Seth tak memberikan jeda, perpanjangan itu terus menghujam liang Kael yang lebih licin dan bisa membuatnya leluasa. Kedua tangannya menahan paha Kael untuk terbuka lebar, ia memandang ke arah penis Kael yang berkedut. | @ashenligth
lubang kloset yang terbuka. "Ayo pipis, sayang." Titahnya tepat di telinga, lalu menggigit telinga itu sejenak sebelum kembali berucap, "Nanti aku akan keluar di dalammu, atau kamu mau aku pipis juga di sana? Ide bagus, kan?"
dengan penuh tuntutan dan tergesa-gesa. Penisnya sudah berkedut, ia hampir mencapai pelepasannya. Dan pagutan itu disudahi, ia berucap tepat di telinga Kael, “Sayang, aku mau keluar...” | @ashenligth
memegang kepala Kael sebagai tumpuan. Seth tak beri ampun, tiap hentakannya keras dan tajam langsung mengenai titik sensitif itu berulang kali, ujung penisnya menubruk cincin terakhir di dalam sana.
Napasnya terengah, peluhnya menetes, kini pagutan dilaku Seth
“Pandai sekali lubang kesayanganku ketika menjempit penisku. Haah... seksi sekali.”
Seth terus menggenjot lubang Kael tanpa ampun meski darah mengucur dari sana. Ia anggap darah itu adalah pelumas alami selain cairan miliknya. | @ashenligth.
“Supaya, penisku lebih leluasa untuk masuk.” Tangannya menekam tonjolan di abdomen Kael sehingga ketika ujung penisnya menusuk bagian itu akan terasa lebih sempit.
“Aku pikir setelah sekian banyak aku menyetubuhimu, liangmu akan kendur. Tetapi memang lubangmu berbakat,”
Seth tersenyum sumringah, ia menyukainya. Meski tau bahwa ini pasti akan menyakitkan untuk Kael. Sepasang matanya kini beralih pada yang tercinta, “Suka, sayang?” Lantas, Seth memasukkan kembali kejantanannya dengan kasar. | @ashenligth.
Lenguh melolos dari birai, lubang itu menghimpit kejantannya dengan erat. Lubang itu menelan dengan baik seperti biasa tetapi kali ini, ada bercak darah di batang kemaluan Seth ketika ia tarik perpanjangannya untuk menghujam anal itu.