Pertama kali ke Jakarta, di malam hari sekitar jam 8-9, ditengah kemacetan bus transjakata penuh dengan orang yang nampaknya baru pulang kerja. Terus jadi mikir-mikir buat berkarir disana, mending di Tulungagung sajalah
Dulu cuma mikir alah jakartasentris apaan... orang kota kita sekitar gw juga kena pembangunan (jogja solo), tapi setelah 1st time ke JKT like... ANJIIING INI JAKARTA? UDAH KAYA NEGARA SENDIRI COK...
Dan sejak hari itu aku sadar.. jakartasentrisme memang nyata
@LaLigaLocaID Benar sebagai desainer grafis mungkin keunggulannya adalah membuat trend/style baru, tantangannya adalah setelah membuat itu akan sangat mudah bagi AI untuk mereplikasinya. Semoga tetap ada orang2 kreatif ditengah perAI-an ini
Jadi ingat cerita dosenku dulu ada temannya yang jago banget bikin gradasi pake spray paint, lalu datanglah technology bernama corel, yang dengan mudahnya membuat gradasi serupa, dia cuman bisa misuh. Mungkin ini yang sedang dirasakan banyak designer
Lagu dangdut tahun era 70an dan 80an, yang jadi inspirasi lagu Erika, memang banyak yang begitu temanya. Dangdut gaya ini biasa disebut "dangdut lendir".
Di tahun segitu pula Rhoma Irama membuat konfrontasi dengan gerakan "Nada dan Dakwah" sebagai antitesis, dimana lagu dangdut ciptaannya mengusung tema yang moralistik dengan landasan nilai agama. Gerakan ini juga diwujudkan ke dalam film dengan judul Nada dan Dakwah di awal 90an.
God save King Rhoma ๐๐ธ๐ถ
Faktanya memang ada yang nganggur, kepalanya ngga mau repot membimbing akhirnya kerjaannya diserahkan ke yang rajin, kerjaan nambah tapi gaji sama dengan yang nganggur
Sebagai orang yang terlahir dari keluarga kurang mampu dan berada di titik sekarang, agak kaget juga ternyata aku belum pernah ada pengalaman yang gimana banget tentang survival, selalu ada saja orang yang membantu, kayak selalu ada jalan, seperti kebetulan tapi selalu berulang.
YBR, siswa SD yang memutuskan bun*h diri menunjukan betapa keroposnya pendanaan pendidikan kita sehingga YBR harus tertimpa empat tangga sekaligus:
๐ต DANA BOS harusnya โ sekolah negeri gratis:
โ YBR masih harus bayar 1,2 juta
๐ต PIP untuk โ beli peralatan sekolah pribadi:
โ YBR PIP-nya gak cair-cair dan gak bisa beli peralatan sekolah
๐ต Sekolah Rakyat โ untuk anak miskin:
โ YBR tidak masuk sekolah rakyat
๐ต Bansos โ :
โ keluarga YBR tidak mendapatkan bansos.
Empat program di atas, yang menghabiskan anggaran triliunan rupiah, yang selalu muncul dalam presentasi keberhasilan kebijakan Indonesia, tidak mampu menjamin buku dan pulpen seorang anak di NTT.
Maaf, kita bukan bangsa yang besar.
Bahasan ketidakwajiban suami provide kebutuhan (skincare, obat, dll) istri itu jadi kesannya negatif ke agama islam. Fokus ke hal2 yang hitam putih gini membuat agama ini seperti dingin, kaku dan tidak humanis. Menurut saya