Sharpen your silver and steel. Geralt of Rivia is back on the Path in The Witcher 3: Wild Hunt — Songs of the Past.
Called by an old friend to the brand new region of Letten, discover a wealth of new quests, characters, and secrets to uncover. But below the surface lurks something sinister…
Equip yourself for the next part of the journey, coming in 2027! Learn more here: https://t.co/r0M8VAzhE9
Are your swords oiled up and sharpened? Potions brewed? Roach saddled? It’s time to face Eredin and his entourage once again!
The Witcher 3: Wild Hunt – Remastered features an array of improvements, bringing upgrades to visuals, gameplay, and more. It's coming on September 29 and will be available as a free upgrade to all owners of the game on GOG, Steam, Epic Games Store, PlayStation 5, and Xbox Series X|S. It is also available for pre-purchase on https://t.co/3lNm1kfN8b and Nintendo Switch 2.
That’s not all, though! All current owners of the base game will gain access to the two original expansions – Hearts of Stone and Blood and Wine – for free! Both of these expansions will also be included in #TheWitcher3Remastered base game!
Learn more here: https://t.co/eNwJxVFOGG
The Witcher 3: Wild Hunt — Remastered will include both Hearts of Stone and Blood and Wine!
ICYMI: Earlier this week, all owners of the base game received both expansions for free. If you haven’t played them yet, now’s the perfect time to catch up before Remastered arrives on September 29th.
Good luck on the Path!
Just saw an Instagram reel that said:
“At some point you become the age that your parents were in your childhood memories, only you don’t feel like an adult, and you realize your parents were still just kids trying to figure it out too”
And that shit just fucked me up.
Mantap Virel
Jaga Prabowo Sepenuh Jiwa
====
Saya kemudian ingat
“Politik butuh rakyat bodoh, agama butuh jamaah patuh. Kebenaran tak dibutuhkan oleh keduanya karena kebenaran suka memberontak.”
— Tan Malaka, Madilog
Sudah nonton video Ketua Umum PBNU dalam pidato pembukaan Muktamar menyampaikan harapan agar Muktamar 2031 yang membuka tetap Prabowo?
Wes jan tenan, tidak punya malu.
Pada warga NU kita masih merawat harapan. Tapi pada PBNU sudahlah... tidak ada harapan.
Kalau ga mampu guna undang2 untuk menghukum di tanahmu sendiri, serahkan saja Kalimantan ke kami, pak.
Kalian kan goblok2 semuanya.
Apa2 harus Malaysia yang jaga, kalian goyang kaki aja.
Aceh banjir, kami jaga, Kalimantan kabut, kami jaga, kek gak ada pemerintah.
banyak stress sudah dilalui, ga pernah ngerokok atau sejenisnya.
alasannya cuma satu dan gapernah berubah: tubuh manusia ga akan pernah butuh rokok.
tapi nanti koneksi blablabla
tapi nanti pertemanan blablabla
tapi nanti kerjaan blablabla
ANDA itu SKILL ISSUE 😂
Dari rezim ini kita belajar:
1. Judol bisa dibasmi: buktinya Mandiri bisa blok rekening pendemo Pati atas perintah aparat
2. Bangunan sekolah bisa distandardisasi, sekolah rusak bisa segera renov: buktinya bangunan Kopdes bisa berdiri sampe pelosok negeri
3. Gaji nakes, guru, dan dosen bisa lebih sejahtera: buktinya ribuan karyawan SPPG bergaji di atas mereka
4. Jumlah kriminal di Indonesia bisa berkurang signifikan, kasus kriminal lebih cepet kelar: buktinya jumlah aparat saat demo sebanyak itu
Kita jadi tau kalo kita bisa, cuma mereka aja yang nggak mau😊
Kesimpulannya: kebobrokan memang sengaja dipelihara buat meraup suara di pemilu😊
Di novel 1984 karya George Orwell terkenal dengan istilah Doublethink dam Doublespeak.
Pada novel 1984, jika negara meminta warga mempercayai "2+2=5" maka warga harus mengikutinya. Sampai tidak ada lagi kemungkinan untuk menyebut "2+2=4". Secara politik harus meyakini "2+2=5" tetapo secara saintifik "2+2=4". Itulah konsep Doublethink.
Doublethink membawa kita ke tahapan selanjutnya Doublespeak. Ketika bahasa sengaja digunakan untuk mengaburkan makna yang sebenarnya. Contohnya perang adalah damai, kebebasan adalah perbudakan.
Persis seperti cara kerja aparat penegak hukum kita di bawah. Mereka menggunakan Doublespeak untuk mengaburkan makna sebenarnya. Oh tentu kepala negara kita juga ingin menanamkan Doublethink seperti "10+6=17"
Kok bisa ya satu orang saja menimbulkan daya rusak yang begitu besar.
Tidak begitu saudara2. Satu orang itu bisa punya daya rusak begitu besar bila hanya:
1. Ada enabler orang2 dekat di sekitarnya. Contohnya adalah Joseph Goebbels di sebelah Hitler. Orang2 ini yang jadi pelaksananya
2. Ada para oligark yang mendukung dan mendapatkan keuntungan secara finansial darinya, entah pengusaha atau industrialis.
3. Ada massa pendukungnya. Biasanya mereka ini mendapatkan keuntungan secara ekonomi karena bekerja untuk rezim.
4. Dan ini yang paling penting. Ada silent majority, yang gak ngapa2in melihat kerusakan yang besar ini terjadi.
Tiw, sebelum ngomongin soal adab coba make sure presiden itu menang dengan cara beradab juga ga? Nanya aja sih ini nanyaaa.
Gausah diplintir begitu. Jadi pemerintah emang chance dikritik itu gedeee. Apalagi kalau kebijakannya ga pro rakyat. Gausah pick me njir. Lu ga semantep itu.
Gua punya analisis sendiri, kenapa demo di 27 Agustus ini, pemerintah terlihat gak suka.
Karena, motor penggeraknya bukanlah mahasiswa. Bukan juga buruh, melainkan masyarakat pati. Ya, grassroot atau akar rumput.
Selama ini, program & kebijakan pemerintah itu menargetkan grassroot sebagai penerima manfaat. Mereka menang di Pilpres 2024, karena grassroot juga.
Bayangkan, kalo sekarang mereka demo nanti, apa tidak menciptakan ide ke grassroot lainnya? Pasti menyebar!
Ini membuktikan bahwa akar rumput menderita dengan kondisi sekarang. Makanya, segala usaha dikerahkan untuk mengagalkan aksi ini 🤣
Merinding bacanya 🫣
Sepertinya aksi 27 Agustus nanti akan didukung o/ banyak lapisan masyarakat.
Klo perusahaan2 sja sdh memberi ijin tanpa potong cuti & bahkan mendukung akomodasi, artinya Banyak yg benar2 sudah lelah dg keadaan bangsa ini..
Panjang umur perjuangan 💪🏻
Tetap hati2 & waspada.
Pesawat ini harganya sekitar 500 milyar
> MBG libur 1 hari aja bisa dapet 2 unit
> MBG libur seminggu bisa dapet 1 skuadron 🥰
Duitnya? Ada (itu nyatanya bisa buat MBG)
SDM-nya? Jelas ada. Mas Kamto lebih paham di AU banyak pilot yg bisa nerbangin ini
Tinggal political will dari pemerintah aja yg ga ada
"Jika zina mempersulit pintu rezeki, lantas kenapa yang open BO selalu lancar?"
Pertanyaan di tembok ini sering banget mampir di pikiran kita. Kok bisa sih, yang nyari duit lewat jalan maksiat malah kelihatan mulus-mulus aja rezekinya?
Kalau direnungkan, fenomena ini mirip banget sama cara kerja jebakan mematikan milik tanaman Kantong Semar (Nepenthes).
Buat narik mangsa, Kantong Semar punya trik licik. Di bagian pinggir bibir kantongnya, dia memproduksi cairan nektar yang super manis. Buat semut atau lalat, ini jelas rezeki nomplok. “Wah, gampang banget nih dapet makan enak, lancar jaya”
Mereka pun hinggap, menjilat nektar itu, rakus, dan merasa semuanya aman-aman aja.
Padahal, mereka nggak sadar kalau pinggiran kantong itu dilapisi lilin mikroskopis yang licinnya minta ampun. Pas lagi asyik-asyiknya mabuk kenikmatan instan... wussh. Pijakan mereka terpeleset.
Mereka jatuh ke dasar kantong. Dan di sinilah horor aslinya dimulai.
Kematian di dalam Kantong Semar itu nggak datang instan. Si serangga jatuh ke dalam kubangan cairan asam yang kental mirip lumpur hisap. Semakin mereka meronta, semakin mereka tenggelam. Mereka kehabisan napas perlahan-lahan, sementara enzim pencerna mulai melumerkan tubuh mereka hidup-hidup dari luar ke dalam.
Nggak ada yang dengar teriakannya. Nggak ada jalan keluar. Cuma ada siksaan pelan-pelan sampai mereka hancur tak bersisa.
Dalam agama, fenomena "lancar dari hasil maksiat" ini namanya Istidraj.
Mekanismenya 100% persis kayak Kantong Semar. Tuhan membiarkan orang yang bermaksiat ngerasain "nektar" kenikmatan dunia. Uangnya dibikin ngalir deras, pelanggannya banyak, gaya hidupnya mewah.
Dikasih terus biar apa? Biar makin terlena. Biar mereka sombong dan mikir, "Ah, gue maksiat juga rezeki tetep lancar-lancar aja."
Mereka nggak sadar, mereka cuma lagi asyik ngejilat manisnya dunia di bibir jurang. Begitu waktunya tiba, mereka bakal kepeleset dan "dicerna" hidup-hidup oleh dosa mereka sendiri.
Hancurnya nggak cuma soal tiba-tiba jatuh miskin. Mereka dilumerkan pelan-pelan. Entah lewat penyakit mematikan yang menggerogoti tubuh tanpa ampun, kewarasan yang pelan-pelan hilang karena hidup penuh paranoia, aib yang terbongkar dan menghancurkan seluruh sisa hidupnya, atau yang paling mengerikan, maut yang tiba-tiba menjemput saat mereka masih telanjang di kamar hotel.
Nggak ada ampun. Nggak ada waktu buat tobat.
Uang haram yang kelihatan lancar itu bukan rezeki. Itu adalah biaya booking tiket VIP menuju kehancuran yang paling sunyi dan menyiksa.
Jadi, masih mau iri lihat mereka yang lagi asyik "pesta" di bibir Kantong Semar? Kelihatannya aja enak dan lancar, padahal aslinya... mereka cuma lagi antre nunggu giliran untuk dihancurkan pelan-pelan.
beda pandangan politik itu gapapa kok, tapi kalo menganggap presiden saat ini doing a great work, itu antara bodoh atau kepentinganmu begitu besar.
beda pandangan politik itu boleh, tapi tetep pakai otak dan naluri untuk mikir baik dan buruk.
kamu masih anggap ini negara baik-baik aja? itu antara kamu penikmat kebijakan atau emang gapunya critical thinking sih..