Cosplay Valko — Love and Deepspace.
“A wild, unbound will… surrendered only to you.”
Bringing Valko’s untamed spirit to life with contact lenses by @pinkyparadisedotcom
Photography by sublime.ember
#loveanddeepspace#valko#cosplay#bringvalkoback#bringbackvalko
🐺🇩🇪Nici Vinnie Update! The Company and I had a 30min talk. I told them absolutely EVERYTHING and was surprised by myself that I could talk like a kind President for 30min straight😂They said they'll talk w their Bosses. It's not a Yes&not a No yet.We have to wait #ValkoIsLoved
🇫🇷 The French-speaking community wanted to show Valko he’s not forgotten. 🐺
We created a wall where players left messages for him.
We may not be the biggest community, but we have a big heart.
Let’s bring our little wolf home. ❤️
#loveanddeepspace#bringvalkoback#ValkoIsLoved
Valko menggeram keras, tubuhnya menegang hebat saat knotnya mengunci sempurna di dalam liangmu yang mengejang liar. Rasa penuh dan terisi total membuat matamu memutar, tubuhmu gemetar hebat di atas meja.
“Mine… you're fvcking mine,” desisnya di telingamu penuh kepuasan.
Kamu merasakan denyutan kontolnya yang kuat di dalam, dan luapan spermanya yang panas dan kental menyembur deras, memenuhi rahimmu sampai perutmu sedikit menggembung. “𝘠𝘰𝘶 𝘢𝘴𝘬𝘦𝘥 𝘧𝘰𝘳 𝘵𝘩𝘪𝘴...”
"Hhhh... hhhh... aku gak nyesel sama sekali..." isakmu, tanganmu naik meraih pipinya menarik wajah itu turun dan mencium pria itu dalam. Lidahmu masuk dalam dan menjilat lidah panasnya. "Mmmhhh! Wangi kamu masih kayak antiseptic... perlu aku kotorin lagi..."
"Tahan dirty talknya dong, sayang... you're not helping. Ngghhhh---!" Valko masih bergidik gelombang orgasme yang belum selesai, sperma terus menyembur pelan di dalam.
"I'm fine where I am babe..."
Dia menciummu lagi lebih dalam, lidahnya menguasai mulutmu sepenuhnya sambil tangannya memijat perutmu yang membuncit, didorong kontolnya dari dalam. "I'm not... aku perlu cabut dulu biar bisa jilat memek kamu sampai bersih…"
"Mmmhhhh, liat siapa yang dirty talk sekarang..." ujarmu lemah sambil menciumi pipinya.
Valko menggeram keras, tubuhnya menegang hebat saat knotnya mengunci sempurna di dalam liangmu yang mengejang liar. Rasa penuh dan terisi total membuat matamu memutar, tubuhmu gemetar hebat di atas meja.
“Mine… you're fvcking mine,” desisnya di telingamu penuh kepuasan.
Kamu merasakan denyutan kontolnya yang kuat di dalam, dan luapan spermanya yang panas dan kental menyembur deras, memenuhi rahimmu sampai perutmu sedikit menggembung. “𝘠𝘰𝘶 𝘢𝘴𝘬𝘦𝘥 𝘧𝘰𝘳 𝘵𝘩𝘪𝘴...”
"Hhhh... hhhh... aku gak nyesel sama sekali..." isakmu, tanganmu naik meraih pipinya menarik wajah itu turun dan mencium pria itu dalam. Lidahmu masuk dalam dan menjilat lidah panasnya. "Mmmhhh! Wangi kamu masih kayak antiseptic... perlu aku kotorin lagi..."
"Tahan dirty talknya dong, sayang... you're not helping. Ngghhhh---!" Valko masih bergidik gelombang orgasme yang belum selesai, sperma terus menyembur pelan di dalam.
"I'm fine where I am babe..."
Dia menciummu lagi lebih dalam, lidahnya menguasai mulutmu sepenuhnya sambil tangannya memijat perutmu yang membuncit, didorong kontolnya dari dalam. "I'm not... aku perlu cabut dulu biar bisa jilat memek kamu sampai bersih…"
"Mmmhhhh, liat siapa yang dirty talk sekarang..." ujarmu lemah sambil menciumi pipinya.
Kontolnya yang tebal sudah setengah masuk, meregang liang memekmu yang basah kuyup bersama dua jarinya yang masih di dalam mengaduk2 daging basahmu.
Rasa penuhnya membuatmu gila. Setiap denyutnya terasa jelas di dinding vaginamu. Bengkak di pangkal penisnya yg besar menekan bibir memekmu dari luar, mengancam untuk masuk.
Jari-jarinya ditarik keluar dari liangmu dan tangan besarnya langsung merobek blusmu dengan kasar. Kancing2mu yang dibuka paksa berhamburan ke lantai baja dengan bunyi denting nyaring.
Tangannya menyusup ke dalam bra hitammu hingga terangkat ke atas, menggenggam payudaramu dengan kuat hingga dagingmu meluber di sela jari-jarinya.
"Masih gigit kontol aku kenceng gini padahal, jariku udah lepas... 𝘺𝘰𝘶’𝘳𝘦 𝘧𝘶𝘤𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘧𝘦𝘤𝘵, 𝘉𝘢𝘣𝘦.” geramnya parau menahan nikmat.
Kamu merasa begitu kecil dan lemah di dekapan tubuh besarnya, tapi justru itu yang membuatmu semakin haus. Pinggulmu mulai bergerak pelan, menggoda, mencari lebih dalam.
“Fucking hell, Babe… jangan gerak dulu!! Ntar masuk!” bentak Valko dengan suara tertahan.
Tapi kamu nggak peduli, kamu mendorong pinggulmu mundur. Memekmu sudah terlalu basah dan licin, hingga bengkak besar itu langsung menyusup masuk tanpa perlawanan.
"Nggghhhhh!! Fvvkk..!!!"
“Babe?! Kamu ngapain di sini??” matanya melebar begitu melihat penampilanmu. Ia langsung memberi sinyal ke asistennya untuk keluar. Pintu lab di belakangmu tertutup dengan suara swoosh pelan.
“Menurut kamu ngapain?” kamu melangkah mendekat dengan langkah super pelan yg disengaja. Satu per satu kancing blusmu terbuka, memperlihatkan kulit dan tali bra hitammu.
Valko memperhatikan setiap gerakanmu, memindai setiap lekuk tubuhmu yang terjepit kain ketat. Ia bahkan tidak berkedip sedikitpun saat melepas kacamatanya.
Kamu menarik rokmu ke atas sampai pinggang, memperlihatkan sempak hitam tipismu lalu kamu naik ke pangkuannya, mengangkang lebar di atas kontolnya yang bikin celananya nonjol bahkan di kondisi lemas.
“Jaketnya dipake yang bener, Val… pundak kamu terlalu sexy buat dilihat orang lain,” bisikmu sambil menarik jaketnya turun dengan kasar, mengecup bahu kanannya mesra.
“Staffku semua laki-laki, sayang…” gumamnya, suaranya mulai berat.
“Tetep aja… aku nggak suka,” kamu menarik sisi jaket satunya turun, menggigit bahu kirinya lebih dalam sampai meninggalkan bekas gigitan. Kacamatanya jatuh ke lantai dengan bunyi denting yang menggema di seisi ruangan yang penuh logam.
Kamu membelai surai burgundynya yang lembut sambil menggerakkan pinggulmu pelan di pangkuannya, menggesek memekmu di tonjolan kontolnya yang mulai mengeras.
Valko mendengkur rendah, suara geramannya berubah jadi lebih berat. Tiba-tiba sepasang telinga serigala mencuat keluar dari rambutnya.
“𝘛𝘩𝘦𝘳𝘦 𝘩𝘦 𝘪𝘴… 𝘮𝘺 𝘴𝘦𝘹𝘺 𝘸𝘰𝘭𝘧,” kamu tersenyum mesum sambil menggoyang pinggulmu lebih berani. “𝘙𝘦𝘢𝘥𝘺 𝘵𝘰 𝘬𝘯𝘰𝘵 𝘪𝘯𝘴𝘪𝘥𝘦 𝘮𝘦?”