Gini yaa
GA MASALAH HARGA BBM 20 RIBU
Asalkan:
- UMR di Indo minimal 10 juta
- Penghasilan rata-rata rakyat Indo 20 juta
- Transportasi publik ada di semua kota besar, banyak, terintegrasi dan murah.
- Daerah hunian dekat ke pusat bisnis dan perkantoran
Lah sekarang
- UMR kota paling kaya aja 5-6 juta
- Rata rata penghasilan rakyat Indo 2-3 juta
- Transportasi publik yang lengkap di Jakarta, kota-kota lain bapuk
- Jarak rumah ke kantor 30-40 km di Jakarta
Malah ada yang kantor di Sudirman, rumah di Cisarua. Mantap ga tuh
Bakal habis berapa bensinnya per hari?
Source Gambar: Republika
Kasus siswi Sukabumi yang gagal OSN karena listrik padam menjadi pengingat: apakah UJIAN yang sangat KRUSIAL tepat jika hanya MENGANDALKAN sistem ONLINE?
China masih menggunakan kertas untuk Gaokao, Korea Selatan untuk CSAT. Padahal Infrastruktur mereka lebih maju dari Indonesia.
Alasannya sederhana: server bisa bermasalah, internet bisa terputus, listrik bisa padam.
Jangan sampai masa depan peserta ditentukan oleh infrastruktur, bukan kemampuan.
@pedas__manis Jadi intinya: ekspor batubara & nikel dijaga biar harganya tinggi, pajak royalti masuk, tapi rakyat mati lampu. Ini kayak lo jual seluruh beras ke luar negeri biar untung, terus nyuruh anak sendiri puasa.
LO PADA SIBUK NGOMONGIN KORUPSINYA DADAN ?
NIH ADA 1 KASUS YANG GA KALAH GILA. Kenalin,SILMY KARIM.
Doi adalah wakil menteri imigrasi dan pemasyarakatan,dulunya ngejabat sebagai dirjen imigrasi.skrg?TERSANGKA KPK.
MODUSNYA? IZIN TINGGAL WNA SENGAJA DIPERSULIT!Supaya apa? supaya pemohon bayar ekstra. Di loket daerah bayar,pusat bayar lg.
Hasilnya?menurut KPK ada aliran dana 366 M di 96 rekening!
Yg dari gaji 3%, sisanya?
Diduga dr pemohon.
Tiap Jumat duitnya dibagi2,
kepada para oknum di dirjen imigrasi.
Silmy sendiri kebagian 100 juta, TIAP MINGGU.
Dan b4ngs4tnya,supaya ga ketauan,mereka pake rekening OB sampe kerabat.
Bahkan ada kode buat diskusi besaran jatah pake istilah "vokalis" , "GITARIS dapet berapa", KOREOGRAFER dapet berapa", dan MALAIKAT buat uang yang dikasih ke pejabat2 tinggi.
cc:threaddns.d.manace
“buka threads berasa negara mau hancur bgt. berisik bgt.”
YAIYA MBAAAA buka mata yuk kanan kiri banyak LAYOFF, harga tempe NAIK, harga listrik NAIK.
yg kamu ga liat dibalik threadmu tuh ada pedagang yang berusaha ga naikin harganya karena takut kehilangan pelanggan 😭😭
Iya.
1) Tes masuk kampus negeri maksimum 3 kali. Jadi masuk kampus negeri maks 19-20 tahun.
2) Pas di kampus kena batas waktu studi. Ada yang 6 tahun, ada yang 7 tahun.
3) Pas lulus lowongan fresh graduate kebanyakan maksimum umur 25 tahun.
4) Beasiswa lanjut studi S2-S3 kaya LPDP maksimum 30-35 tahun.
5) Kalau dokter umum mau lanjut dokter spesialis, maksimum 35 tahun.
6) Kalau sarjana pendidikan mau jadi guru mesti sekolah PPG, maksimum 32 tahun.
7) Jadi PNS atau ASN umur maksimum 35-40 tahun.
Semua ada umurnya 🤣
Kok bisa Indo hobi banget konsumsi tepung terigu??
Padahal terigu itu MAYORITAS IMPOR....
Dan mayoritas snack2 indo bahan bakunya tepung terigu?
Jawabannya: Rezim Orde Baru (Orba)
Orba memang sengaja membangun sistem pangan yang membuat terigu makin murah, tersedia, dan mudah dikonsumsi rakyat..
Kenapa?
Pertama, Orba berusaha mencari pangan yang murah, cepat, dan gampang didistribusikan.
Pangan apa yang cocok di zaman itu? Ya terigu, karena mudah diimpor. Beras, meski bisa swasembada, tetap rawan gagal panen.
Kedua, Orba memonopoli perdagangan terigu.
Terigu hanya bisa diimpor oleh dua perusahaan penggilingan gandum yang semuanya adalah kroni mereka.
Bayangin, berapa jatah yang didapat Orba dari impor jutaan ton gandum?
Kebetulan, Indonesia mengalami urbanisasi massif di masa Orba.
Masyarakat urban membutuhkan makanan cepat, murah, dan praktis.
Walhasil, produk olahan gandum seperti mi, roti, dan kue meningkat.
Jadilah, terigu massif dikonsumsi oleh rakyat Indo.
Padahal, sekali lagi..
TERIGU ITU IMPOR.
Dan dari minggu-minggu kemarin, harganya NAIK TERUS!
Source Gambar: DetikFood dan Sitenews
@arieagung semua pemimpin pada dasarnya kalo napak tanah pasti bagus mas. Bare minimum untuk dengerin kritik aja prabowo gak bisa, apalagi napak tanah.
BWF bisa mulai dari apa yang dilakukan penyelenggara Indonesia Open tahun ini aja untuk mempopulerkan bulu tangkis: menyulap semua turnamen bergengsi menjadi festival.
Jadi ga melulu soal format pertandingan, durasi, atau sistem poin. Karena di sistem sekarang pun, menurut kami bulu tangkis tetap mampu kasih sesuatu yang luar biasa menarik. Contoh paling anyar duel ASY vs CYF kemarin.
Ada risetnya juga kok. Bahwa emosi dan pengalaman venue adalah prediktor paling kuat kehadiran penonton. Alias orang2 datang karena ingin merasakan atmosfer, ketegangan, kebersamaan, dan pengalaman yang ga bisa didapat dari layar televisi.
Fan zone, area komunitas, aktivitas sponsor, hiburan ramah anak dan keluarga, meet and greet pemain, kuliner lokal, konser bila perlu, dsb dsb. Kayak yang dilakukan Indonesia Open sekarang lah.. Sampai ada Hendra Setiawan masak Indomie cuy!
Makanya semaraknya jauh lebih luar biasa ketimbang beberapa tahun terakhir, yang menariknya juga sampai menjalar ke media sosial.
Nah, bayangin kalau setiap turnamen di semua negara penyelenggara diwajibkan bikin ala2 festival gini? Minimal di turnamen2 gede yang levelnya S750 ke atas dan turnamen2 major cem Kejuaraan Dunia.
"Jadi, menurut mas kalau wartawan gak kompeten?"
Gue yang kuliah Jurnalistik dan 4 tahun di media mainstream sepakat wartawan emang gak kompeten soal gizi. Jangankan kepala BGN, itu wartawan yang jadi menkomdigi dan wamenkomdigi juga gak kompeten.
Mikir dong bir jubir! Sini sebut siapa eks wartawan yang kompeten dan kerjanya benar di kabinet Prabowo? Ora ada!
@txtdrkuliner yg nanya wartawan ga kompeten, ya iyalah.. dia ga berkompeten di bidang ini... kita kerja aja disuruh sesuai komtensi giliran jabatan penting ngawur 😩😩😩
Lah, kan dari awal emak-emak emang ngusulinnya begitu. 😭😭😭
Emak gue berkali-kali bilang, "Kenapa ga di kantin aja MBG nya? Kan udah ada kantin sekolah".
Sudah punya sarananya, tinggal diupgrade/diberdayakan dalam bentuk MBG. Para pejabat nya aja yang gatel, ngide borosin anggaran bikin dapur MBG sendiri, pas bermasalah dan ada yang diciduk, baru lu mikir soal evaluasi.
Goblokkk
Gerakan mahasiswa udah distigma abis-abisan di era rezim pria solo. Jangan sampe pada lupa gimana dulu aksi mahasiswa sering mereka sebut "mahasewa".
Belom lagi disudutkan kelas menengah ngehek yg komplain kena macet.
Mahasiswa skrg udah abis energinya buat mikir biaya UKT.
Coba cari tahu deh negara mana yang mengharuskan ganti plat kendaraan setiap 5 tahun.
Cuma ada 1 negara yang gitu!
Di kebanyakan negara plat itu berlaku sampe rusak/hilang.
Yang harus ganti juga paling 10 tahun (supaya plat jelas)
Intinya memang pemerintah kita ribet aja.