notebook.” Jelas Natasha tanpa ragu. “I can act like I didn’t see anything. So… I’m going now.”
Natasha masih mencoba melepaskan diri dari kungkungan Reymus. Namun di tengah perlawanan itu, …
@enpathium Tubuh Natasha sedikit bergerak mundur saat mendengar lagi gertakan Reymus. Tapi alih-alih merasa takut, ia justru menatap lelaki itu—lebih lama dari sebelumnya. Entah dari mana keberanian itu datang. Ia sendiri tidak tahu.