Ini dan basically nyaris the whole thread isinya pendapat paling dongo dan goblok gue baca hari ini.
Masalahnya bukan di uangnya, tapi bagaimana banyak aktivitas yang populer / ngetrend / viral itu bukan menonjolkan aktivitasnya, tapi menonjolkan status sosioekonomi dari aktivitas tersebut.
Dengan melakukan aktivitas tersebut, lu memberikan sinyal kalau lu "orang berduit", "orang berselera", "punya gaya hidup"; melupakan esensi dari aktivitas tersebut. Dan ditambah feedback loop dari media sosial, banyak yang merasa harus ikut-ikutan atau menonjolkan.
Esensi aktivitasnya bukan lagi untuk berolahraga, beraktivitas, atau bersosialiasi.
Tapi ritual untuk menunjukan seberapa berduit lu, seberapa 'tinggi' kelas sosioekonomi lo, seberapa financially invested lo terhadap aktivitas tersebut.
Padel. Hydrox. Dubai Chocolate. Matcha. Labubu. Mampir ke Brightspot. Frankly the list can goes on.
Semuanya jadi ritual. Ruang-ruang publik tergusur untuk membangun 'altar ritual kalian. Lapangan yang awalnya sering dipake anak-anak untuk bermain bola atau berkumpul, dijadiin lapangan padel.
Ruang-ruang privat yang awalnya menjual sesuatu yang awalnya biasa saja dan gampang diakses, harganya dibuat mahal. Publik yang ga peduli dengan ritual kalian makin terekslusi dari ruang publik dan privat dan mereka ngamuk, pointing out that it is correctly about class issue.
Tapi kalian ga mau denger karena kalian adalah temporarily embarassed middle class, aka the idiots yang mau bayar harga berapapun buat 'ceremonial grade' matcha, padahal itu cuman term marketing doang tanpa regulasi dan parameter kualitatif-nya.
i’m bored let’s educate ourselves on the difference between ‘AI’ (which has existed for many years and is basically just computer programming) and generative AI (which is evil). Pompomai is essentially a chatbot trained on info fed to it by Hoyo and has no capability to look
Guys I think I grew up. Jujur aku udah ga yang peduli yume. Ada yg samaan yume nya sama aku juga silakan I don’t mind mutualan sama yg yumenya sama. Karena at the end of the day ini cuma halu. Dan aku ga insecure untuk merasa tersaingi orang lain. Halu ku ya halu ku.
Anjay polisi moral LADS. Jokes terbesar fandom sih ini. Pola pikir elu berarti masih kayak bocah ya yang gak bisa nyaring mana bener mana salah atau mana fiksi mana realita?
Punya NOTP tidak masalah tapi kalau perkara ship ini sampai dengan ringannya membuat kalian ngatain shipper NOTP kalian pakai kata Zionist/Epistein, saran saya coba mulai cari bantuan professional.
You should be sorry because you’re wrong. Do you comment on art posted on here and say it’s bad? Walk up to an actor in a play and say they sucked? Maybe I should tell a kid at my daughter’s dance comp that their performance was terrible? No this would make me an asshole, right?
CN otome game writing—and why asian feminism is different from western feminism because this is still such an important topic
> I nodded and went to look at the next question—“Do you want to have a boy or girl in the future?”