Di salah satu videonya, Dr. Francesca Bocca-Aldaqre, seorang ahli psikologi Islam dan neuroscience, membahas satu kebiasaan yang mungkin tanpa sadar dilakukan sebagian Muslim: suppression atau menekan emosi.
Beliau mengangkat topik ini karena sebagian dari kita mungkin punya gambaran bahwa Muslim yang “ideal” adalah yang tidak menunjukkan marah, tidak mengeluh, dan tidak mengakui ketika sedang mengalami kesulitan.
Beliau membedakan antara menahan emosi dan menekan emosi. 👇🏻
ternyata kehilangan spark tuh ga selalu kelihatan kayak sedih, kadang kita masih ketawa, masih kerja, masih ngobrol, masih main, masih jadi diri sendiri, tapi rasanya kosong, and somehow, losing your spark slowly is scarier than being sad all at once, karena kita bahkan ga sadar kapan terakhir kali kita merasa benar-benar hidup😔😔