Aku kecewa, tapi respon kecewaku buat kamu marah. Saat itu juga aku memendam rasa sakit dan kecewaku, menurunkan egoku, bahkan aku tetap mengelus rambutku, memanggilmu sayang, melayanimu dll. Sampai aku tidak kuat menahan air mata, aku cuma bisa sembunyi untuk menangis
memilih diam itu lebih baik, dari pada kita harus berperang dg ego & emosi orang lain. ikhlasin aja, terserah mereka ingin mandang kita baik/buruk. karena seseorang yg udah berfikir negatif tentang kita, ga akan pernah lihat sisi baik dari apapun yg pernah kita lakuin selama ini.
Sekarang aku paham, aku mampu menahan rasa sakit dari perlakuan mu padaku sedangkan kamu tidak mampu menahan rasa sakit dari perlakuan mu itu sendiri.
Aku sudah bilang, kamu tidak akan sanggup jika aku menyakiti mu seperti kamu menyakitiku
Mau kamu sakiti aku gimanapun even menurut aku fatal aku tetep bertahan, menerima, dan selalu mempunyai maaf untukmu. Ketika sekali aku menyakiti kamu dan bisa terbilang fatal, kamu tidak akan terima dan bisa saja pergi dariku.
Nanti kalau aku benar-benar hilang, temukan cinta yang lebih tulus dariku dan sabarnya melebihi sabarku. Pastikan dia lebih tangguh untuk menghadapimu dan memiliki seribu maaf untuk memaafkan kesalahan kesalahnmu dan menerimamu berkali kali
Sekarang gue tau tujuan gue hidup cuma untuk membahagiakan orang orang disekeliling gue, menyembuhkan orang orang, dan memperbaiki atau merubah orang orang yang akhlakless.
memang bener di dunia ini gaakan ada yg namanya kebetulan, pasti ada alasan kenapa km dipertemukan dengan seseorang, ntah cuma sesaat atau menetap, ntah dari hadirnya merubah hidupmu atau km yg merubah hidupnya. jadi kalau kalian suatu saat pisah, itu artinya tugasmu telah usai.
Gatau kenapa sabar gua sekarang cepet abisnya dan berujung debat. Mungkin karna sama yang kemarin gue terlalu sabar, diem dan selalu ngalah. Jadinya udah capek pengennya membela diri terus
untuk sekarang gak lagi maksa apapun sama siapapun. dari segi communication, friendship, attention, relation atau apapun yang gak pantes untuk diperjuangin. whatever happens, let it happen, whatever is broken, let it broken. that's the reality.