Kalau di negara serius, kasus kayak gini udah bakal jadi skandal besar. Bakal ada demo di mana-mana, ada penyelidikan independen, pejabat akan mundur dan dipecat.
Kalau di negara serius ya. Kalau di negara yang pejabatnya suka bercanda dan ngomong ga jelas sih gatau
ini demonya udh damai, gak rusuh, gak bakar apa pun, literally cuma CAMPING...dan ujung2nya tetep 'diculik' 🙂 demo damai di mindset wowo tuh gmn anjrit yg sambil muji dia presiden terkeren? sambil sungkem? sambil sujud? pantes nama tu orang awalannya p cos it stands for PENCULIK
@hanumrais Bisa ga pembangunan rumah hadiah negara buat Jokowi di daerah Colomadu Karanganyar itu disetop dulu, sampai kasusnya jadi terang benderang. Masa nanti presiden ilegal dapat hadiah rumah dari negara?
Tim kuasa hukum Presiden RI ke-7 Joko Widodo mengatakan keabsahan status pendidikan Jokowi tidak semata ditentukan oleh keberadaan ijazah fisik.
Pernyataan resmi dari pihak kampus, Universitas Gajah Mada, disebut sebagai bukti sah yang tidak bisa dibantah.
#TempoHeadliner
@tempodotco trus kita tanya kpd pengacara2 pinter ini, apa bukti loe2 smua dapat gelar SH dan apa bukti loe2 smua bsa menangani kasus dan buka firma hukum?? busyet dah logika berfikir org2 ini yg sdh pada bingung menghadapi tekanan massa!
Satu lagi BLACK SWAN muncul, Profesor Sofian Effendi, Mantan REKTOR UGM, Pakar Administrasi Publik
Benarkah ijazah Jokowi asli? Pertanyaan ini bukan muncul dari kalangan buzzer receh atau hoaxer anonim. Ini datang dari seorang intelektual terkemuka, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Sofian Effendi.
Saya kutip pernyataan beliau dari media https://t.co/E6ew6c6iJz
“Keabsahan skripsi Jokowi diragukan karena adanya bukti-bukti yang tidak jelas, baik nama pembimbing, tanggal ujian, dan hasil ujian,” ungkapnya.
Prof Soffian juga menyinggung makin besarnya keraguan publik terhadap pernyataan pimpinan UGM.
“Semakin luas pendapat yang meragukan kejujuran dan kebenaran pendapat Rektor dan Dekan tentang keaslian ijazah Jokowi,” ujarnya.
Ia menyerukan agar UGM, khususnya para pimpinan fakultas dan universitas, memiliki keberanian moral untuk menyampaikan kebenaran.
“Kondisi seperti ini tinggal menunggu keberanian Rektor dan Dekan Fakultas Kehutanan dalam mengungkapkan kebenaran dan kejujuran,” tandas Prof Sofian.
Ayo Bu Rektor Prof Ova, ingat Sumpah Dokter!
Dokter harus menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran!
https://t.co/ENAe1dWmMr