Dewasa gini, ternyata lebih seru ngobrol sama stranger, pedagang keliling, tukang parkir, atau orang orang tua yang kebetulan lagi di tempat yang sama.
energi mereka terasa lebih tulus untuk menyadarkan bahwa banyak hal di dunia ini yang perlu kita syukuri.
Bhs sederhanya..
Negara : Kamu bikin rugi Rp 2 T!
Nadiem: Gak kok, 2 T itu salah, 600 Mβnya dipakai dan bermanfaat, 1,5 Tβnya pakai harga patokan yg tdk masuk akal. Jadi jgn bilang sy bikin negara rugi yak!
Lama-lama Nadiem ini bisa bikin hakim enek, detail persidangan gak sesederhana itu. Menggiring opini publik tanpa fight yg bener dipersidangan ya percuma, Tom Lembong aja yg kasusnya bgt ujungnya divonis 4,5 thn
Nadiem mau bikin kasus ini seolah hanya salah hitung excel, pdhl BPKP bicara soal rekayasa spesifikasi, proses pengadaan dan aliran dana
Dipakai bkn berarti gak merugikan. Banyak proyek korupsi yg barangnya ada dan dipakai, tapi tetap dihitung rugi krn harganya diakali dan prosesnya dikondisikan
Kalo yakin audit rekayasa, knp fokusnya di harga, bkn di bantah poin demi poin temuan aliran dana dan pengkondisian vendor?
Ragukan juga segala yang selama ini kamu anggap sangat benar di kepalamu. Yang selama ini kamu genggam erat-erat. Bahkan kamu bisa nggak setuju sama dirimu sendiri. Ini perlu kerendahan hati dan kebijaksanaan.
Tips supaya terlihat 10 tahun lebih muda - Dr. Mani
No gula.
No tepung.
No sarapan nasi.
Lunch jam 12 siang.
Dinner jam 6 sore.
Probiotik setiap hari.
Konsisten selama 3 bulan dan Anda akan merasakan perubahannya.
Menyebut anak sebagai nakal, liar, bandel, bermasalah, problematik -- itu semua labeling.
Dan labeling bukan pendidikan. Itu penghukuman yang dibungkus kata-kata.
"Lha trus disebutnya apa dong kalo gitu?"
Kalau kita mau lebih adil, lebih manusiawi, dan lebih berpihak pada masa depan anak, bisa mulai dari mengubah penyebutan:
1. Anak eksploratif β karena mereka sedang mencoba batas-batas dunia.
2. Anak pencari arah β karena hidup belum selalu jelas jalurnya.
3. Anak butuh dukungan ekstra β karena tak semua tumbuh dalam kondisi ideal.
4. Anak dalam bimbingan β karena mereka belum selesai, dan siapa pun bisa belajar.
5. Anak survivor β karena ada luka dan trauma yang belum sempat sembuh.
6. Anak berproses β karena semua manusia pada dasarnya sedang bertumbuh.
7. Anak dengan pengalaman hidup kompleks β karena latar mereka bukan sesuatu yang bisa disederhanakan jadi "nakal"
Beberapa sebutan di atas cuman contoh ya ...
Tapi intinya bukan lagi nyari istilah yang manis, melainkan kita perlu membongkar cara berpikir kuno yang menyalahkan anak. Seolah anak adalah pelaku, padahal mereka korban.
Korban ortu yang kurang ilmu.
Korban lingkungan yang kurang peduli.
Korban sekolah yang menyamaratakan standar kecerdasan anak.
Korban pemerintah yang tidak menjadikan mereka prioritas padahal katanya generasi penerus bangsa.
Dlsb.
Apa yg kita panen kelak tergantung apa yg kita tanam sekarang.
Gimana masa depan kita tergantung apa yg kita ucapkan & lakukan saat ini.
Apa yg kita ucapkan & lakukan saat ini tergantung gimana kesadaran kita sekarang, di sini-kini.
Sebab itu, sadar adalah dasar.