Kawan ku kalo sudah bercampur emosi & amarah, coba ponselnya diletakkan dulu. Dunia akan tetap baik2 saja tanpa komentar dan keterlibatanmu, tp duniamu bisa jd serba repot krn opini tak perlu.. yg sesunggunya bisa ditahan.
pada saat di garis akhir, apapun hasilnya nanti, kau telah mengakhiri pertandingan yg baik @PSSleman
kekecewaan itu sudah terluapkan. hanya tersisa keyakinan, kesetiaan, harapan, dan doa yg dimana itu akan senantiasa mengiringi, kapanpun dan dimanapun.
Roots ultras itu tetap di tribun, di stadion dengan militansi penuh.
Band-band-an, konser, merchandise, itu pelengkap, bukan inti. Kalau pelengkap itu jadi utama, berarti udah bukan ultras lagi, cuma komunitas kreatif biasa yang bawa estetika supporter.
Btw, kami ada bahasan diskusi menarik tentang fenomena FYP.
Gimana kalo ternyata cara yang paling efektif menyampaikan campaign, regenerasi, ataupun profiling sesuatu saat ini memang mengharuskan kita keluar dari zona nyaman (dgn TikTok)?
Lumayan banyak gen z-alpha di app itu~