Sering jadi pertanyaan βApa masih bisa bahagia setelah hubungan panjang berakhir?β
Jawabannya: bisa.
Lihat kisah Elina Joerg dan Syifa Hadju. Kadang akhir dari satu cerita bukan akhir dari kebahagiaan, tapi awal bertemu dengan cinta yang lebih tenang, lebih sehat, dan lebih tulus π₯Ήπ«Άπ»π€πΌ
Semalam aku ngobrol mendalam dengan salah satu teman cowokku yang baru saja melamar pacarnya. Alasan dia akhirnya mantap memutuskan kalau perempuannya ini adalah "The One" benar-benar membuka mataku tentang bagaimana psikologi komitmen laki-laki bekerja. Ini pelajaran mahal dari sudut pandang teman cowokku
aku ini keliatannya aja kek org ga peduli, aslinya i see everything cuman aku diem aja. mau org lain berbuat gimana pun selagi aku bisa diem, aku bakalan diem. iβd rather choose silent, not because iβm weak tapi karna aku tau gimana jahatnya kalau aku udah meledak2. aku sendiri pun ga suka kalau emosiku udah meledak, ngerasa lebih jahat dari org yg ngejahatin ke aku lebih dulu.
ini basic manner, tapi orang suka lupa.
kalau ada yang lagi curhat atau cerita, jangan malah cerita tentang diri sendiri dan ganti fokus percakapannya ke diri sendiri. don't make everything about u.
Pernah sadar nggak?
Ibu itu satu-satunya orang, yang tangannya lelah, tapi mulutnya nggak pernah bilang capek.
Dompetnya tipis, tapi selalu ada aja yang disisihin buat kita.
Dia yang paling marah kalau kita salah, tapi dia juga yang paling nangis kalau kita sakit atau susah.
Dr gia said:
"Emosi amarah yang menggebu-gebu (burst of emotion) itu cuma bertahan 90 detik, so take ur 90 seconds to take a deep breath and istighfar biar bisa merespond dengan emosi yg midful".
lu bayangin tiap hari lu dipuji, setiap ragu lu diyakinin, setiap gugup lu dikuatin, setiap insecure lu diapresiasi. capek lu dipahami, diam lu ditenangin, bahkan saat lu ngerasa kurang pun masih ada yg terus bilang klo lu cukupπ₯Ίπ€ #whenya
Nemu kalimat tercantik pembangkit energi yang harus kamu baca berulang-ulang.
βmaka, bertumbuhlah dengan sangat cantik. biarlah luka-luka itu menjadi perjalanan yang perlahan membentukmu menjadi akar yang kuat.
lalu, jika nasi telah menjadi bubur, buatlah bubur yang enak. barangkali hidup memang bukan tentang memilih apa yang terjadi, tapi tentang bagaimana kita mengolahnya menjadi sesuatu yang tetap layak dijalani.β