Kasus Richard Lee makin ruwet, dan sekarang urusan agama pun ikut terseret.
Hanny Kristianto dari Mualaf Centre Indonesia akhirnya buka suara soal kabar yang lagi rame dan dia langsung lurusin dulu dari awal. Yang dicabut bukan status keislaman Richard Lee, tapi sertifikatnya. Dua hal yang beda, tapi gampang disalahartikan kalau nggak dibaca teliti.
Alasannya pun cukup masuk akal. Sertifikat itu sebenernya dokumen administratif fungsi utamanya buat ngurus perubahan kolom agama di KTP, bukan buat jadi senjata di ruang pengadilan. Tapi ketika kuasa hukum Richard mulai nyebut-nyebut sertifikat itu sebagai bukti hukum, Hanny ngerasa ini udah melenceng jauh dari tujuan awalnya. Daripada pihaknya terus ditarik bolak-balik ke pengadilan dan dijadiin bahan konflik, dia milih cabut aja sekalian.
Yang bikin makin menarik sampai sekarang KTP Richard Lee kabarnya masih tercatat Katolik, padahal dia masuk Islam sejak Maret 2025. Hampir setahun lebih, belum diurus. Dan ini yang ikut disorot Hanny.
Soal tuduhan Doktif bahwa Richard cuma pakai isu mualaf buat cari simpati publik, Hanny jawabnya diplomatis tapi pedasnya tetap kerasa kalau udah lama masuk Islam tapi kewajiban-kewajibannya nggak dijalankan, ya wajar kalau orang bertanya-tanya.
Intinya kasus ini udah nggak sesederhana kontroversi dokter vs dokter. Sekarang menyentuh wilayah yang jauh lebih sensitif dan publik lagi nunggu kelanjutannya.
@cpnskumham2017 Itu kan diubah waktu pertengan pertandingan kalu gak mampu int menyerenggarakan cpns sekalian jangan ada drpd institusi kalian yang malu