Guys.
Anak gw nanya sesuatu di depan Borobudur yang bikin gw diam cukup lama.
"Pah, dulu nempelnya pake semen?"
Gw ketawa. Karena dari kecil gw juga sering denger mitos yang sama, bahwa batunya direkatkan pakai putih telur.
Ternyata dua-duanya salah.
Dan waktu gw tau cara aslinya, gw baru benar-benar ngerti kenapa bangunan ini masih bisa berdiri setelah 1.200 tahun.
Borobudur terdiri dari sekitar 2 juta batu andesit.
Dua juta.
Masing-masing batu dipotong, dibentuk, dan dipasang satu per satu. Tanpa blueprint digital. Tanpa laser. Tanpa alat ukur modern yang kita kenal sekarang.
Dan semuanya harus presisi.
Karena satu batu yang miring sedikit saja bisa bikin seluruh sistem kunciannya gagal. Batu-batu itu tidak direkat dengan apapun. Mereka saling mengunci satu sama lain dengan bentuk yang dibuat sangat pas.
Waktu anak gw denger ini, dia diam sebentar lalu bilang pelan:
"Orang dulu pinter banget ya, Pah..."
Gw cuma bisa ngangguk.
Karena gw sendiri ga punya kata-kata yang lebih tepat dari itu.
Tapi ada satu hal lagi yang jarang dibahas soal Borobudur, dan ini yang paling bikin gw bengong.
Sistem drainasenya.
Di dalam struktur candi, ada jaringan saluran air yang dirancang khusus supaya air hujan tidak menggenang dan merusak batu dari dalam. Ratusan saluran kecil tersembunyi di dalam dinding dan lantai, bekerja diam-diam selama lebih dari seribu tahun.
Orang abad ke-8 sudah memikirkan manajemen air sebelum bangunannya jadi masalah.
Sementara banyak gedung modern yang baru beberapa tahun berdiri sudah bocor di sana-sini karena saluran air yang kurang diperhitungkan.
Momen seperti ini yang selalu bikin gw senang ngajak anak jalan-jalan ke tempat bersejarah.
Karena sejarah jauh lebih mudah masuk ketika dilihat langsung, bukan dibaca dari halaman buku teks yang kering.
Kita sering tanpa sadar menganggap orang zaman dulu kurang canggih. Kurang pintar. Kurang modern.
Padahal teknik yang mereka pakai, sampai hari ini, masih membuat para ahli bangunan dan arsitek modern geleng-geleng kepala.
Tidak ada alat berat. Tidak ada komputer. Tidak ada mesin pemotong batu yang presisi.
Tapi yang mereka hasilkan bertahan jauh lebih lama dari banyak bangunan yang dibangun hari ini.
Mungkin yang berbeda bukan kemampuannya.
Tapi kesabaran dan presisi yang mereka miliki, yang mungkin perlahan mulai kita tinggalkan.
Kalau ada yang belum pernah ke Borobudur, gw serius merekomendasikan untuk pergi sekali seumur hidup.
Bukan hanya untuk foto.
Tapi untuk berdiri di depannya, mendongak ke atas, dan menanyakan satu pertanyaan sederhana ke diri sendiri:
"Ini dibangun gimana?"
Karena pertanyaan itu saja sudah cukup untuk jadi pelajaran yang tidak akan dilupakan anak kamu sampai besar.
Dan mungkin, tidak akan kamu lupakan juga.
sc : yogsiwijaya(threads)
Teman-teman yang punya orang tua tidak bekerja diperusahaan. Jangan lupa daftarkan BPJSTK BPU (Bukan Penerima Upah).
Buruan gih, ini membantu banget.
Ayah kakak ini petani sudah didaftarkan BPJSTK, 2 tahun lalu meninggal dunia, dapat dana dukanya cair 42juta.
Woman to Woman💖
selama dia ga ngajak lo ketemu, he's not that interested
selama dia ga ngajak lo komitmen, sorry he's not that interested
selama dia ga invest waktu, perhatian, emotional atau materi, i say it louder he's not that interested
simplenya, selama dia ga ada effort, you already know the answer don't you?
Kalau ada yang tanya “kenapa kamu belum nikah-nikah?” jawab kayak mba IU ini aja atau kasih data ini 😂
By data, perempuan dengan pendidikan tinggi (misalnya 16–20 tahun, sampai kuliah) cenderung memilih pasangan yang level pendidikannya setara atau lebih tinggi. Artinya, secara pola, ada kecenderungan kuat untuk tidak “marrying down”.
Minimal setara, kalo bisa di atasnya ya bagus.
Konsekuensinya, dating pool makin sempit.
Di titik itulah kita sadar kalo cinta emang personal, tapi jalan kesananya… semua struktural 🤣
Ya struktur pendidikan, sosial ekonomi, circle pergaulan, pola asuh, dll.
Salmon yang sekarang jadi topping sushi paling populer di dunia, dulunya ditolak mentah-mentah sama orang Jepang.
Saya mau cerita nih gimana itu bisa berubah di hari ini 😁😁😁
Pantengin yah.
Jadi ceritanya bbrp hari lalu tiba2 ibu gw nelpon. Dalam kondisi agak panik, katanya ga sengaja ngeklik undangan digital yg formatnya APK.
Langsung lah gw minta forward APKnya ke gw. Lalu gw coba bongkar untuk caritau apa yg dilakukan sama app tersebut.
@ayamgota Maaf oot kaa🙏 tp tlg bgt buat semua tmn2 yg ada disini, or yg liat post ini mungkin bisa bantu beli or RT jualan kue kering gw dan donat labu ( by order ), cuma itu usaha tmbhan yg bs dilakuin buat bertahan hdup, kukernya 7 jar lagi, semua produksi akhir ramadhan, thanx a lot🙏
Pelajar SMK mengirim surat kepada Presiden, ia menolak menerima MBG dan meminta jatah makan MBG miliknya diberikan untuk kesejahteraan guru. Para pelajar kita, ada yang pikirannya tajam dan halus perasaannya. Rafif Arsya, anda membuat sejarah.
🔥🔥🔥🔥🔥
Gimana tanda kalo dia adalah jodoh kita?
Rasa tenang.
Bukan perasaan yg menggebu2, tapi ada perasaan tenang yg aneh. Seperti pulang ke rumah setelah lama pergi. Seolah kita yakin, kalo dia jodoh kita. Bukan cuma cocoklogi.
Selanjutnya, kita jg ngerasa jadi diri sendiri. Gak ada yg namanya kepura2an. Gak selalu jaim di depan dia. Gak ada kekurangan yg ditutupi. Dgn jodoh, topeng itu jatuh dgn sendirinya.
Tanda lainnya, kalo diskusi sm dia kerasa beda. Sekalipun beda pendapat atau berdebat. Marah, tapi gak pengen menyakiti. Capek, tapi gak pengen pergi. Ego kita gak lebih besar dari kemauan utk ngejaga hubungan.
Kalo kita ketemu dia, bawaanya pengen jadi versi yg lebih baik, bukan karena dituntut. Tapi, kehadirannya bisa menginspirasi utk terus tumbuh lebih baik.
Katanya, jodoh itu tenang, aman, dan mendorong ke arah lebih baik. Ketemu jodoh itu ibarat menemukan bagian diri yg hilang. Dan ketika bersama seolah tubuh kita jadi lengkap.
Ini kesimpulan yg saya dapatkan, dari hasil ngobrol sm orang lain dan ngerasainnya sendiri.
@kwekrauk@florystuff@bestdiary_ Aku sempat pake k20i kak, tapi cuma bertahan hampir 1 tahun. Nggak tau kenapa makin lama pemakaiannya makin bentar sekali charge
Rekap 20 pelajaran hidup ala Bang Radit:
1.Jadi orang nyeleneh dikit? Santai aja, itu bukan dosa.
2.Stop julid, hidup lo bakal lebih tenang.
3.Kita tuh nggak sepenting itu di hidup orang lain, jadi chill aja.
4.Hidup simpel itu underrated banget.
5.Kerjaan berat jadi enteng kalau dicicil pelan-pelan.
6.Kerjaan juga lebih ringan kalau dikerjain bareng.
7.Ide nggak bakal keinget kalau nggak ditulis.
8.Belajar dari yang udah jago, biar nggak muter-muter.
9.Tapi kadang belajar dari yang “nggak tau apa-apa” juga buka perspektif baru.
10.Bengong dikit itu bukan buang waktu, itu bagian dari mikir kreatif.
11.Waktu tuh bukan dicari, tapi dibikin.
12.Uang bisa dipakai buat “beli waktu”, manfaatin.
13.Jangan lupa have fun, hidup bukan cuma kerja doang.
14.Coba hobi baru, itu cara paling gampang biar hidup kerasa fresh lagi.
15.Kejar momen-momen berkesan, bukan cuma pencapaian.
16.Jangan ambil keputusan pas lagi emosi, fix sering nyesel.
17.Kadang harus berani bilang “iya” ke hal yang biasanya lo tolak.
18.Tapi di sisi lain, belajar bilang “nggak” itu penting banget.
19.Main game = cara paling gampang buat kabur bentar dari realita.
20.Dapat kritik? Artinya masih ada ruang buat naik level.
curhatan salah satu Driver ojol kenapa saat ini kesulitan nyari driver...
Bulan Ramadan 2026 yang seharusnya penuh berkah justru menjadi momok bagi pengguna ojek online (ojol) di Jakarta. Sejak beberapa hari terakhir, keluhan soal sulitnya mendapatkan layanan Gr**b dan Go**k membanjiri media sosial, terutama pada jam-jam kritis menjelang waktu berbuka puasa.
Dia juga pernah diomelin Allah karna waktu itu janjian mau ketemuan, tpi nabi Musa datengnya lebih awal, trus diomelin kayak "kan janjiannya jam sekian, kok lebih awal datengnya?" Soalnya nabi Musa udh kelewat suntuk sm Bani israil trs diomelin lg sm Allah kayak --
Gue abis nonton kuliah Professor Jiang 45 menit soal perang US-Iran
Dan yang bikin gue diem itu bukan soal rudal atau drone
Tapi satu selat kecil yang lebarnya cuma 33 km
Yang kalau ditutup, ekonomi dunia termasuk harga bahan pokok kita bisa collapse
Namanya Selat Hormuz
Dan ya, ini ngaruh langsung ke Indonesia
Ini yang gue dapat dari kuliahnya: