( !2DFESS ) A warm hello from a military forensic pathologist. It might sound cliché, but this man is seeking new companions and potential relations. Feel free to drop a word below or simply retweet for future interactions. Thank you.
W-OC, DD:DNE, EN/INA.
⠀
…⠀“Mana mungkin. Jika berat kepala, kakiku tidak akan mampu menopangnya.” Alih-alih menanggapi makna yang tersirat dalam ucapanmu, ia memilih bersembunyi di balik seloroh. “Jadi, setelah ini kamu akan mengantarkan bunga ini kemana?”⠀…
⠀
@EVIGH3DEN ⠀
Abaikan, abaikan! Takut ada yang merekam. 🫢 “Tidak, sih. Tapi aku ‘kan bukan orang asing. Setidaknya kita bisa rayakan walau kecil-kecilan.” Ada nada bersungut-sungut di ujung kalimatnya. “Kalau sekarang saja, bagaimana? Belum terlambat, ‘kan?”
⠀
⠀
…⠀jenaka, jemari tangan kirinya terangkat membentuk isyarat angka dua, laksana perjanjian kecil yang dimateraikan di tengah senda gurau. Senyumnya turut melebar, kali ini disertai kilat jahil yang terang-terangan menghuni kembar netra.⠀🌷 ; @_specialworld .
⠀
⠀
…⠀mentraktirmu, Fruu. Hitung-hitung untuk jasamu karena kamu sudah membuka antrean lebih cepat tadi.” Yah—inilah salah satu bentuk terima kasih atas tindakan sang adam, toh dari awal memang sudah diniatkan demikian. “Kamu bisa traktir ronde kedua nanti.” Dengan⠀…
⠀
⠀
…⠀kidnapped by you for the whole day.” Occupied though she was with the bouquet, she likewise kept the conversation alive. “Before that, is there perhaps a message you’d like me to write on the card?”⠀🌷 ; @canchyrst .
⠀
⠀
…⠀meticulous care while treating you as she would any cherished customer. “Although... perhaps you’d like to give him some flowers.” The suggestion was delivered with such feigned innocence that it became immediately suspicious. “Oh, I’d be absolutely excited to be⠀…
⠀
⠀
…⠀bermain di peroman. Sejujurnya, ia hanya menebar umpan yang mana merupakan maksud terselubung guna mendengarkan setitik sanjung dan sebaris pengakuan.⠀🌷 ; @EVIGH3DEN .
⠀
⠀
…⠀“Nih~” Pena yang sedari tadi berada dalam genggamannya diserahkan kepada sang tuan. Biar dirimu menyempurnakan untaian pesan yang masih bersemayam dalam relung sukma. “Hehe, aku tak pernah meragukan keahlianku.” Dagunya terjungkit setaraf semasa senyum⠀…
⠀
@EVIGH3DEN ⠀
“Sshh!” Aduh, takut. Kala bibir berkeluk, kembar manik delima berkelana—seakan cemas bahwa angin pun dapat menjadi telinga yang mendengar segala. “Eh, lho? Ulang tahun? Kenapa kamu tak memberi tahu lebih awal!?”
⠀