🚨🚨🎙️ Wayne Rooney on Arsenal winning the Premier League after 22 years: an emotional speech 🎤
“This team… this team… honestly, I’m actually feeling emotional for them right now. For years people called them soft, fragile, bottlers… every season it was ‘stay humble’, ‘show some mentality’, ‘build some muscle’, ‘they’re not built for the big moments’. 😭
Well… where’s Mr. Mentality now? Where’s the man telling everyone to stay humble now? Where’s the man mocking them with a bottle. I can’t see them 👀
Because Arsenal have gone and done it. After 22 years. And they didn’t do it in an easy season either, they did it in one of the toughest Premier League campaigns I can remember. The pressure, the intensity, the competition… and they still came out on top.
If right now, you are still doubting this team then you’ve been left behind, and it’s only a matter of time you will stop doubting them.
You have to give credit where it’s due. Mikel Arteta deserves enormous praise because he rebuilt this club step by step and got people believing again.
I can already see Arsenal fans becoming the loudest people on earth for the next 20 years… and honestly? Fair enough. They’ve suffered enough. Congratulations to Arsenal Football Club.” 🏆❤️
Palestyńskie dziecko zastrzelone z karabinu snajperskiego przez izraelskiego żołnierza, gdy szło z matką. Matka próbując utrzymać dziecko również została zastrzelona.
Media tego nie napiszą. Świat milczy.
To ludobójstwo.
Badan Gizi Nasional (BGN) belanja tablet, motor,
kaos, sampai semir sepatu dengan total triliunan rupiah pada 2025.
Apa saja rinciannya dan kenapa pengadaan ini dikritik sebagai "alarm serius bagi tata kelola keuangan negara"? https://t.co/DumAVg6faa
Gila! Bejad! Biadab!!! 😡🤬
Diduga 3 oknum polisi yg hanya dihukum kode etik: Yang antar korban digilir oknum polisi di Tkp 1 dan selanjutnya 3 oknum ini juga yg angkat korban yang lemas pindah ke Tkp 2 dan digilir lagi oleh oknum lain!
Ibu korban dan korban jalan darat 2 hari mencari tim Hotman 911
Meet Ibrahim Arief. A top-tier Indonesian engineer involved with some of the nation's best-known tech unicorns. Now he's under arrest, awaiting trial in a politicized case that's deeply hurting Indonesia's reputation. His story is distressing. 1/6
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
🚨🇺🇸🇮🇱🇵🇸American journalist Ana Kasparian:
"Sexual abuse is organized state policy in Israel."
"Palestinian women are being raped for days."
"Men are being raped by dogs."
INFORMACIÓN GRAVE, URGENTE SU DIFUSIÓN 👇🏼👇🏼👇🏼
La BBC ha recopilado pruebas de más de 160 niños palestinos que fueron deliberadamente disparados en la cabeza por francotiradores israelíes en Gaza.
Los informes dicen lo siguiente: "Los judíos israelíes cazan niños por diversión."
El mundo no puede seguir permitiendo que los sionistas sigan actuando con total impunidad.
#Netanyahu_War_Criminal
#Netanyahu_Genocide
OMG!! This journalist is reporting that Israel has slit the throats of ten children and placed them on the side of the road , all of whom were less than 5 years old.
“I saw all of this with my own eyes; I am a witness to this thing.”
Israel killed every single person in this video in Lebanon.
Every. Single. One.
Not fighters.
Babies. Children. Women. Entire families.
350 civilians slaughtered in one day.
Remember their faces the next time Israel claims it’s targeting “militants.”
Hamzah: You guys killed children in Lebanon, is that okay?
IDF Soldier: Yeah, this is okay because of Hamas.
Hamzah: What about the children, the babies?
IDF Soldiers: The babies is good to kill.
Hamzah: Really, in Lebanon?
IDF Soldier: Yes, in Lebanon, in Gaza, in Iran
Hamzah: Have you ever killed any Palestinian children?
IDF Soldier: I killed
Hamzah: How many?
IDF Soldiers: I don't know.
Hamzah: You don't keep track?
IDF Soldier: No, but I killed.
Israel’s bulldozers are wiping out civilian homes, tourist sites, and hotels in Naqoura, South Lebanon.
Not military targets.
South Lebanon is being erased — like Gaza before it.
This is an American-backed, American-funded genocide.
Allahu Akbar...
Israeli🇮🇱 soldiers are demolishing the home of an elderly Palestinian,🇵🇸 man in a village in the West Bank.
The elderly man had no means to make his voice heard by the people.
So, he simply attempts to convey his message to Allah by reciting the *Azaan*
Forest loss in Indonesia surged by 66% in 2025, hitting its highest rate in eight years as a result of weak environmental protections and an ambitious food and energy self-sufficiency drive, an environmental group said https://t.co/DJ6RFRQlM9