Kemarin malam, Dirgayuza Setiawan tampil di acara peluncuran buku dan dengan penuh keyakinan bilang:
"Presiden tahu semua masalah di lapangan."
Tapi sebelum lo percaya pernyataan itu, kenali dulu siapa yang ngomong.
Ayahnya adalah dokter pribadi Prabowo sejak 1979 , jauh sebelum Dirgayuza lahir.
Pertemuan pertamanya dengan Prabowo terjadi saat dia baru berusia sekitar 1 tahun, dibawa sowan ke Cendana saat Lebaran.
Usia 16 tahun, Prabowo ngajak dia latihan polo bareng. Lulus S1 Melbourne 2011, langsung ditarik jadi Ketua Tim Medsos Gerindra.
Pilpres 2014 dan 2019, dia tim penyusun pidato kampanye Prabowo. Prabowo jadi Menteri Pertahanan, dia masuk jajaran direksi BUMN.
Prabowo naik jadi Presiden, dia jadi Asisten Khusus ,jabatan setingkat Wakil Menteri, fasilitas negara penuh.
Dan kemarin malam, dia ikut nulis sekaligus tampil meluncurkan buku yang mencatat 108 kehebatan bosnya itu.
Ini bukan karier yang dibangun dari nol.
Ini satu koneksi yang diwariskan dari ayah, dirawat selama lebih dari 36 tahun, dan sekarang dibayar dengan jabatan negara.
Di acara yang sama, dalam satu malam yang sama, dia juga bilang:
"Bahkan pejabat-pejabat di lingkungan kabinet pun lost track Presiden sudah ngapain aja."
Jadi orang yang seluruh hidupnya bergantung pada satu nama bilang Presiden tahu semua masalah ,sementara kabinetnya sendiri mengaku lost track kerja Presiden.
Dan empat hari sebelum acara itu, KPK OTT Wamen dari kabinet yang sama. Diduga peras Rp100 juta per minggu dari pengurusan izin WNA, praktiknya jalan dari 2022 sampai 2026.
Pertanyaannya sederhana: kalau Presiden benar-benar tahu semua masalah di lapangan, siapa yang paling kredibel untuk memverifikasi klaim itu ,
orang yang seluruh hidupnya paling diuntungkan kalau jawabannya "ya", atau KPK yang baru OTT orang di dalam kabinet itu sendiri?
Guys, ini kasus yang waktu gua dengerin kronologinya dari awal sampai akhir bikin gua bergidik dan tidak bisa langsung lanjut ke hal lain begitu saja.
Ibu Nina melahirkan tanggal 1 April 2026 di RS UNPAT Bandung lewat SC.
Bayinya yang diberi nama Kahfi lahir sehat tapi sedikit kuning.
Setelah pulang ke rumah kondisi Kahfi agak mengkhawatirkan masih kuning dan muncul ruam merah di wajah.
Hari Minggu tanggal 5 April setelah melalui beberapa kali dirujuk dari bidan, dari UNPAT, dari AMC akhirnya Kahfi dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung malam-malam jam 9.
Jam 12 malam baru dapat kamar NICU.
Kahfi dirawat di inkubator sendirian karena ruang NICU tidak boleh ditunggui orang tua.
Ibu Nina rutin kirim ASI setiap hari. Sampai hari Selasa dapat kabar Kahfi sudah bisa pulang.
Hari Rabu dia datang ke rumah sakit jam 8 pagi, diminta masuk untuk mandiin dan ganti baju Kahfi.
Setelah itu disuruh tunggu di ruang tunggu untuk menunggu dokter anak.
Di sinilah semuanya mulai aneh.
Sambil menunggu, datang seorang ibu sebut saja Ibu W duduk di sebelah Ibu Nina bersama suaminya.
Ibu Nina tidak kenal dia, tidak tahu dia siapa, tidak tahu pekerjaannya apa.
Beberapa menit kemudian suster datang bersama dokter.
Dokter tanya siapa Ibu Nina dan siapa Ibu W.
Dokter masuk ke ruang konsultasi bersama suster. Tak lama Ibu W dipanggil masuk.
Keluar lagi dengan muka murung bilang ke Ibu Nina anaknya mungkin ada masalah paru-paru bocor.
Sambil nunggu tidak dipanggil-panggil, Ibu Nina sama suaminya turun ke bawah mau makan.
Tapi ada perasaan tidak enak.
Naik lagi.
Pas naik Ibu Nina lihat Ibu W sudah berdiri di ruang tunggu sambil gendong bayi terbungkus selimut biru persis seperti selimut Kahfi.
Suami Ibu W sibuk beresin surat-surat.
Ibu Nina maju lihat inkubator nomor 24 tempat Kahfi biasa dirawat. Kosong.
Dan saat Ibu Nina lihat lebih dekat ke bayi yang digendong Ibu W itu Kahfi.
Wajahnya.
Bajunya.
Topinya.
Kahfi yang dia mandiin pagi itu.
Ibu Nina langsung histeris, teriak-teriak panggil suster.
Suster datang dan bilang satu kalimat yang menurut gua adalah kalimat paling mengejutkan dalam seluruh kasus ini "Iya Bu, saya panggil-panggil nama ibu tapi ibu tidak ada.
Jadi saya kasihkan."
Berhenti sebentar dan pahami itu.
Seorang suster senior yang sudah bekerja lebih dari 20 tahun memberikan bayi yang ada di dalam NICU kepada orang yang bukan ibunya hanya karena ibunya tidak ada saat dipanggil.
Tanpa prosedur.
Tanpa identifikasi.
Tanpa tanda terima.
Tanpa tanda tangan.
Bahkan surat izin pulang pun belum dikeluarkan dokter.
Dan gelang identitas Kahfi sudah digunting.
Alasan dari suster takut ada virus dari dalam keluar. Padahal logikanya terbalik orang dari luar yang seharusnya tidak boleh masuk ke area steril, bukan bayi yang keluar dari dalam.
Setelah Ibu Nina histeris dan berhasil mengambil kembali Kahfi, dia dipanggil oleh satpam.
Dan di situ terjadi hal lain yang sangat aneh satpam minta handphone Ibu Nina, lalu minta dia kasih rating rumah sakit bintang empat dengan komentar positif.
Dan Ibu Nina dalam kondisi shock dan panik menurut saja. Satpam itu juga minta Ibu Nina tanda tangan di kertas panjang yang tidak sempat dibaca Ibu Nina karena kondisinya masih sangat kacau.
Kasus ini viral setelah Ibu Nina upload sendiri ke TikTok dan Instagram.
Pihak RS baru menghubungi setelah viral.
Datang ke rumah mertua dengan tujuh orang tapi tanpa direksi hanya minta maaf.
Tidak ada klarifikasi, tidak ada suster yang dihadirkan, tidak ada penjelasan konkret tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Dan inilah yang membuat kasus ini jauh lebih dari sekadar kelalaian biasa.
Pertama suster senior 20 tahun memberikan bayi tanpa prosedur apapun ke orang yang bukan ibunya. Itu bukan kesalahan junior yang tidak tahu SOP. Itu sangat sulit untuk dijelaskan sebagai kelalaian biasa.
Kedua Ibu W dan suaminya beresin surat-surat.
Siapa Ibu W? Dari mana dia? Kenapa dia mau menerima bayi yang bukan anaknya tanpa protes? Dan yang paling mengejutkan saat duduk di sebelah Ibu Nina, Ibu W dengar ada suara telepon dan suaminya mengatakan sesuatu yang terdengar seperti konfirmasi transfer.
Transfer apa?
Kepada siapa?
Ketiga satpam yang mestinya menangani situasi darurat justru sibuk minta rating dan tanda tangan.
Itu bukan respons darurat.
Itu upaya pengelolaan reputasi di tengah insiden yang seharusnya segera diinvestigasi.
Keempat setelah kasus viral, DM masuk ke pengacara Ibu Nina berisi cerita-cerita dari orang-orang yang mengaku pernah punya pengalaman serupa di rumah sakit yang sama.
Ada yang menyebut ada penculikan di tahun-tahun sebelumnya.
Ada donasi untuk anak sakit yang diklaim diambil oleh suster.
Dan yang paling mengejutkan ada kasus sedang disidangkan yang melibatkan 24 bayi yang ditemukan sebagai bukti dalam kasus dugaan jual beli bayi.
Dua puluh empat bayi.
Sedang disidangkan sekarang.
Dan kasus Kahfi terjadi bersamaan dengan sidang itu sedang berjalan.
Ini yang membuat kuasa hukum Ibu Nina Ibu Mira dan Krisna Murti menyatakan mereka tidak bisa menutup kemungkinan bahwa ini bukan sekedar kelalaian. Mereka minta tiga hal kepada RS Hasan Sadikin akses CCTV hari kejadian, identitas lengkap Ibu W dan statusnya di rumah sakit, dan tes DNA untuk memastikan Kahfi yang sekarang ada di tangan Ibu Nina benar-benar anaknya sendiri.
Sampai podcast itu direkam tidak satupun dari tiga permintaan itu dipenuhi.
Pihak Polda sudah menghubungi dan menyatakan kasus ini menjadi atensi Kapolda.
Polres setempat juga menyatakan siap memfasilitasi.
Surat somasi sudah dikirim ke RS dengan batas waktu tiga hari.
Dan pengacara menyatakan kalau tidak ada respons yang memadai mereka akan tempuh jalur hukum formal.
Intinya guys kalau ini hanya kelalaian biasa, prosedur rumah sakitnya sudah sangat sangat bermasalah dan harus segera dibenahi secara serius.
Tapi kalau ini bukan kelalaian biasa dan ada yang perlu diungkap lebih dalam maka Ibu Nina yang pulang ke rumah hari itu sambil menangis dan tidak bisa tidur berhari-hari karena terus flashback betapa dekatnya Kahfi hampir hilang selamanya adalah orang yang tanpa sadar sudah membuka pintu ke sesuatu yang jauh lebih besar dari yang siapapun bayangkan.
Jauh jauh hari sudah diingatkan Salim Said tentang fungsi dan tugas TNI.
Presiden @prabowo nya aja yg bebal dan hanya mau mendengar omongan orang2 susupan yg berada disekelilingnya.
Hanya ada di Indonesia
Tentara dan polisi urus makanan,bertani dan ngurus KMP.
KALOK GW JD KAK RYUKA BUNGA UDH GW SAMPERIN NI ORANG GW REKAM GW GEBRAK TU MEJA GW BAYAR TU MAKANAN SI COWOK SM CEWEK ITU TRS GW DIEMIN GW KELUAR 🤣😭🙏
📹 : CelebrityFreshNTV
Saya dihubungi via whatsapp oleh nomor yang menyatakan bahwa mereka adalah perwakilan pelaku. Saya diminta bertemu. Saya hanya pernah membagikan nomor saya kepada Talent Scouter brand dengan inisial S.
Dokter jantung disuruh belajar lagi tentang jantung oleh netizen yg gatau apa2 tentang ilmu jantung 🤡👍🏻
Pertanyaanku, dapet dari mana level pede kayak gini ya? 🫠