Pada 1975-1979 ada diktator di Kamboja yang anti orang pintar, namanya Pol Pot.
Orang yang dianggap pintar dieksekusi. Termasuk dosen, guru, dokter, insinyur, pengacara, seniman, orang yang bisa bahasa asing, bahkan orang yang pakai kacamata (dianggap banyak baca).
Orang pintar tidak disukai diktator karena orang pintar cenderung mempertanyakan kebijakan, sementara diktator membutuhkan kepatuhan mutlak.
Orang pintar juga memiliki alat analisis untuk membongkar kebohongan atau kegagalan pemerintah.
Orang pintar juga mampu menciptakan narasi tandingan yang dapat menggerakkan kesadaran masyarakat.
Diktator kerap menyerang orang pintar (yang jumlahnya sedikit) sebagai alat populis untuk merangkul kelas pekerja (yang jumlahnya banyak) dengan mengatakan bahwa kaum elit terpelajar adalah penyebab penderitaan mereka.
Secara umum, rezim mana pun yang dipimpin orang yang memiliki sifat diktator biasanya akan menunjukkan bibit-bibit anti intelektualisme.
Auktor intelektual dan motif teror air keras ke aktivis KontraS hingga kini belum terungkap. Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) sebut ada dugaan operasi intelijen yang melibatkan 16 orang. Di sisi lain, polisi telah melimpahkan perkara ke Puspom TNI. Presiden berjanji menindak tegas pelaku teror. Publik menanti usut tuntas dalang di balik serangan air keras.
Saksikan #DipoInvestigasi episode “SINGKAP GELAP TEROR AIR KERAS”, sesaat lagi di @KompasTV!
📺: https://t.co/NDSWXwfnVV
Dengan bangganya bilang mencairkan 32,1 T dalam waktu 1,5bulan, duit rakyat ituloh😢
Ketika pegawai MBG dijadikan ASN padahal mereka masih baru, sedangkan 300ribu guru menangis, Mereka sudah berteriak, tapi regulasi belum menguntungkan mereka.
Absolute horror on Al Jazeera. A prominent correspondent confirms the Trump administration and Israel are intentionally bombing Iran's top universities, hospitals, and Red Crescent buildings. They are indiscriminately slaughtering civilians, including children. Pure war crimes.
BERBEDA dengan hasil riset yg berkesimpulan bahwa warga berpendapatan menengah-bawah cenderung pro MBG, hasil riset kami menemukan sebaliknya.
80,2% warga dng pendapatan kurang dari 2 juta/bulan justru tidak setuju program MBG dilanjutkan. Mengapa demikian?
Harga kaos kaki sampai Rp100 ribu per pasang. Total 6,9 miliar dana MBG dipakai buat beli kaos kaki. 🧦
Tak dapat dimungkiri, MBG menjadi program pemerintah yang menggunakan paling banyak dana anggaran. Pada 2025, 6,2 triliun dianggarkan hanya untuk program MBG.
Tetapi, uang sebanyak itu yang harusnya bisa digunakan untuk memperbaiki gizi anak Indonesia malah dibelanjakan hal-hal janggal.
Misal 1,2 triliun untuk motor listrik sketchy, dan 6,9 miliar untuk kaos kaki.
Reportase selengkapnya bisa kamu baca di https://t.co/KCkspDeJoi
#MBG #BGN #ProjectMultatuli #YaAkuBakalDibaca
Journalist in Iran confirms Trump and Israel have bombed:
• 30 universities
• 760 schools
• Hospitals
• Professors assassinated.
• University students killed in their own homes.
This isn’t “liberation.”
This is the systematic destruction of Iran’s scientific future.
Tim dokter dr Kuba berkali2 dimobilisasi utk membantu Indonesia saat bencana, e.g. saat tsunami di Aceh, gempa di Yogya, dll.
Saat ini Kuba dlm kondisi sgt miris. Apa yg sdh Indonesia lakukan?? Bahkan statement tdk ada di twit page @Kemlu_RI.
https://t.co/mlRB2laXTF
Brazil’s President Lula slams Trump:
“We can’t have someone thinking he’s the owner of the world and wakes up in the morning:
I'll take Greenland
I'll take the Panama Canal
I'll take Cuba
I'll take Venezuela
I’ll bomb Iran
Countries have sovereignty. And it must be respected.”
Di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, anggota parlemen Hong Kong Dominic Lee membuat pernyataan yang mengejutkan:
"Barat berbicara tentang hak asasi manusia, tetapi membiarkan Israel lolos begitu saja setelah melakukan genosida.
Darah warga Palestina dan Iran ada di tangan mereka.
Apa kredibilitas moral yang dimiliki Amerika?
Sebuah negara yang diperintah oleh pengikut Epstein!"
Terima Kasih, Pernyataan Anda Mewakili Umat Manusia di Seluruh Dunia.
@theUMreal Looking at the stars tonight, it hits hard: We’re all passengers on the same tiny blue dot. So why do we keep hurting each other instead of holding each other close?
Why can’t humans live in peace on planet earth?