Tidak bisa tidak curiga bahwasanya debat di linimasa mengenai gender, kelas ekonomi, primordialisme, dan lain sebagainya adalah orkestrasi untuk desensitisasi, penguras emosi, waktu, dan energi, atau sekedar pengalihan dari apa yang lebih hakiki.
@scudder_9 Asli cringe banget.
Banyak orang ga sadar Bahasa Indonesia itu kurang cocok di rap karena jumlah suku katanya dominan lebih dari 1, kalimat jadi lebih panjang, kurang masuk ke ritmik cepat rap, maknanya telat sampe. Kalo pake kalimat pendek maknanya akan terlalu ringan.
Unpopular opinion itu menjadi bukti bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia ini sejatinya masih dalam tingkat literasi yang rendah tapi sudah terlanjur pegang HP.