DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna bersama dengan Pemprov DKI Jakarta, namun di meja pimpinan tampak sepi hanya terlihat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS Khoirudin.
Sementara itu, di sisi lain Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN Zita Anjani lebih memilih untuk pilates dan kemudian nongkrong di kafe sembari menikmati sepotong kue cokelat.
Hal ini dilansir oleh tim https://t.co/IFl6ZZkFlN, melalui akun resmi Instagram anak Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas, Senin (29/7/2024).
Simak berita selengkapnya hanya di https://t.co/zH8wcYXmSu
#HardNews_Viral #NewsOne #CariBeritaditvOne #ZitaAnjani #PAN #DPRD #PKS #RapatParipurna #ZulkifliHasan #Viral #NO03
Pemerintah perlu betul2 mempertimbangkan suara publik ttg Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Kalau tdk ada kebijakan jaminan betul2 akan mendapat rumah dari Pemerintah bagi penabung, maka hitungan matematisnya memang tidak masuk akal. Misanya: Orang yg mendapat gaji Rp 5 jt/bln kalau menabung 30 thn dgn potongan sekitar 3%/bulan hanya akan sekitar Rp 100 jt. Utk sekarang pun Rp 100 jt takkan dpt rumah apalagi 30 tahun yg akan datang, ditambah bunganya sekali pun. Utk orang yg gajinya di atas Rp 10 jt pun dlm 30 tahun akan terkumpul hny sekita Rp 225 jt. Ini pun pd 30 tahun yg akan datang sulit dpt rumah. Sekarang pun sulit dpt rumah dgn uang Rp 225 jt. Ada pun orang yang gajinya Rp 15 jt misalnya lbh baik dibiarkan utk mengambil kredit perumahan (KPR) sendiri sejak sekarang ke Bank-bank Pemerintah. Mungkin jatuhnya malah lbh murah daripada menabung 3%/bulan. Apa ada kebijakan yg menjamin para penabung utm betul2 dpt rumah? Penjelasan ttg ini yg ditunggu publik.
Kepala Staf Presiden Moeldoko mengungkapkan, program tabungan perumahan rakyat (Tapera) akan diawasi oleh komite bentukan pemerintah. https://t.co/sGaw4Ho6BJ