Filipina dan Vietnam masuk jadi
negara ASEAN yang berada di kategori menengah atas ke atas.
Dengan kenaikan ini, sekarang ada 5 negara ASEAN yang berada di kategori menengah atas ke atas, yaitu: Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Pendapatan Nasional Bruto (PNB) Per Kapita:
Vietnam mencapai US$ 4.970 (sekitar Rp 89,28 juta).
Filipina mencapai US$ 4.850 (sekitar Rp 87,12 juta).
Indonesia kapan?
Pemain asal Prancis ini jadi pemain pertama yang direkrut Persib. Apakah ia bisa menggantikan peran Federico Barba? Sepertinya ekspektasi perlu agak diturunkan.
Analisis Gabriel Mutombo 👇
[Thread]
PRESIDEN TUKANG BOHONG?
Untuk programnya dia, bilang duit kita banyak, minta 5T dikasih 10T
Tapi untuk gaji guru, dia bilang gak ada duit karena dikorupsi
Duit banyak Gak ada duit
Kata Tio (BEM UGM) soal MBG :
- MBG rampas 44% anggaran pendidikan langgar konstitusi
- Uang Rp335 T lebih baik untuk guru honorer & pendidikan atau kesehatan
- MBG tidak bisa dibatalkan karena janji politik Prabowo
- sampe kapan pun MBG tidak akan pernah berhenti
selama prabowo masih presiden
- Pengawasan ugal-ugalan atau asal ada
- Reshuffle = parasetamol, redakan marah tapi tidak sembuhkan masalah
- MBG = simbol kehadiran negara, bukan solusi nyata
perwakilan mahasiswa UI:
"kami ini mahasiswa, tidak membawa senjata. jgn anggapi kami musuh, jgn hadapi kami dgn senjata"
"kami tidak ditunggangi, niat kami tulus untuk bangsa Indonesia"
terharu bgt. semoga dalam lindungan Tuhan buat teman-teman yg turun ke jalan 🥹
Teman gue beli Avanza 2019.
Harga 135 juta.
Murah dikit dari pasaran.
BPKB ada. STNK ada. Pajak hidup.
Nama di BPKB sesuai KTP penjual.
Semua keliatan beres.
Langsung deal. Langsung transfer.
3 bulan kemudian.
Dia mau jual lagi karena butuh uang.
Calon pembeli baru minta cek fisik dulu.
Bareng ke Samsat.
Petugas cek nomor rangka.
Diam lama.
Terus bilang:
"Pak, BPKB ini diduga palsu."
Teman gue shock.
Kira salah baca.
Petugas tunjuk satu per satu.
Serat kertas diterawang, gak ada benang merah biru.
Nomor seri dicek di sistem, gak terdaftar.
Hologram terlalu mulus. Terlalu licin.
Palsu. Tapi hampir sempurna.
Balik ke penjual.
Nomor masih aktif hari pertama.
Jawabnya:
"Saya juga gak tau Pak, saya beli kondisi gitu."
Telepon berikutnya.
Tidak diangkat.
Berikutnya lagi.
Nomornya tidak aktif.
Lapor polisi.
Mobilnya ditahan sebagai barang bukti.
Penjual belum ketangkap.
135 juta raib.
Mobilnya raib.
Penjualnya raib.
BPKB palsu sekarang bukan kaleng-kaleng.
Kertas mirip. Hologram mirip. Tanda tangan mirip.
Mata telanjang gak akan ketahuan.
Tapi ada 3 hal yang selalu ninggalin jejak:
1. Serat kertas.
BPKB asli kalau diterawang — ada benang merah dan biru di dalam kertas.
Palsu: polos. Atau seratnya dicetak, bukan tertanam.
2. Nomor seri.
Tiap BPKB punya nomor seri unik yang terdaftar di sistem Polri.
Cek di: https://t.co/UA5mhtlZUI
Palsu: nomornya gak akan muncul. Atau muncul tapi datanya beda.
3. Tekstur cover.
BPKB asli covernya agak kasar, ada tekstur grid halus.
Palsu: terlalu mulus dan licin waktu dipegang.
Tapi cek dokumen saja gak cukup.
Nomor rangka dan mesin juga bisa dimanipulasi.
Digerinda halus. Di-stamp ulang.
Kelihatan mulus kalau cuma dilihat sekilas.
Yang bisa deteksi: senter kuat + kaca pembesar.
Sorot miring ke nomor rangka.
Kalau ada bekas gerindaan, batalkan transaksi.
Ini checklist wajib sebelum bayar:
Terawang kertas BPKB → cek serat merah biru.
Cek nomor seri BPKB → ke website Korlantas Polri.
Pegang cover BPKB → harus kasar, bukan licin.
Sorot nomor rangka pakai senter → cek bekas gerindaan.
Bandingkan digit per digit → satu angka beda = batalkan.
Minta cek fisik bareng ke Samsat → gratis, 30 menit.
TAMPARAN TERAKHIR:
Lo pegang BPKB-nya.
Tapi gak diterawang.
Lo baca nomornya.
Tapi gak dicek ke sistem.
Lo lihat hologramnya.
Tapi gak diraba teksturnya.
Semua butuh kurang dari 5 menit.
Tapi di-skip.
Dan itu yang bikin 135 juta raib semalam.
Rupiah sudah nyentuh Rp 18.000 per Dolar.
Di X ributnya minta ampun. Tapi di grassroot? Adem ayem, diam seribu bahasa, tak ada demo.
Mereka bukan diam karena puas. Mereka diam karena sudah tak punya pilihan. Ekonomi terus merosot, terhimpit, dompet kering. Demo? Tak ubah apa-apa lagi.
Secara hukum, hak berdemo, berkumpul, dan menyatakan pendapat dilindungi penuh oleh UUD 1945 Pasal 28 & 28E.
Tapi pemerintah berhasil mematikan insting kritis kita. Kini hanya mode bertahan hidup.
#rupiah #prabowo #dolar | @lambesamjja