Pada uda nonton dokumenter Netflix terbaru belum? Yang judulnya Untold Uk: Jamie Vardy!
Gilak ya perjalanan hidup nya!
Bukan wonderkid, bukan jebolan akademi elit, bukan pemain yg diprediksi bakal jadi super star juga.
Kerja di pabrik, sambil main di Liga amatir. Pagi kerja, sore latihan, weekend tanding di lapangan ala kadarnya.
Ga ada spotlight. Ga ada media. Ga ada yang bilang dia calon legend.
Lucunya, di usia 25, yang katanya uda “telat” dia baru mulai karir pro.
Bayangin, di saat banyak orang umur 25 lagi quarter life crisis karena ngerasa ketinggalan dan semua sudah telat:
“Temen gue udah sukses.”
“Orang lain udah punya karier jelas.”
“Kayaknya hidup gue jalan di tempat.”
Vardy malah baru mulai!
Cerita dia mungkin relate dengan hidup gw dan mungkin lu yang baca ini juga. Soal timing hidup.
Kisah Jamie Vardy kayak reminder, kalau telat bukan berarti gagal.
Kadang hidup emang nyuruh kita main di “liga bawah” dulu. Kerja yang capek, karier belum jelas, duit pas-pasan, mimpi masih diketawain orang.
Tapi bukan berarti cerita kita selesai. Hidup bukan lomba siapa yang paling cepat sampai. Tetap percaya sama diri sendiri!
Aldi Taher hadir bersama istri dan anak-anaknya.
Diundang ke salah satu stasiun tv
Dan yang keluar dari obrolan ini jauh lebih dalam dari yang kelihatan di permukaan.
Di balik semua gimmick dan konten viralnya:
Banyak orang kenal Aldi Taher sebagai sosok yang selalu bikin heboh — lawak, kontroversi, viral.
Tapi di episode ini dia bicara soal sesuatu yang jauh lebih berat.
Ibunya stroke selama 25 tahun.
Bukan setahun dua tahun.
Dua puluh lima tahun.
Dan di stroke kelimanya leher ibunya sampai miring, makan harus pakai sonde.
Saya tidak boleh terlihat sedih di depan ibu saya.
Dan Aldi sendiri adalah penyintas kanker.
Dan dari dua beban berat itu muncul satu filosofi hidup yang sederhana tapi dalam:
Enggak apa-apa disumpahi netizen asal jangan disumpahi langit.
Sekasar apapun komentar yang masuk gambar apapun yang dikirim responnya sama:
istigfar. Lewat. Selesai.
Bukan karena tidak sakit.
Tapi karena dia sudah memilih menggunakan energinya untuk hal yang lebih penting merawat ibu yang sakit, menjaga kesehatannya sendiri, dan membesarkan anak-anaknya.
Soal istrinya Shika:
Shika hadir dan berbicara jujur awalnya kaget dengan haters dan komentar negatif.
Tapi lama-lama belajar bahwa memang tidak ada public figure yang bebas dari itu.
Dan ada satu kalimat Aldi ke istrinya di akhir yang menurut gue sederhana tapi berat maknanya:
Makasih ya sudah jadi istri yang baik, salehah, sudah jadi ibu.
Shika nangis.
Aldi becanda untuk mencairkan suasana karena memang begitu caranya.
Tapi bukan berarti tidak serius.
Yang paling gue ingat dari episode ini:
Aldi bilang dua hal soal kesetiaan yang menurut gue worth disimpan:
Kesetiaan perempuan itu diuji ketika tak berharta. Kesetiaan laki-laki itu diuji ketika sudah segala ada.
Dan soal Al-Qur'an yang dia baca rutin:
Efek baca Quran ada ujian apapun kita bawa husnuzan sama Allah dan bawa happy aja.
Ini bukan motivasi kosong.
Ini dari orang yang ibunya stroke 25 tahun dan dirinya sendiri pernah divonis kanker.
Di balik semua kegilaan konten Aldi Taher yang sering bikin orang geleng-geleng kepala ada seseorang yang setiap hari bangun dan memilih untuk tidak kelihatan hancur di depan ibunya yang sakit.
Yang memilih tertawa bukan karena hidupnya mudah tapi karena dia tahu tertawa adalah satu-satunya cara dia bisa terus berdiri.
Dan itu bukan hal kecil.
in 25 tahun ini i bisnisku dadas lebih dari 10 kali
ratusan penyakit menyerangku
duit abis berapa m entahlah
cerai 3 kali
penjara setaun
selama masih bisa napas alvvays bisa comeback
alhamdulillah
Titik terendah pria dewasa adalah ketika harus merelakan barang kesayangan nya utk keberlangsungan hidup keluarga.
Pernah ada di titik dimana harus jual semua mobil sampai cuma sisa 1 scoopy di rumah utk kebutuhan hidup dan modal usaha.
Buat kalian yg lg berjuang, tetap semangat. Walaupun tidak ada yang bilang "cemungud ya cayang".
Teruslah berusaha, jangan ada kata menyerah, tetap berdoa kepada Tuhan. Tapi ingat, jangan hanya pas ada maunya aja.
Eid Mubarak 🌙✨
May your home be filled with peace, joy, and endless blessings today. After a month of devotion and reflection, may Allah accept your worship and shower you with His mercy.
Taqabbal Allahu minna wa minkum 🙏🏾