🚨Masa depan Max Verstappen di Red Bull kembali menjadi tanda tanya meski ia masih terikat kontrak hingga 2028. Berkat klausul exit, Verstappen kini memiliki kesempatan untuk meninggalkan Red Bull setelah dipastikan tidak akan berada di top 2 klasemen saat jeda musim panas.
Situasi ini memicu ketegangan dengan manajemen Red Bull. Menurut De Limburger, petinggi Red Bull sangat kesal karena Verstappen sekali lagi membuat mereka harus menunggu kepastian.
Mereka kecewa karena merasa telah melakukan segala cara untuk mempertahankan Verstappen, termasuk menghadapi musim transisi 2026 dengan mesin baru. Mereka juga merasa Verstappen seharusnya menunjukkan loyalitas lebih setelah meraih kesuksesan dan pendapatan besar bersama tim.
Di sisi lain, Verstappen ingin memastikan Red Bull benar-benar mampu kembali menjadi tim terdepan sebelum berkomitmen untuk masa depannya. Ia juga dikabarkan meragukan kekuatan teknis Red Bull setelah gelombang PHK, yang disebut mengurangi pengalaman motorsport di dalam tim. Laurent Mekies disebut sebagai satu-satunya sosok berpengalaman yang tersisa. Banyak posisi yang kemudian diisi oleh orang-orang dari divisi sepak bola Red Bull.
Verstappen memiliki waktu hingga Oktober untuk memberi tahu Red Bull mengenai keputusannya, tetapi jika ingin pindah ke tim lain, proses negosiasi kemungkinan harus dimulai lebih cepat. Menurut laporan De Limburger, selain opsi pindah tim, Verstappen bahkan dikabarkan mempertimbangkan mengambil cuti satu musim atau pensiun lebih awal dari F1 setelah 12 tahun bersama Red Bull.