The Moffatts pernah dihebohkan kabar hoax bahwa mereka mati dalam kecelakaan pesawat. ๐ญโ๏ธ
Band bubar 2001, lama hilang dari radar Asia. Tiba-tiba beredar kabar mereka tewas. Fans 90-an pada percaya.
Pas reunion, mereka ketawa soal itu , tapi ngakuin betapa ironis judulnya: "If Life Is So Short" dari band yang dikira udah ga ada.
Lagu ini ga pernah besar di Barat.
Tapi di Filipina dan Indonesia?
Hampir semua anak 90-an hafal.
Sampai Clint sempat bilang: dulu ini lagu yang paling ga dia suka di album.
Sekarang jadi favoritnya , karena fans Asia Tenggara yang bikin dia jatuh cinta sama lagunya sendiri.
Dan pesannya aging well banget:
Hidup pendek. Cinta jangan ditunda. Waktu ga minta izin.
Yang dulu dengerin ini waktu SMP sekarang ngerti artinya dengan cara yang berbeda.
Bukan karena liriknya berubah , tapi kita yang berubah. ๐ค
๐จ๐ฃ๏ธ ๐ฎ๐น Christian โBoboโ Vieri on why Paolo Maldini and Alessandro Nesta looked like kids in front of R9:
โFor me, Paolo Maldini is the best defender ever to play the game.
And then after him, youโve got Nesta.
If I played against any player today and put Paolo or Nesta man-to-man, they wouldnโt touch the ball. No way.
Nesta and Maldini could mark anyone man-to-man, and they wouldnโt touch the ball.
Except for one R9.
Because he was too strong physically, too quick and too powerful.
Nesta played against Ronaldo when Lazio faced Inter. Nesta said that he was treating him like a six-year-old. ๐
When Ronaldo was doing the โdoppio passoโ the step-over in training, I was laughing.
You just start laughing because youโve never seen anything like that.
The biggest players in the world were falling down. They looked like dummies. ๐
Thatโs how good he was.
We would play for about 40 minutes, and heโd take on five or six people in those 40 minutes. Thatโs it.
He was taking the piss out of everyone.
He was just another level.โ ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ธโฝ๏ธ
No psychopath would ever admit they are psychopath. They want to function in a society like everyone else and will deny that till the very end and just blame others or overall anything else so they wouldn't get caught for their wrong-doings.
saat istri menempuh studi magister, Prof. Paripurna P. Sugarda (Guru Besar Hukum Bisnis FH UGM) pernah memberi kuliah tentang hukum persaingan usaha.
di tengah penjelasan materi, beliau melihat seorang mahasiswa membuka botol air putih dan meminumnya. Lantas, beliau tiba-tiba berkata:
๐จโ๐: "Coba ketua kelas di sini, ada berapa mahasiswa di kelas ini?"
๐ง: "Sekitar 50 orang, Prof", jawab seorang mahasiswa.
๐จโ๐: "Oke, tolong pesankan masing-masing kopi Fore buat semuanya, ya. Saya traktir. Nanti kirim nomor rekeningnya ke saya".
kelas riuh sejenak karena kaget. Tak lama kemudian beliau mentransfer uang, bahkan jumlahnya sedikit lebih banyak dari kebutuhan.
ketika ketua kelas berniat mengembalikan sisanya, beliau berkata:
๐จโ๐: "Dipakai saja buat makan. Tapi jangan ke burjo, ya."
kelas kembali riuh dan tertawa. Dan, beberapa waktu kemudian, kopi Fore pun datang.
beliau lalu menjadikan itu sebagai ilustrasi. Bahwa, hukum persaingan usaha, bisa melahirkan manfaat yang kita rasakan setiap hari, bahkan dari sebotol air putih atau kopi Fore yang ada di tangan mahasiswa.
coba bayangkan, jika hanya ada satu produk kopi yang tersedia. Pilihan konsumen terbatas, harga bisa lebih mahal, kualitas dan invoasi berjalan lambat. Justru, karena pelaku usaha saling bersaing, konsumen dapat memilih produk yang sesuai kebutuhan dan kemampuannya.
tapi menurut istri saya, yang paling membekas adalah keteladanan beliau:
yakni tentang bagaimana seorang guru, dapat meninggalkan kesan yang baik melalui perhatian-perhatian yang sederhana.
Sehat selalu, Prof ๐๐ฅน
Perjalanan hidup Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki Widyasari, mencerminkan transformasi panjang dari panggung hiburan ke pusat regulasi keuangan nasional.
Lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975, ia kini menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031 setelah sebelumnya mengemban posisi Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.
Pada era 1990-an, nama Kiki Widyasari lebih dikenal di dunia hiburan. Saat menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), ia meraih gelar Diajeng Yogyakarta 1994 dan Putri Ayu Yogyakarta 1995.
Kariernya di dunia modeling dan seni peran berkembang pesat. Ia membintangi sejumlah sinetron populer, antara lain Angling Dharma (sebagai Dewi Setyawati), Panji Manusia Milenium, Doaku Harapanku, Bulan Masih Perawan, dan beberapa judul lainnya.
Ia juga aktif sebagai model majalah, presenter, serta bintang iklan.
Namun, di tengah popularitasnya, keluarga mendorongnya untuk lebih fokus pada pendidikan. Kiki memutuskan meninggalkan gemerlap layar kaca. Ia menyelesaikan gelar Sarjana Ekonomi di UGM pada 2001, kemudian melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) di bidang keuangan di California State University, Fresno, Amerika Serikat, yang diraihnya pada 2004. Pada 2019, ia meraih gelar Doktor dari UGM dengan predikat cum laude.
Sekembalinya ke tanah air, Kiki memulai karier di sektor pasar modal. Ia bergabung dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar tahun 2005, meniti jenjang dari Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan, Sekretaris Perusahaan, hingga menjabat Direktur Pengembangan Pasar pada periode 2009-2015. Pada 2008, ia juga dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Perjalanan kariernya berlanjut di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ia menjabat Direktur Keuangan (2015-2016) sebelum diangkat menjadi Direktur Utama (2016-2019). Selanjutnya, pada 2020-2022, ia menjadi Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas.
Pada 2022, Kiki dilantik sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022-2027. Ia mengemban tugas sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.
Di posisi itu, ia berperan aktif dalam penguatan perlindungan konsumen, literasi keuangan, serta pemberantasan aktivitas keuangan ilegal, termasuk sebagai Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Centre.
Pada akhir Januari 2026, menyusul pengunduran diri Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Kiki ditunjuk sebagai pejabat pengganti. Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat kemudian menyepakati pengangkatannya sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026-2031.
Kiki Widyasari menikah dengan Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, yang menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Perjalanan kariernya, dari model dan aktris sinetron hingga pimpinan lembaga pengawas jasa keuangan, menjadi catatan mengenai ketekunan, pendidikan, dan konsistensi dalam membangun kompetensi di bidang yang dipilihnya.โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
(diolah dari berbagai sumber)