Respect banget liatnya 😍
Polri Fokus Prioritaskan Rakyat, dan Bergerak Cepat Bersama tanpa hrs nunggu Respon Cepat Negara
Terima Kasih Polri yg udh bantu warga terdampak banjir di Aceh dan Sumbar
Selasa sore jadi adem
☕🚬
Kok bisa banjir bandang parahnya kayak gini yang terjadi di aceh dan sumatera utara
Yang menelan korban MENINGGAL 300 lebih menurut data BNPB Tidak dijadikan sebagai Bencana Nasional
KATANYA INDONESIA KAYA ??? MASAK ANGGARAN UNTUK BENCANA GAK ADA
"Mereka sangat butuh makanan, apalagi di tempat-tempat terisolir," kata Rico Saptahadi, relawan.
Dia dan relawan lain berjalan kaki membawa bantuan ke wilayah yang masih terisolir akibat banjir di Sumatera Barat.
Bapak - bapak yang di atas. Kalau levelnya pejabat bantu korban banjir tu bukan datang bawa beras. Level bapak tu di pembuatan aturan pencegahan, lalu ngebenerin yang rusak.
Tapi susah sih. Ibaratnya dia bakar rumah terus pas warga ribut dia datang bawa air seember.
Beliau mencari istrinya ke sana kemari, membawa fotonya ke mana-mana.
Sejak anak satu-satunya meninggal, baginya hanya sang istri yang menjadi dunianya.
Dari Palembayan, salah satu lokasi banjir bandang terparah di Sumbar, kisah beliau kini mendunia. (Source: CNA)
Liat video si ndut ngomong “saya kira saya kira”, jijik.
Liat video zulhas angkat beras & nukang di rumah korban banjir, jijik.
Liat berita kepala BNPB mohon maaf ga mengira bencananya sebesar ini, jijik.
Hari-hari buka medsos malah bikin jijik mulu jadinya.
Seorang anak di gendongan kain jarik di punggung ayahnya, melewati jembatan kabel di atas arus sungai deras.
Tanpa jembatan, Beutong Ateuh Banggalang di Nagan Raya, Aceh, hanya mengandalkan kabel.
Banyak desa terisolasi di sini setelah banjir.
Dan ketika muncul Siklon Senyar (fenomena yang bahkan BMKG bilang tidak umum) negara masih pura-pura heran kenapa banjir bandang, longsor, dan cuaca ekstrem makin brutal?
Padahal negara dengan sadar membuat hutan ditebang, izin tambang diperluas, food estate gagal tapi tetap dipaksakan. Lalu ketika alam menagih, pemerintah sibuk nyalahin cuaca? WTF!!
Padahal yang anomali bukan cuma iklimnya. Kebijakan negaranya jauh lebih anomali.
Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Senin (01/12) siang, mencapai 502 jiwa, ungkap BNPB. Apa perkembangan terbaru dari lokasi bencana? https://t.co/BV8SSjILhn
Bupati Aceh Timur Kecewa dengan Pernyataan Bencana Banjir Tidak Besar dan Mencekam
Dia meminta presiden untuk turun melihat langsung keadaan di Aceh Timur yang 3 kecamatan terisolir sehingga warganya tidak makan selama 2 hari
Sibolga: Ketika Bencana Memaksa Warga Bertindak Nekat
Di tengah terpaan banjir besar yang memutus akses, komunikasi, dan pasokan makanan selama berhari-hari, sebagian warga Sibolga terpaksa mengambil jalan yang tak diinginkan: menjarah demi bertahan hidup.
Seorang warga mengaku ikut menjarah gerai Alfamart. Bukan karena niat jahat, tapi karena anaknya kelaparan dan tidak ada bantuan yang datang.
“Saya minta maaf. Saya ikut menjarah karena tidak ada makanan, tidak ada uang, dan tidak ada bantuan sama sekali. Semua hanya untuk makan anak saya,” ujarnya di TikTok.
Pengakuan ini memperlihatkan satu hal: bencana bukan hanya soal kerusakan fisik, tapi juga tekanan hidup yang bisa mendorong manusia pada pilihan-pilihan sulit.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa respons cepat pemerintah, distribusi bantuan yang merata, dan kehadiran negara di tengah krisis adalah hal yang tidak bisa ditunda.
📖 Baca berita lengkapnya di https://t.co/m1gBepXcAy untuk memahami latar peristiwa dan kondisi lapangan secara menyeluruh.
https://t.co/AswRK09bju
—
#inilahNews #InilahCom #TitikTengah #TitikCerah #Sibolga #SumateraUtara #BanjirSumut #BencanaAlam #PenangananBencana #Bulog #Penjarahan #Kemanusiaan #BantuanBencana #InilahDotCom #InilahNews #IndonesiaDarurat #BreakingNews #UpdateNews #KrisisPangan #SolidaritasIndonesia
Jarak 100 km lebih ditempuh seorang ayah hanya dengan jalan kaki sepanjang Takengon ke Bireuen.
Kedua kota di Aceh itu sama-sama kena banjir dan longsor parah.
Itu dilakukannya demi bertemu dan memastikan anaknya selamat.
Akses ke sini sulitnya luar biasa, selama 5 hari warga Pantai Cermin, Tanjungpura, Kabupaten Langkat terkepung banjir. Belum ada bantuan yang sampai kesini. Allahu akbar, perjalanan kemarin ini dimudahkan.
ACEH
Peta ini memperlihatkan bahwa banjir besar yang melumpuhkan Aceh terjadi di wilayah yang salah satu konsesi hutannya dimiliki langsung oleh Prabowo Subianto melalui PT Tusam Hutani Lestari, perusahaan HTI yang menguasai sekitar 97 ribu hektare hutan di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Aceh Utara.
Konsesi milik Prabowo ini berdiri berdampingan dengan puluhan izin tambang, HTI, HPH, dan kebun sawit berskala raksasa yang bersama‑sama menggerus tutupan hutan di pegunungan dan hulu sungai, merusak daerah tangkapan air, dan melemahkan kemampuan alam menahan limpasan hujan.
Banjir yang menerjang baru-baru ini datang ketika curah hujan ekstrem turun di kawasan yang sudah lama dikapling izin-izin tersebut, sehingga air hujan tidak lagi tertahan oleh hutan dan tanah yang sehat. Air mengalir deras membawa lumpur dan kayu ke pemukiman, menjadikan banjir bandang di Aceh sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir, menenggelamkan ribuan rumah dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Wilayah yang disorot dengan garis ungu di peta—Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Gayo Lues hingga Aceh Singkil—adalah kabupaten dengan banjir terparah yang resmi berstatus siaga darurat. Di banyak titik, penjelasan resmi memang menyebut luapan sungai setelah hujan lebat berhari‑hari, tetapi peta ini menambahkan lapisan fakta lain: hulu sungai yang sama sudah dibebani 30 izin tambang minerba seluas lebih dari 132 ribu hektare ditambah konsesi kayu dan HTI yang membentang hingga ke batas permukiman.
Salah satu contoh yang paling menonjol adalah kawasan Linge di Aceh Tengah, tempat PT Tusam Hutani Lestari menguasai hampir 100 ribu hektare hutan dan telah lama diprotes warga karena merampas ruang hidup mereka dan mengubah hutan adat menjadi kebun industri pinus.
Dengan demikian, bencana ini bukan hanya soal hujan dan alam, tetapi juga soal kepemilikan lahan raksasa oleh elit politik, termasuk presiden, yang ikut menentukan seberapa parah air bah menerjang kampung‑kampung di hilir.
Saya yg bodoh tidak berpendidikan jadi dong dan mengerti setelah dapat share dr kawan : hitungan Alumni ITB jur matematik menganalisa kenapa terjadi banjir di Sumatra..👇
🚨 Ferry Irwandi mengadakan charity donasi untuk korban banjir Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Selama 1 hari mengumpulkan 10,3M++ 🫡🙏
Respect untuk energy lu bang untuk bangsa ini, ngga tau lagi kalau 10 Miliar itu dipegang Pejabat gimana🫡
Dari rakyat untuk rakyat🇮🇩