Ngawur karena ekspor kita sebagian besar adalah bahan baku mentah.
Yang nilai tambahnya ga tinggi-tinggi banget
Apa itu? Sawit (CPO), Batubara dan Nikel...
Sementara yang kita impor itu bahan bernilai tinggi dan strategis seperti misalnya:
- Bensin bersubsidi
-Petrokimia buat plastik dan pupuk
- Kedelai buat tahu-tempe
- Gandum buat tepung gorengan
- Dan pakan buat ternak sapi dan unggas.
Belum lagi barang-barang berteknologi tinggi, seperti kendaraan, elektronik, tekstil, bahkan obat-obatan.
Rantai pasoknya masih didominasi oleh barang impor.
Kalau rupiah anjlok, ya habis neraca perdagangan kita.
Inflasi pun bakal melonjak karena bakal banyak barang kebutuhan yang harganya jadi mahal.
Dan yang untung justru negara-negara besar yang mengimpor batubara dan nikel kita buat industrialisasi mereka.
Kek siapa? Kek Cina wkwkkwwk
temen expat ke supermarket di Jakarta
dia cuman bergumam, banyak sekali pelanggaran kemanusiaan oleh para kapitalis rakus disini.
beli yoghurt keju mentega telur. pulang.
2 tahun kemudian dibunuh mossad.
dah gt aja
@enggabaik@Caramelowfat@gojekindonesia ga ada yg rumit, intinya lu klo lagi males narik karena lg rush hour atau alesan lain. ya jgn aktifin aplikasi lah, gw pernah diminta driver cancel sampe 3x berturut2 akhirnya disuspend gabisa pesen sampe 1 jam. mana lg buru2