@PosIndonesia baru kali ini kecewa dengan layanan pos indonesia. Paket saya yang harusnya sampai kemaren malah sengaja tidak diantar. Telpon layanan CS juga tidak diangkat. Hari ini diantarpun malah nyasar. Padahal alamat jelas.
@wikandepe@afrkml Sama anak saya juga tiap hari bawa kotak makan kosong untuk bawa MBG yang tidak dimakan. Sampai rumah dibuang karena sebagian sudah basi terutama sayurannya.
@IdTiki Paket ONS saya sampai hari ini belum saya terima. Telpon CS ga ada satupun yang angkat. Live chat juga ga dijawab. Layanan kalian kok jelek banget ya.
Beberapa bulan yang lalu saya menukarkan uang koin ke Bank Mandiri, diterima kok. Caranya koin yang sama disusun persepuluh koin. Koin yang telah disusun persepuluh dilakban trus dikumpulkan 5 kelompok dan dilakban lagi. Cara ini memudahkan petugas bank dalam menghitung.
"Uang Koin Yang Tak Dianggap"
Siang ini panasnya luar biasa, selesai antar paket Madu ke ekspedisi, saya memilih duduk di bangku indomaret di temani minuman dingin dan sebungkus rokok bisa buat kepala jadi dingin.
Di bangku paling pojok seorang wanita muda dengan jilbab hitam pudar menatap kosong ke jalan yang ramai. Matanya berkaca kaca sambil memeluk erat tas ransel di dadanya.
Awalnya saya hanya perhatikan sekilas aja. Mungkin dia lagi ada masalah dengan cowoknya atau mungkin dengan temannya di kampus. Saya yakin dia itu mahasiswi karna ada jas almamater di atas meja.
Saat lagi fokus balasin wa orderan madu yang masuk. Sayup sayup terdengar suara tangisan. Saya langsung menoleh ke wanita itu. Karna hanya ada saya, abang parkir dan wanita itu di depan Indomaret. Nggak mungkin juga tukang parkir tatoan itu yang nangis.
Ternyata benar wanita itu lagi menangis pelan menunduk sambil mengusap air mata dengan jilbab hitam pudar.
Lama saya menoleh dan menatapnya. Berharap dia juga akan menoleh jadi saya bisa bertanya. Tapi dia hanya menunduk. Terlalu berat beban di hatinya. Meski menangis pelan namun bahunya bergerak gerak seperti menahan agar tangisnya tidak kencang.
Setelah beberapa saat akhirnya wanita itu menoleh ke saya yang lagi menatap dia dengan kebingungan.
"Baru di putusin pacarnya ya"
Tanya saya untuk memecah kebisuan. Dengan senyum tipis yang dipaksakan dia menggelengkan kepalanya. Lalu kembali menunduk dan memeluk erat ranselnya.
Dari wajahnya terlihat usianya masih muda. Mungkin beda 1 - 2 tahun aja dengan anak saya.
Bahaya nih kalau nanti ada
"Agus buntung" datang bisa di bawa ke home stay.
Saya berdiri dan duduk di bangku kosong di depan dia.