gimana sih latihannya kalo request hour?π€
βkalo kita latihan, kita udah tahu urutan 40-4, kita harus run through, harus grβ
βkita ada briefing all member pake gmeet buat dikasih tau peringkatnyaβ
βpas dikasih tau peringkat 21, jot-nya ngmng ya closing semangat ya @C_JessiJKT48β
Dari beberapa rumor yg muncul, ada pattern yang cukup jelas. Persib kayaknya lagi cari right winger dengan goal threat, bukan pure creator.
Jadi winger yang bisa contribute langsung ke gol lewat finishing, attacking runs, sampai shots from outside the box.
Jadi bukan tipe winger creator, tapi lebih ke goal-oriented winger profile.
Ini bisa jadi indikasi kalau ke depan Persib bakal terus cari profil dgn karakteristik yg serupa.
Namun, keriaan tak berhenti di situ.
Awal 2001/02, dua trofi pembuka musim diraih dgn mengalahkan klub2 yg lebih diunggulkan.
Charity Shield vs juara EPL, Man United.
Super Cup vs juara UCL, Bayern MΓΌnich.
Ekspektasi pun melambung tinggi. Sayang, hasilnya tak seindah harapan.
Musim 2000/01 memang paling bersejarah bagi millennial fans LFC.
Diawali juara Worthington Cup lewat adu penalti yg heroik, padahal lawannya "cuma" tim Championship (Birmingham City).
Lanjut juara FA Cup yg selalu dikenang sbg "the Owen final".
Miracle at its peak.
Buat gue yg millennial, memory terlama gue yg masih fresh diingetan gue adalah Final UEFA Cup 2001. Game yg absurd.
Lalu ini. ga ada kata lain selain Miracle. Gue masih inget banget komentator di half-time bilang Liverpool cuma punya waktu 6 menit buat balikin semua. Dan itu kejadian.
Ini momen gue nangis karena bola pertama kalinya.
For Gen-Z, the modern supporter, gue pengen tau apakah Istanbul, atau kejadian di Westfalen, sama dengan Anfield 2019 pas lawan Barca?
Dipungkas final UEFA Cup 2001 di Westfalen, Dortmund.
Harus bales2an gol vs Alaves, nyaris menang di regular time sebelum Jordi Cruyff nyekor pas injury time. Duel pun diakhiri lewat "golden own goal" Delfi Geli di babak extra time.
Dari 4 hakim anggota, 2 hakim vonis Ibam 4 tahun, tapi 2 hakim lainnya justru minta suami saya dibebaskan.
Sampai dua hakim menyatakan keyakinan berbeda lewat dissenting opinion terhadap tiga hakim lainnya jarang sekali kejadian.
Bagi keluarga kami, ini tanda nyata kalau sebenarnya ada keraguan yang sangat mendalam dari majelis hakim sendiri soal perkara Ibam.
Rasanya sedih banget, kenapa putusan yang menentukan masa depan keluarga kami penuh keraguan seperti ini?
Bahkan di ruang peradilan, hakim ketuanya pun terlihat ragu-ragu untuk memutus berdasarkan pertimbangan vonis 4 tahun seperti 2 hakim anggota yang lain.
Padahal Bapak Presiden @prabowo selalu ingatkan kalau putusan penegakan hukum itu nggak boleh ada keragu-raguan sedikit pun.
Sedangkan, dua hakim anggota yang berkeyakinan Ibam secara terang benderang seharusnya dibebaskan dari seluruh dakwaan dalam putusan kemarin, dari matanya tampak kalau tidak ada keragu-raguan untuk menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa Ibam seharusnya bebas.
Aku terharu banget, ternyata masih ada hakim yang sangat amanah dan objektif melihat kasus Ibam, terlebih ketika puluhan isi keyakinan kedua hakim yang mulia tersebut dibacakan di sidang.
Semuanya tentang Ibam yang aku kenal, semuanya berisi tentang keadilan yang muncul dari fakta persidangan yang dipahami secara utuh.
Tapi kenapa, putusan akhirnya penuh kejanggalan dan kezaliman? Ini sangat jauh dari keadilan yang didasarkan fakta persidangan.
Keyakinan kedua hakim tersebut bantu memperkuat keyakinan keluarga kami juga, kalau Ibam seharusnya bebas. Bikin kami makin yakin juga untuk terus berjuang demi keadilan.
Mohon terus bantu kawal ya, teman-teman.
Tolong bantu suarakan juga ke Komisi III DPR dan Pak Presiden Prabowo, supaya keraguan yang sangat kentara terlihat ini bisa berganti jadi kepastian hukum.
Jangan sampai ada lagi orang yang niatnya bantu negara dengan keahliannya malah dikriminalisasi.
Terima kasih banyak atas dukungannya selama ini. π