#Gempa Mag:4.7, 08-Jun-2026 07:28:15WIB, Lok:5.42LU, 125.46BT (201 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT), Kedlmn:7 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
After you get married, you’re going to meet ‘better’ people than your spouse. You’re going to meet more good-looking people; kinder and more romantic people; more intelligent and funny people. You will meet people who have in abundance what your partner lacks. The mushy and romanticized idea that your partner will be everything to you, and will satisfy all your needs and wants is idolatry. Contentment in marriage is a virtue not often spoken about.
You must wake up every day appreciating everything your partner is to you, everything they have, their beauty and the things that made you marry them because if you focus on everything they don’t do well, you’ll always meet better people. Protect your heart! See their best part, and always remember that your commitment to marry is more of a duty than it is of mushy feelings. You have to stay committed even on the days you feel your spouse is no longer the best fit for you…
-Buchi
Bayangin Jawa di abad ke-13, kerajaan kecil berebut kuasa, intrik politik di mana-mana, dan satu nama yang bikin semua orang berbisik. Ken Dedes, perempuan yang dijuluki “Ibu Raja-Raja Jawa”. Cantiknya nggak main-main, katanya auranya sampe bikin orang takjub, bahkan ada yang bilang dia punya “cahaya suci” yang menandakan takdir besar.
Dia bukan cuma istri Ken Arok, pendiri Kerajaan Singasari, tapi juga ibu dari dinasti Rajasa, cikal bakal raja-raja legendaris di Singasari, Majapahit, sampai Mataram. Tapi, ceritanya nggak cuma soal kecantikan atau takdir. Ini tentang cinta terlarang, pengkhianatan, dan darah. Ken Dedes awalnya nikah sama Tunggul Ametung, bupati Tumapel yang kaya raya tapi keras. Ken Arok, anak kampung yang ambisius, jatuh cinta sama Ken Dedes.
Penasaran?? Sini sini berlin ceritain!!
taun lalu ada ponakan yg nyeletuk "yah 50k doang dapet apa " akhirnya taun ini ga ku kasih dia tanya "kok aku ga dapet?" jwb aja "kalo 50k doang kan buat km gacukup, mending ga usah sekalian" entitled kids shouldn't be encouraged sih ngeselin kaya dia berhak aja sama duit orang😌
Lu boleh gay, feminis dan penyakit-penyakit mental lainnya. Tapi lu siapa ngatur orang lain wajib ngedukung penyakit lu itu dengan minta dianggap normal?
Kita orang normal tau LGBT itu penyakit. Mau lu kasih jurnal2 ampas buat justifikasi juga ga ngerubah cara pandang kita.
#MeriahMelimpah promo HUT BCA ke-68 🥳🎉 Nikmati diskon hingga 68% buat makan-makan, belanja sampai cari hiburan 🛍
Yuk, cek promo tanggal 21-22 Februari 2025 di https://t.co/hN1cVo8m82 💨
#HUTBCA68
@tanyakanrl Gak tau webtoon 12 episode ada apa engga tapi yang pasti ada 1 webtoon keren bangett & super heart warming yang cuma 10 episode. Judulnya Your Letter! wajib baca ndeer, gak bakal nyesel!!
Lho, ada alasannya, nder. Pertanyaan kaya gitu tuh bukan cuma iseng atau main-main, tapi buat ngeliat mindset dan cara kamu ngeliat dirimu sendiri di ekosistem kerja itu kayak gimana.
Ikan besar di kolam kecil tuh maksudnya kamu mau jadi yang paling unggul di lingkungan yang mungkin terbatas, di mana kompetisinya rendah, tapi mungkin juga pertumbuhan terbatas. Nah kalo ikan kecil di kolam besar, ya maksudnya kamu tuh sadar kalo kamu bakalan bersaing sama yang lebih hebat, mungkin keliatan lebih “kecil”, tapi ya kamu ada di ekosistem yang menantang dan bisa berkembang lebih jauh. Sebenernya arah jawabannya tuh bukan cuma soal ambisi kok, tapi lebih ke soal kesadaran diri dan strategi hidupmu.
Kalo kamu pernah denger ada yang namanya hukum ikan koi, di mana ikan koi yang dipelihara di akuarium itu paling cuma tumbuh belasan cm, sedangkan kalo dipelihara di kolam itu dia bisa tumbuh puluhan cm, dan kalo di danau bisa lebih dari 1 meter. Ya berarti maksudnya, lingkungan itu yang ngebentuk pertumbuhanmu. Kalo kamu mau nyaman jadi juara di lingkungan kecil, ya monggo, itu pilihanmu, tapi jangan kaget kalo pertumbuhanmu bakalan mentok. Tapi kalo kamu berani masuk ke arena yang lebih gede, awalnya emang pasti berat, tapi potensi berkembangnya pun jauh lebih besar.
Terus ada gak jawaban terbaiknya? Ya sebenernya gak ada jawaban salah atau bener kok, yang penting tuh dalam ngejawab pertanyaan itu kamu ngerti konsekuensinya. Kalo HRD interview kamu dan tanya kayak gitu, biasanya mereka mau ngeliat kesadaranmu atas pilihan itu.
• Kalo kamu jawab, “Saya lebih suka jadi ikan kecil di kolam besar karena saya mau belajar dari yang terbaik dan berkembang lebih cepat.” → Jawaban ini oke, karena ya jawaban ini mencerminkan kalo dia sadar dengan growth mindset.
• Kalo kamu jawab, “Saya lebih suka jadi ikan besar di kolam kecil supaya saya bisa punya pengaruh besar dan membimbing yang lain.” → Ini pun gak salah, karena jawaban ini bisa dianggep jadi leadership material, asal gak sekadar mau nyamannya aja.
• Nah kalo kamu jawab, “Maaf saya gak tau, yang penting saya kerja aja.” → Ini baru jawaban red flag. Ya kalo kamu jawabn gini artinya kamu gak ngerti konsep besar di balik pilihan hidupmu.
Jadi kalo kamu kaget ditanya begitu, bisa jadi sign kalo kamu mungkin belum banyak mikir soal visi dan cara kamu menempatkan diri di dalam dunia kerja yang mana itu dunia profesional. Ya gapapa sih, tapi mulai sekarang baiknya wake up 🙏🏻
@kegblgnunfaedh Buat cewe2, dilarang berkorban pas pacaran. Krn lu bakal bego dan ngasih semuanya kalo uda sama cowo yg lu sayang. Pdahal tu cowo belum tentu jadi suamilu. Ga worth it dgn apa yg uda lu korbanin. Jd lebih baik lu berkorban pas nikah aja karna uda dilindungi scara hukum dan agama.